
JAKARTA, Thewasesanews.com — Pengurus DPP GMPD Resmi Dilantik dalam rangkaian pengukuhan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Pemerhati Desa (DPP GMPD) yang dirangkai dengan Seminar Kebangsaan bertajuk “Desa, Tanah Ulayat dan Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045” di Operational Room Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI (Kemendes PDT RI), Kalibata, Jakarta Selatan, pada Sabtu (10/10/2026).
Prosesi pengukuhan jajaran pengurus organisasi pemuda peduli desa tersebut dipimpin secara langsung oleh Direktur Kawasan, Perkotaan, dan Batas Negara (Waskoban) Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Dr. Drs. Amran, M.T.
Kegiatan strategis ini diselenggarakan guna memperkuat pemahaman serta akselerasi partisipasi pemuda dalam pembangunan desa, perlindungan hak ulayat masyarakat adat, penegakan keadilan agraria, hingga penguatan ketahanan nasional berbasis pedesaan.
Ketua Umum DPP GMPD, Wahyu Irawan, S.Pd.I., M.M., dalam pidato sambutannya menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sebatas seremoni keorganisasian, melainkan momentum penting untuk meneguhkan komitmen serta memperkuat kesadaran pengabdian nyata kepada masyarakat.

Ia menginstruksikan seluruh jajaran pengurus agar menjadikan GMPD sebagai wadah perjuangan pemuda yang peduli, kritis, solutif, dan senantiasa berorientasi pada kemajuan serta kesejahteraan desa di seluruh penjuru tanah air.
Wahyu menggarisbawahi bahwa desa merupakan fondasi utama pembangunan nasional, di mana kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak akan pernah bisa dipisahkan dari tingkat kemajuan wilayah pedesaan.
Seluruh pengurus diimbau untuk memegang teguh amanah, menjaga integritas, memelihara loyalitas organisasi, menanggalkan ego sektoral, serta memprioritaskan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.
”Pelantikan hari ini bukan sekadar seremonial saja, lebih dari itu merupakan momentum untuk meneguhkan komitmen dan memperkuat kesadaran membangun pengabdian kepada masyarakat. GMPD harus menjadi wadah perjuangan yang peduli, kritis, solutif, dan berorientasi pada kemajuan desa. Kami berpesan kepada pengurus yang dilantik agar tetap memegang amanah, integritas, loyalitas, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat. Mari tinggalkan ego sektoral, jaga nama baik organisasi, dan perkuat solidaritas,” tegas Ketua Umum DPP GMPD, Wahyu Irawan, S.Pd.I., M.M.
Hadir memberikan pandangan kunci (keynote speaker), Dr. Drs. Amran, M.T., memaparkan dua dimensi penting dalam tubuh organisasi, yakni esensi Gerakan Muda dan peran strategis Pemerhati Desa.
Ia mengingatkan bahwa meski batasan umur kepemudaan menurut undang-undang adalah 30 tahun, semangat dan jiwa muda tidak boleh padam dalam mengawal fondasi bangsa di pedesaan.
Dr. Amran memberikan perspektif baru bahwa pemahaman tentang desa saat ini tidak lagi sebatas kawasan agraris, melainkan telah merambah kawasan perkotaan metropolitan seperti Sentul City, Pantai Indah Kapuk (PIK), hingga wilayah penyangga Jabodetabekjur di Kabupaten Bekasi, Bogor, dan Cianjur.
Merujuk pesan bersejarah Bung Karno tentang daya ubah pemuda, ia meyakini kehadiran pemuda yang berfokus pada pembangunan desa dapat mengakselerasi cita-cita Indonesia menjadi negara maju, sekaligus menantang GMPD untuk tidak sebatas menjadi pengamat melainkan pembangun desa.
Rektor Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI, Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H., M.Si. (Mpok Silvi), menekankan pentingnya peran pemuda di setiap lini kehidupan serta dorongan untuk tidak pernah berhenti belajar (long life learning).
Mpok Silvi mendorong kepemudaan untuk aktif membangun sinergi Pentahelix bersama pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media guna menyongsong terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Ketua KPU Jakarta Selatan, Muhammad Taqiyuddin, menyuarakan tantangan nyata terkait perlindungan hak sipil masyarakat adat, seperti warga Suku Badui yang masih banyak belum memiliki KTP, di mana GMPD diharapkan dapat mengambil peran advokasi secara nyata.
Di sela-sela diskusi yang dimoderatori oleh pengurus DPP GMPD sekaligus Dosen Universitas Esa Unggul, Syurya Muhammad Nur, S.Pd., M.Si., Wakil Menteri Desa PDT RI, Ir. Ahmad Riza Patria, M.B.A., menyapa secara virtual melalui saluran Zoom.
Wamen Desa PDT RI menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan pengurus dan menaruh harapan besar agar DPP GMPD mampu memberikan kontribusi konkret, mengabdi, serta bergerak aktif di tengah masyarakat desa demi terwujudnya tagline “Pemuda Bergerak, Desa Berdaya, Indonesia Jaya”.
Sebagai langkah konkret penguatan kapasitas organisasi, momentum pelantikan ini turut ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS/MoU) antara DPP GMPD dan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan secara langsung oleh Ketua Umum DPP GMPD Wahyu Irawan dan Rektor Institut STIAMI Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H., M.Si.
Prosesi kerja sama akademik-kemasyarakatan tersebut disaksikan oleh Dr. Drs. Amran, M.T., Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kemenkop RI Henny Navilah, Ketua KPU Jaksel Muhammad Taqiyuddin, Kapus Pendidikan Pertanian BPPSDMP Dr. M. Amin, S.Pi., M.Si., serta Direktur Kemitraan Institut STIAMI Dr. Dedy Kusna Utama, S.Sos., M.A.
Sinergi ini diproyeksikan menjadi dasar kolaborasi strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pemuda, memperkuat tata kelola pemerintahan desa, serta mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat pedesaan.
Rangkaian acara ditutup dengan penyampaian apresiasi dan rasa terima kasih dari Ketua Panitia Pelaksana, Agus Fitri, didampingi Sekretaris Panitia, Ahmad Yani.
Panitia menyampaikan terima kasih mendalam kepada seluruh jajaran panitia, tamu undangan, pemateri, hingga para sponsor yang telah mendukung kelancaran dan suksesnya agenda pelantikan serta Seminar Kebangsaan DPP GMPD. (Megy)
Sumber: Siaran Resmi Pelantikan Pengurus DPP GMPD dan Seminar Kebangsaan di Operational Room Kemendes PDT RI, Kalibata, Jakarta Selatan (10 Oktober 2026).








