
MABA, Thewasesanews.com — Anggota DPRD Halmahera Timur Kriston Batawi Bagikan Masker secara gratis kepada ratusan warga masyarakat di Desa Buli Asal dan Desa Wayafli, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, sebagai bentuk kepedulian nyata atas kesehatan warga yang terdampak fenomena kabut asap tebal pada Sabtu (10/10/2026).
Aksi kemanusiaan pembagian alat pelindung diri pernapasan tersebut dilangsungkan di tengah situasi memprihatinkan yang menyelimuti kawasan pemukiman warga di Kecamatan Maba hingga wilayah Kota Buli.
Paparan kabut asap yang kian pekat dalam beberapa hari terakhir memicu kecemasan warga karena berpotensi menurunkan kualitas udara secara drastis serta mengancam kesehatan saluran pernapasan.

Kondisi udara yang kurang sehat tersebut berisiko memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan.
Menyikapi eskalasi fenomena asap yang menyelimuti kawasan Maba, Kriston Batawi turun langsung menyambangi warga di Desa Buli Asal dan Wayafli untuk menyerahkan bantuan masker secara langsung dari rumah ke rumah.
Dalam aksi penyerahan bantuan tersebut, wakil rakyat Halmahera Timur itu mengimbau dengan sangat agar seluruh elemen warga masyarakat di Kecamatan Maba senantiasa mengenakan masker setiap kali beraktivitas di luar rumah.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah mitigasi mandiri yang amat krusial guna menekan risiko paparan partikel abu dan asap yang terhirup ke dalam organ pernapasan.

Kriston menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan warga merupakan prioritas mendasar yang harus mendapat perhatian serius tatkala krisis kualitas udara melanda permukiman penduduk.
Ia menjelaskan bahwa fenomena kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di pelbagai titik Halmahera Timur merupakan dampak langsung dari kondisi iklim kekeringan ekstrem yang melanda wilayah tersebut selama beberapa bulan terakhir.
Cuaca panas terik yang meluas dalam durasi panjang menyebabkan vegetasi pepohonan, ranting, dan dedaunan di kawasan hutan menjadi sangat kering dan rapuh.
Kondisi alam yang teramat kering tersebut memicu munculnya percikan api secara alami akibat gesekan kayu-kayu kering yang tergeser oleh hembusan angin kencang di area perbukitan dan hutan.
Banyaknya ranting dan kayu kering yang saling bergeser di tengah suhu udara yang tinggi membuat titik api dengan cepat membesar dan menyebar hingga menghasilkan kabut asap pekat yang terbawa angin ke pemukiman warga.

Kriston meluruskan kekeliruan persepsi publik dan meminta warga untuk tidak berspekulasi liar atau berasumsi bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh tindakan oknum tertentu, melainkan murni faktor bencana alam kekeringan.
“Kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Buli Asal, Wayafli, hingga Kota Buli ini merupakan dampak dari fenomena kemarau panjang selama beberapa bulan terakhir, di mana gesekan kayu-kayu kering di hutan memicu timbulnya titik kebakaran secara alami. Kita tidak ingin masyarakat berpikir ini disebabkan oleh oknum, melainkan faktor iklim yang sangat kering. Aksi pembagian masker ini adalah respon cepat untuk melindungi pernapasan warga dari bahaya ISPA. Kami mendesak Pemerintah Daerah Halmahera Timur dan Pemprov Maluku Utara untuk segera menerbitkan imbauan resmi panduan kesehatan, menyiagakan fasilitas medis, serta memperkuat pemadaman darurat agar dampaknya tidak kian meluas,” tegas Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Timur, Kriston Batawi.
Dampak dari pekatnya kabut asap tersebut mulai memengaruhi kelancaran aktivitas harian warga, mobilitas transportasi darat, hingga kegiatan anak-anak sekolah di wilayah Kecamatan Maba.
Sejumlah warga di Desa Buli Asal dan Wayafli mengaku mulai merasakan gejala iritasi mata perih, batuk, serta sesak napas saat berada di luar rumah tanpa menggunakan masker.
Oleh sebab itu, penyaluran ribuan masker oleh anggota legislatif daerah ini disambut dengan rasa lega dan apresiasi tinggi oleh warga setempat yang memang membutuhkan alat pelindung diri.
Selain menyalurkan bantuan masker, Kriston Batawi meminta secara formal kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk segera merespons krisis kualitas udara ini.
Pemerintah daerah diminta tidak terlambat dan segera melayangkan imbauan resmi terkait standar keselamatan kesehatan masyarakat di wilayah yang terdampak kabut asap.
Penerbitan imbauan resmi dari instansi pemerintah sangat penting agar Puskesmas Maba dan fasilitas kesehatan daerah memiliki panduan operasional dalam menyiagakan obat-obatan, tabung oksigen, dan posko pemeriksaan gratis.
Langkah antisipasi medis dari dinas kesehatan dipandang sangat krusial guna mencegah jatuhnya korban akibat serangan penyakit ISPA maupun gangguan paru-paru pada warga pedesaan.
Lebih jauh, Kriston menekankan pentingnya sinergi dan langkah penanganan terpadu untuk memadamkan titik-titik kebakaran vegetasi di areal hutan Halmahera Timur.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas pemadam kebakaran, serta tim relawan bencana didorong untuk terus menginventarisasi lokasi-lokasi kayu kering yang berpotensi memicu gesekan api baru.
Penyediaan sarana penampungan air dan mobil tangki di titik-titik rawan menjadi kebutuhan mendesak agar proses pemadaman dapat dilakukan sesegera mungkin sebelum asap tebal kembali mengarah ke permukiman.
Kriston menggarisbawahi bahwa penanganan dampak bencana kemarau panjang membutuhkan perhatian serius dan kerja sama gotong royong dari seluruh pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat.
Upaya pemantauan berkala di kawasan hutan yang rawan gesekan kayu kering diharapkan dapat menekan munculnya titik api baru di masa gelombang panas kemarau ini.
Kehadiran Kriston Batawi di Desa Buli Asal dan Wayafli memberikan ketenangan tersendiri bagi warga masyarakat yang mengharapkan perhatian dan langkah nyata dari para pemangku kebijakan.
Masyarakat Desa Buli Asal dan Wayafli mengapresiasi kepekaan wakil rakyat yang turun langsung menyerahkan perlindungan kesehatan di saat warga membutuhkan penanganan darurat.
DPRD Kabupaten Halmahera Timur memastikan akan terus memantau perkembangan situasi kualitas udara dan kesiapan fasilitas kesehatan di Kecamatan Maba hingga kondisi udara kembali normal dan sehat.
Narasumber: Kriston Batawi (Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Timur).







