Penulis Buku Prabowonomics Dirikan Ormas Prabowonomics 2 Periode. - thewasesanews.com

Penulis Buku Prabowonomics 946 Halaman Dirikan Ormas Prabowonomics 2 Periode, Kawal Keberlanjutan Gagasan Ekonomi Konstitusi

​“Buku ini saya tulis dalam dua versi, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, sebagai dokumentasi komprehensif gagasan, kebijakan, program, capaian, dan dampak pembangunan ekonomi. P2P hadir untuk memastikan gagasan itu hidup dan dibahas secara kritis, terukur, kolaboratif, serta diimplementasikan sampai ke desa,” ujar Yonge.

JAKARTA, Thewasesanews.com — Penulis Buku Prabowonomics Dirikan Ormas Prabowonomics 2 Periode sebagai langkah nyata dalam mengawal keberlanjutan gagasan ekonomi kerakyatan dan ekonomi konstitusi Presiden Prabowo Subianto di seluruh pelosok Indonesia.

​Inisiatif pembentukan organisasi kemasyarakatan bernama Prabowonomics 2 Periode (P2P) tersebut disampaikan langsung oleh Penulis Buku Prabowonomics, Yonge Sihombing, S.E., M.B.A., melalui rilis resmi kepada awak media di Jakarta pada Rabu (14/10/2026).

​Ormas ini dibentuk secara khusus untuk mengawal keberlanjutan gagasan ekonomi kerakyatan Presiden Prabowo Subianto yang telah didokumentasikan secara komprehensif dalam Buku Prabowonomics edisi bilingual setebal 946 halaman, terbagi dalam 6 bagian dan 42 bab.

​Ketua Umum DPP P2P, Yonge Sihombing, menegaskan bahwa P2P bukan merupakan gerakan politik praktis, melainkan sebuah gerakan literasi dan advokasi gagasan yang merujuk pada amanat Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945, Asta Cita Presiden, serta peta jalan Indonesia Emas 2045.

Penulis Buku Prabowonomics Dirikan Ormas Prabowonomics 2 Periode. - thewasesanews.com

​“Buku ini saya tulis dalam dua versi, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, sebagai dokumentasi komprehensif gagasan, kebijakan, program, capaian, dan dampak pembangunan ekonomi. P2P hadir untuk memastikan gagasan itu hidup dan dibahas secara kritis, terukur, kolaboratif, serta diimplementasikan sampai ke desa,” ujar Yonge.

Yonge menjelaskan struktur isi buku secara mendalam, di mana bagian pertama mengulas kehidupan awal dan keluarga Prabowo, karier militer, bisnis, politik, pencalonan, hingga keterpilihan Prabowo sebagai Presiden RI ke-8, termasuk Asta Cita, Kabinet Merah Putih, dan pokok-pokok pikiran Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo.

​Bagian kedua membedah fondasi konseptual Prabowonomics sebagai mazhab ekonomi konstitusi yang menempatkan negara sebagai prime mover, bukan sekadar regulator. Pada bagian ini dibahas Globalnomics, paradoks ekonomi global, dan perang ekonomi global.

​Bagian ketiga sampai keenam mengulas program unggulan secara implementatif, meliputi swasembada pangan, swasembada energi, hilirisasi dan industrialisasi, ekonomi udara, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, ekonomi biru, penciptaan lapangan kerja berkualitas, kewirausahaan rakyat, serta tiga pilar pelaksana Hasil Terbaik Cepat yaitu Danantara, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Koperasi Desa Merah Putih.

​Keenam pilar tersebut sejalan dengan pidato Presiden Prabowo di World Economic Forum Davos, Swiss, pada 22 Januari 2025, serta pidato kenegaraan di Gedung DPR RI pada Agustus 2025 dan Agustus 2026 yang menekankan penggunaan APBN untuk rakyat dan penghentian penjualan bahan mentah.

​Terkait dukungan politik, Yonge mencatat dengan hormat pernyataan para ketua umum partai politik, seperti Partai Gerindra, Golkar, PKB, dan PAN yang telah menyatakan dukungan untuk keberlanjutan kepemimpinan Presiden Prabowo selama dua periode.

​Ia secara khusus mengapresiasi Hari Lahir (Harlah) PKB yang mengusung tema Prabowonomics sebagai tema besar, yang menunjukkan bahwa gagasan ekonomi kerakyatan telah diterima secara luas lintas partai.

​P2P juga menerima dukungan moril dari berbagai tokoh bangsa lintas latar belakang, termasuk Rocky Gerung, jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), dan Syahganda Nainggolan dari Badan Komunikasi Presiden.

​Yonge membedakan posisi P2P dengan partai politik; jika partai politik fokus pada keberlanjutan figur Presiden sebagai pemimpin, maka P2P berfokus pada keberlanjutan gagasannya—satu periode untuk meletakkan fondasi dan periode kedua untuk memastikan implementasi hingga ke akar rumput.

​Sekretaris Jenderal DPP P2P, Imam Aryo Laksono, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa P2P akan membentuk struktur organisasi hingga ke daerah, diawali dengan pembentukan 38 Dewan Pimpinan Daerah (DPD P2P) di tingkat provinsi se-Indonesia, termasuk provinsi pemekaran di Papua, lalu dilanjutkan ke tingkat DPC, PAC, ranting, dan anak ranting.

​Sementara itu, Bendahara Umum DPP P2P, Ir. Juliski Simorangkir, M.M., menegaskan P2P akan dikelola secara transparan, akuntabel, dan mandiri secara finansial sesuai asas kekeluargaan Pasal 33 UUD 1945, dengan fokus pemberdayaan UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, serta akses permodalan rakyat.

​Ormas P2P menggunakan simbol logo berbingkai emas dengan latar Merah Putih bertuliskan PRABOWONOMICS 2 PERIODE dan P2P di bagian bawah sebagai lambang nasionalisme dan keberlanjutan pembangunan.

​Yonge Sihombing memohon doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, akademisi, tokoh adat, tokoh agama, mahasiswa, pelaku UMKM, dan insan pers agar Ormas P2P dapat tumbuh sebagai gerakan kebangsaan yang santun, inklusif, dan membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat.

​Masyarakat yang ingin bergabung dan berkolaborasi menjadi bagian dari keluarga besar Ormas Prabowonomics 2 Periode di seluruh tingkat kepengurusan dapat menghubungi Ketua Umum DPP P2P Yonge Sihombing melalui kontak WhatsApp di nomor 0812-6688-5927. (LS)


Narasumber: Yonge Sihombing, S.E., M.B.A. (Ketua Umum DPP P2P / Penulis Buku Prabowonomics), Imam Aryo Laksono, S.E., M.Si. (Sekretaris Jenderal DPP P2P), Ir. Juliski Simorangkir, M.M. (Bendahara Umum DPP P2P).


Dokumen Rujukan: Siaran Pers Resmi DPP Prabowonomics 2 Periode (P2P) Terkait Deklarasi dan Pembentukan Ormas P2P di Jakarta (14 Oktober 2026).

Logo The Wasesa News
Dicky S

WARTA SEJATI SANTUN

Leave a Reply

error: Content is protected !!