
KAPUAS HULU, thewasesanews.com — Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Pos Perumbang Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad menggelar kegiatan peningkatan kapasitas fisik dan karakter siswa melalui program dukung pendidikan perbatasan Satgas Yonarmed 13 di SDN 04 Kekurak, Dusun Perumbang, Desa Kekurak, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, pada Jumat, 18 September 2026.
Langkah taktis prajurit dalam mengawal kawasan terdepan Republik Indonesia ini tidak hanya berfokus pada patroli pengamanan garis perbatasan negara semata, melainkan juga menyentuh aspek krusial pembangunan sumber daya manusia di wilayah terisolasi. Dalam aksi nyata mendukung pendidikan perbatasan tersebut, personel militer menerjunkan Bantuan Tenaga Pendidik (Gadik) khusus untuk mengisi materi pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan yang selama ini membutuhkan penguatan sarana pengajaran di pedalaman.
Rangkaian kegiatan pengajaran yang dipusatkan di halaman luar kelas SDN 04 Kekurak tersebut dikemas secara interaktif, edukatif, dan penuh kegembiraan. Para prajurit membekali para murid dengan kombinasi teori dasar serta praktik olahraga lapang, mencakup gerakan senam kebugaran jasmani, teknik dasar olah bola, hingga simulasi latihan ketangkasan fisik yang dirancang khusus sesuai dengan tingkat perkembangan anak-anak usia sekolah dasar.

Selain ditujukan untuk menjaga kebugaran tubuh para siswa di tengah keterbatasan sarana olahraga perdesaan, kehadiran personel Satgas Pamtas di lingkungan sekolah bertujuan menanamkan fondasi kedisiplinan yang kokoh. Semangat kebersamaan, jiwa sportivitas, serta rasa saling menghargai antarsesama murid menjadi fokus utama pembelajaran agar tumbuh sejak dini di sanubari anak-anak kawasan perbatasan.
Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa pendampingan di bidang pendidikan olahraga ini merupakan komitmen berkelanjutan TNI dalam mengawal tumbuh kembang serta pembentukan karakter generasi penerus bangsa di teritorial terdepan.
“Kegiatan Bantuan Tenaga Pendidik di bidang olahraga ini merupakan wujud kepedulian prajurit Nanggala terhadap tumbuh kembang dan pembentukan karakter generasi muda di garis batas negara, tempat melalui interaksi yang menyenangkan ini diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, disiplin, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat,” ujar Letkol Arm Rokib Hanafi.
Penegasan dari Dansatgas tersebut menggarisbawahi tantangan geografis dan sosial yang kerap dihadapi sekolah-sekolah di pelosok Kapuas Hulu. Keterbatasan tenaga pengajar profesional di bidang olahraga di kawasan terpencil acap kali membuat materi pengembangan kebugaran murid menjadi belum optimal, sehingga sinergi bersama prajurit Kostrad hadir sebagai solusi efektif.

Dalam pelaksanaannya, metode pendekatan yang diterapkan oleh prajurit Pos Perumbang mengedepankan suasana belajar yang gembira, ramah anak, dan inklusif. Pendekatan persuasif ini terbukti efektif mencairkan kekakuan antara prajurit TNI dan anak-anak sekolah dasar, sehingga materi pelatihan ketangkasan fisik dapat diserap secara optimal tanpa mengurangi bobot kedisiplinan yang disampaikan.
Para murid serta majelis guru SDN 04 Kekurak menyambut kehadiran para personel militer dengan antusiasme yang sangat tinggi. Keceriaan terpancar dari raut wajah para siswa saat mengikuti setiap instruksi peragaan gerakan senam dan permainan bola yang dipandu langsung oleh prajurit Kostrad di bawah terik matahari perbatasan.
Aktivitas fisik yang terstruktur di area terbuka sekolah ini dipercaya mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan metabolik serta kesiapan mental para siswa dalam menerima materi pelajaran umum di dalam kelas. Tubuh yang bugar dan pikiran yang segar menjadi modal utama dalam meningkatkan daya tangkap serta prestasi akademik anak-anak di kawasan terpencil.
Di samping manfaat kesehatan fisik, penanaman jiwa nasionalisme menjadi benang merah yang tak terpisahkan dari seluruh interaksi prajurit bersama para pelajar di Kecamatan Badau. Sebagai kawasan yang berbatasan langsung dengan wilayah Sarawak, Malaysia, penguatan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda menjadi benteng pertahanan non-militer yang amat fundamental.

Melalui pemberian motivasi belajar secara berkala, Satgas Pamtas berupaya membuka cakrawala berpikir para murid agar memiliki cita-cita yang tinggi dan tidak merasa berkecil hati meskipun mengenyam pendidikan di pedalaman. Kehadiran sosok prajurit yang gagah namun ramah menjadi figur teladan tersendiri bagi anak-anak di pedesaan perbatasan.
Seluruh rangkaian program Bantuan Tenaga Pendidik bidang olahraga di SDN 04 Kekurak ini berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan diselimuti suasana kekeluargaan yang erat. Hubungan emosional yang terbangun antara personel TNI, pihak sekolah, dan orang tua murid mencerminkan Kemanunggalan TNI bersama rakyat yang makin solid di pelosok negeri.
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan teritorial berkesinambungan di berbagai sektor kehidupan masyarakat sepanjang masa tugas di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Selain menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perbatasan, kehadiran prajurit dipastikan senantiasa memberi nilai tambah nyata bagi kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan warga lokal.

Upaya nyata yang ditunjukkan oleh Pos Perumbang menjadi bukti konkret bahwa garda terdepan pertahanan negara tidak hanya piawai dalam menjaga patok batas negara, tetapi juga bertindak sebagai pembina masyarakat yang peka terhadap masa depan anak-anak bangsa. Harapan besar tertumpu agar kegiatan semacam ini dapat merekatkan cita-cita para murid perbatasan untuk terus meraih pendidikan setinggi-tingginya demi kemajuan wilayah perbatasan Indonesia di masa mendatang.
Sumber: Siaran Pers Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala Kostrad








