Optimalisasi Program Poliran di Kabupaten Tangerang. - thewasesanews.com

Polda Banten Gandeng PT Gyokai Tekan Pengangguran, Polresta Tangerang Dukung Optimalisasi Program Poliran

​“Apabila tingkat pengangguran tidak bisa kita kurangi, tentu akan berimplikasi terhadap gangguan kamtibmas, sehingga kegiatan hari ini adalah wujud kehadiran negara dan pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut. Melalui skema ini, sambil sekolah mereka bisa bekerja di industri dan mempunyai penghasilan, di mana saat magang satu tahun mereka menerima upah sekitar 80 persen, dan setelah lulus serta bekerja penuh 100 persen, mereka akan menerima upah sesuai UMK atau UMP setempat,” ujar Kapolda Banten Irjen Pol Hengki.

TANGERANG, thewasesanews.com — Optimalisasi Program Poliran di Kabupaten Tangerang resmi diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepolisian Daerah (Polda) Banten dan PT Gyokai Indonesia Kompeten sebagai langkah konkrit menekan angka pengangguran terbuka serta memperluas akses pendidikan vokasi industri bagi masyarakat usia produktif di Gedung Gyokai Indonesia Kompeten, Cisoka, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026).

​Langkah strategis tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang yang siap mengawal penuh implementasi program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) di wilayah hukumnya yang memiliki konsentrasi kawasan industri cukup besar.

​Inisiatif kolaboratif antara aparat kepolisian dan dunia usaha ini digulirkan sebagai respons konkrit terhadap tingginya angka pengangguran di Provinsi Banten yang berpotensi memicu kerawanan sosial serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Optimalisasi Program Poliran di Kabupaten Tangerang. - thewasesanews.com

​Berdasarkan data statistik ketenagakerjaan daerah, tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten saat ini berada di kisaran 6,7 persen atau setara dengan kurang lebih 650.000 jiwa yang membutuhkan penyerapan lapangan kerja secara berkelanjutan.

​Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan bahwa persentase pengangguran yang tinggi tidak hanya berdampak langsung pada penurunan tingkat kesejahteraan ekonomi warga, tetapi juga berkorelasi erat dengan peningkatan potensi kriminalitas di tengah masyarakat.

​Guna memutus rantai permasalahan sosial tersebut, Polda Banten menginisiasi program Poliran yang telah beroperasi selama kurang lebih dua tahun untuk membekali masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap dengan berbagai keterampilan kerja praktis.

​Penguatan program Poliran kali ini disinergikan secara langsung dengan skema pendidikan vokasi industri yang diselenggarakan oleh PT Gyokai Indonesia Kompeten dengan mengintegrasikan kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan kebutuhan riil manufaktur.

​Skema pelatihan vokasi terintegrasi tersebut menerapkan metode pembelajaran berbasis praktik industri, dengan komposisi 30 hingga 40 persen alokasi teori di ruang kelas dan 60 hingga 70 persen sisanya dilaksanakan langsung di lingkungan pabrik.

Optimalisasi Program Poliran di Kabupaten Tangerang. - thewasesanews.com

​Sistem pendidikan berbasis industri ini memberikan kesempatan emas bagi para peserta didik untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata sekaligus memperoleh kompensasi finansial secara resmi sebelum menyelesaikan masa studi mereka.

​“Apabila tingkat pengangguran tidak bisa kita kurangi, tentu akan berimplikasi terhadap gangguan kamtibmas, sehingga kegiatan hari ini adalah wujud kehadiran negara dan pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut. Melalui skema ini, sambil sekolah mereka bisa bekerja di industri dan mempunyai penghasilan, di mana saat magang satu tahun mereka menerima upah sekitar 80 persen, dan setelah lulus serta bekerja penuh 100 persen, mereka akan menerima upah sesuai UMK atau UMP setempat,” ujar Kapolda Banten Irjen Pol Hengki.

​Sebagai wadah penyaluran tenaga kerja, PT Gyokai Indonesia Kompeten saat ini telah menjalin jaringan kemitraan erat dengan sedikitnya 200 perusahaan industri yang siap menjadi lokasi magang maupun penempatan kerja permanen bagi para peserta program.

​Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyatakan kesiapan jajarannya untuk memfasilitasi dan mengawal eksekusi program Poliran di wilayah Kabupaten Tangerang secara optimal.

​Menurutnya, keberadaan kawasan industri berskala besar di wilayah Kabupaten Tangerang harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan warga yang tinggal di sekitar lingkungan pabrik.

​Polresta Tangerang memandang bahwa program yang mempertemukan dunia pendidikan kejuruan dengan kebutuhan pasar kerja memiliki nilai strategis dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, produktif, dan mandiri secara ekonomi.

​Guna menunjang keberhasilan program di tingkat tapak, Polresta Tangerang bakal menginstruksikan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) untuk aktif membangun komunikasi intensif dengan pemerintah daerah, pihak sekolah, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha.

​Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menekankan pentingnya semangat kolaborasi lintas sektor agar masyarakat usia produktif di kawasan industri mendapatkan akses pelatihan keterampilan dan kepastian penyaluran kerja secara adil.

​Langkah ini diharapkan mampu membuka sumbatan informasi peluang kerja yang selama ini sering menjadi kendala utama bagi para pencari kerja lokal di daerah.

​Dari sisi penyelenggara pelatihan, Chief Executive Officer (CEO) PT Gyokai Indonesia Kompeten Teguh Imam Pambudi mengonfirmasi keterbukaan pihak perusahaan dalam menampung masyarakat usia produktif yang ingin mengasah keterampilan kerja.

​Pihak PT Gyokai menegaskan tidak menetapkan persyaratan khusus yang memberatkan bagi calon peserta, selama warga yang mendaftar berada dalam rentang usia produktif dan memiliki komitmen tinggi untuk bekerja.

​Kendati demikian, seluruh calon peserta pelatihan tetap diwajibkan melewati serangkaian tahapan seleksi terstruktur guna memastikan kesesuaian antara potensi individu dan spesifikasi kebutuhan perusahaan mitra.

​Mekanisme seleksi baku yang diterapkan meliputi tahapan pendaftaran administrasi, pemeriksaan kesehatan fisik, uji tes kemampuan dasar, hingga sesi wawancara mendalam sebelum peserta diterjunkan ke lokasi penempatan kerja.

​Setiap peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan dibina secara intensif agar memiliki etos kerja, kedisiplinan, serta keterampilan teknis yang sesuai dengan standar operasional prosedur dunia industri modern.

​Melalui penguatan sinergi antara aparat kepolisian, lembaga pendidikan vokasi, dan sektor industri ini, Polda Banten optimistis angka pengangguran di wilayah Banten dapat ditekan secara signifikan sekaligus menciptakan iklim ketertiban masyarakat yang kondusif.

Narasumber Utama: Irjen Pol Hengki (Kapolda Banten), Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah (Kapolresta Tangerang), Teguh Imam Pambudi (CEO PT Gyokai Indonesia Kompeten).

Logo The Wasesa News
Rico Parlindungan Sagala

Leave a Reply

error: Content is protected !!