Aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II Waspada. - thewasesanews.com

Gunung Anak Krakatau Berstatus Waspada, Polda Banten Imbau Warga Pesisir dan Wisatawan Tingkatkan Kewaspadaan

​“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas di wilayah pesisir Banten agar memperhatikan perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mengikuti setiap rekomendasi dari PVMBG. Mohon untuk tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif demi keselamatan bersama,” tegas Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea.

SERANG, Thewasesanews.com — Aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II Waspada memicu Kepolisian Daerah (Polda) Banten melayangkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat, khususnya warga dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan pesisir Banten, untuk meningkatkan kewaspadaan harian pada Selasa (6/10/2026).

​Langkah antisipasi tersebut dikeluarkan guna memastikan keselamatan publik di sepanjang wilayah pesisir Selat Sunda menyusul dinamika vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih berfluktuasi.

​Berdasarkan laporan resmi pengamatan aktivitas gunung api periode 5 Oktober 2026 pukul 00.00–24.00 WIB yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi KESDM, tercatat adanya rentetan erupsi dan kegempaan di dalam kawah.

​Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau merekam sedikitnya empat kali kejadian letusan dengan amplitudo berkisar antara 39 hingga 55 mm serta durasi gempa letusan berlangsung selama 20 hingga 798 detik.

​Meskipun instrumen seismik mencatat adanya erupsi, secara visual tinggi kolom abu dari keempat letusan tersebut tidak teramati akibat tertutup kabut di area puncak.

​Selain erupsi letusan, instrumen pemantau juga mencatat dua kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 6–11 mm berdurasi 7–9 detik, serta lima kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 7–27 mm berdurasi 6–12 detik.

​Aktivitas magma di dalam perut gunung juga ditunjukkan dengan rekaman tiga kali gempa Vulkanik Dangkal beramplitudo 24–26 mm berdurasi 6–11 detik, dan satu kali gempa Vulkanik Dalam beramplitudo 9 mm berdurasi 13 detik.

​Aktivitas tremor menerus (microtremor) juga terekam secara konsisten dengan amplitudo 0,5 hingga 10 mm, di mana skala amplitudo dominan berada pada angka 2 mm.

​Secara pengamatan visual di lapangan, tubuh Gunung Anak Krakatau teramati jelas hingga tertutup kabut tingkat 0–III, sementara asap kawah utama maupun kolom erupsi tidak terlihat dari pos pengamatan.

​Kondisi meteorologi di sekitar kawasan perairan gunung api dilaporkan berawan dengan tiupan angin lemah berembus ke arah barat dan barat laut.

​Suhu udara harian di sekitar lokasi terpantau berada pada kisaran 27,6 hingga 30 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 74 hingga 87 persen, serta kondisi ombak laut di sekitarnya terpantau dalam kategori sedang.

​Menanggapi laporan teknis tersebut, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Banten, Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea, mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menjalankan aktivitas harian.

​“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas di wilayah pesisir Banten agar memperhatikan perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mengikuti setiap rekomendasi dari PVMBG. Mohon untuk tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif demi keselamatan bersama,” tegas Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea.

Kombes Maruli menegaskan bahwa batas jarak aman radius 2 kilometer dari kawah aktif merupakan rekomendasi mutlak dari PVMBG yang harus dipatuhi oleh seluruh nelayan, pengunjung, maupun wisatawan.

​Polda Banten juga mewanti-wanti masyarakat agar tidak mudah terpengaruh atau menyebarluaskan isu-isu liar dan informasi hoaks yang belum terverifikasi kebenarannya.

​Setiap informasi mengenai dinamika Gunung Anak Krakatau diminta untuk selalu dirujuk pada saluran berita resmi instansi pemerintah seperti PVMBG, Badan Geologi, BMKG, maupun Kepolisian.

​Guna menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah pesisir, Polda Banten beserta jajaran Polres jajaran terus melangsungkan koordinasi intensif bersama Badan Pengawasan Bencana Daerah (BPBD) serta instansi maritim terkait.

​Langkah pengawasan dan kesiapsiagaan personel disiagakan secara kontinu agar setiap informasi perubahan status gunung api dapat disosialisasikan secara cepat dan akurat kepada warga pesisir Banten.

Sumber: Siaran Berita Bidhumas Polda Banten & Laporan Pengamatan Aktivitas Gunung Anak Krakatau Periode 5 Oktober 2026.

Logo The Wasesa News
Catur Nurmansyah

Leave a Reply

error: Content is protected !!