Kategori Hukum & Peradilan

Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia Desak Revisi UU Advokat Pasca-Putusan Mahkamah Konstitusi demi Kualitas Profesi dan Keadilan Hukum

DePA-RI Desak Revisi UU Advokat demi Kualitas Hukum Indonesia. - thewasesanews.com

​"Inilah gagasan DePA-RI yang memperkuat tindak lanjut putusan MK tersebut sekaligus untuk mengatasi akar masalah yang dihadapi pemerintah dan masyarakat, yaitu terfragmentasinya organisasi advokat. Solusinya bukan memberangus kebebasan berserikat, melainkan membentuk lembaga independen atau semi-independen yang berfungsi sebagai regulator profesi advokat nasional," ulas Luthfi Yazid secara mendalam.

Wakajati Sumsel Pimpin Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV di Lingkungan Kejati Sumsel

Wakajati Sumsel Pimpin Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV Kejati Sumsel. - thewasesanews.com

​"Rotasi jabatan juga dilakukan terhadap Imam Asyhar yang menjabat Kepala Subbidang Penelusuran dan Perampasan Aset, Rya Dilla Fitri sebagai Kepala Seksi Tata Usaha Negara, serta Marimbun Hatigoran Panggabean sebagai Kepala Seksi Penindakan. Rotasi ini merupakan proses regenerasi serta penyegaran organisasi di tubuh kejaksaan. Kejati Sumsel menyatakan pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kinerja kelembagaan, meningkatkan profesionalisme aparatur, serta menjawab dinamika dan tantangan tugas penegakan hukum ke depan." — Dr. Vanny Yulia Eka Sari, S.H., M.H. (Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumsel).

Majelis Hakim Diminta Bebaskan Noel, Kuasa Hukum Soroti Absennya Barang Bukti Hasil OTT KPK

Majelis Hakim Diminta Bebaskan Noel Akibat Absennya Bukti OTT KPK di Sidang. - thewasesanews.com

“Iya saya hadir karena empati. Saya juga melihat ada kejanggalan dalam persidangan ini. Dari awal sampai sekarang, tidak ada barang bukti hasil OTT atau pemerasan yang disangkakan kepada Noel. Kesalahan Noel sebagai Wamenaker adalah terbawa praktik pemerasan yang dilakukan oknum PNS di Kemnaker. Praktik ini sudah berjalan lama. Jangan orang sedang susah kita jauhi, kalau sedang jaya baru didekati. Dia masih bisa berkontribusi untuk masyarakat.” — Mulyadi Pranowo (Aktivis Pendidikan Indonesia / Tokoh Masyarakat yang Hadir di PN Jakarta Pusat).