Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia. - thewasesanews.com

Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia, 19 Tahun PPWI Tegaskan Kekuatan Pewarta Warga untuk Perdamaian

“Di tengah ledakan informasi digital dan dinamika konflik global, pewarta warga tidak cukup hanya menjadi penyampai informasi yang mengedepankan kecepatan. Kami ditantang untuk menjadi bagian dari solusi dengan menjadikan perdamaian, keadilan, dan nilai kemanusiaan sebagai pilar utama pemberitaan. Melalui momentum 19 tahun PPWI di Bandar Lampung, kami menegaskan bahwa citizen journalism adalah kekuatan sosial yang bertanggung jawab untuk menjembatani Indonesia dan dunia,” tegas perwakilan Panitia Internasional PPWI.

BANDAR LAMPUNG, Thewasesanews.com — Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia menyusul gelaran Seminar Internasional puncak peringatan 19 tahun Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) yang dijadwalkan berlangsung di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, pada 11 November 2026 mendatang.

​Perhelatan berskala global ini diselenggarakan di tengah dinamika arus informasi digital yang bergerak sangat cepat, di mana setiap individu memiliki kapasitas untuk menjadi penyampai berita secara mendiri melalui gawai pintar.

​Forum internasional tersebut dirancang untuk menjawab tantangan zaman terkait siapa yang menyuarakan kebenaran, untuk kepentingan siapa informasi disampaikan, serta bagaimana jurnalisme warga berkontribusi nyata bagi perdamaian dunia.

​Mengangkat tema utama “19 Years of PPWI: Affirming the Role of Citizen Journalists for Peace, Justice, and Humanity”, seminar ini diproyeksikan menjadi panggung perjumpaan gagasan lintas negara dan lintas sektoral.

​Kegiatan ini mempertemukan pewarta warga, akademisi, tokoh politik, jurnalis profesional, aktivis masyarakat sipil, pelaku dunia usaha, hingga diplomat dari pelbagai belahan dunia.

​Bagi PPWI, peringatan 19 tahun perjalanan organisasi bukan sekadar penanda usia, melainkan momentum krusial untuk mengukuhkan posisi citizen journalist sebagai pilar penting ekosistem informasi publik.

​Pewarta warga diposisikan sebagai kekuatan sosial yang mengambil peran aktif dalam membangun perdamaian, memperjuangkan keadilan, serta menegakkan nilai-nilai kemanusiaan universal.

​Seminar Internasional PPWI ini menghadirkan jajaran pembicara terkemuka dari pelbagai negara dengan latar belakang keahlian yang sangat beragam.

​Dari Rusia, hadir Madam Elena Semerikova selaku Chair of the International World Peace Movement “Women Dialogue” yang akan membawa perspektif gerakan perdamaian dan pentingnya dialog lintas bangsa.

​Perwakilan dari Mesir menghadirkan Dr. Ahmed Issa Bedir selaku Advisor to the Youth and Creative Economy Council of the Arab League, serta Prof. Mohamed Sayed Mohamed dari Al-Azhar University, Cairo.

​Kedua pakar asal Mesir tersebut akan memperkaya diskusi mengenai peran generasi muda, ekonomi kreatif, pendidikan, serta strategi komunikasi publik internasional.

​Sementara itu, jurnalis senior asal Libya, Dr. Faez Mohmad Monsour Alfarjani, dijadwalkan memaparkan pengalaman jurnalistik kawasan Afrika Utara dan tantangan komunikasi global.

​Dari ranah domestik Indonesia, seminar ini menghadirkan Wakil Ketua DPR RI Prof. Dr. Sufmi Dasco Ahmad, serta akademisi Universitas Lampung Prof. Dr. Syarief Mahkya.

​“Di tengah ledakan informasi digital dan dinamika konflik global, pewarta warga tidak cukup hanya menjadi penyampai informasi yang mengedepankan kecepatan. Kami ditantang untuk menjadi bagian dari solusi dengan menjadikan perdamaian, keadilan, dan nilai kemanusiaan sebagai pilar utama pemberitaan. Melalui momentum 19 tahun PPWI di Bandar Lampung, kami menegaskan bahwa citizen journalism adalah kekuatan sosial yang bertanggung jawab untuk menjembatani Indonesia dan dunia,” tegas perwakilan Panitia Internasional PPWI.

Komposisi pembicara tersebut mencerminkan komitmen PPWI dalam menyinergikan perspektif jurnalistik, akademis, politik, kepemudaan, serta diplomasi sosial dalam satu panggung kehormatan.

​Transformasi teknologi digital disadari telah menggeser monopoli produksi berita dari institusi media konvensional ke tangan masyarakat luas.

​Masyarakat kini memiliki kemampuan langsung untuk merekam peristiwa, menyebarkan laporan faktual, dan menggerakkan opini publik secara langsung dari lingkungan terdekat.

​Kendati demikian, kebebasan berekspresi dan kecepatan penyebaran informasi tersebut dituntut berjalan beriringan dengan tanggung jawab etis, akurasi data, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

​Di tengah ancaman disinformasi dan polarisasi sosial, tradisi jurnalisme warga yang bertanggung jawab menjadi benteng utama dalam menjaga keutuhan masyarakat.

​Selain forum diskusi utama, rangkaian perhelatan 19 tahun PPWI juga membuka ruang pameran inovasi, teknologi media, produk UMKM, serta program kelembagaan bagi mitra nasional dan internasional.

​Sinergi lintas sektor ini diharapkan melahirkan jejaring kerja sama yang berkelanjutan di bidang jurnalistik, pendidikan, ekonomi kreatif, dan aksi kemanusiaan global.

​Melalui perhelatan di Bandar Lampung ini, PPWI mempertegas komitmennya untuk terus mengawal peran pewarta warga sebagai mata dan telinga masyarakat yang adil, terbuka, dan bermartabat.

Narasumber: Panitia Penyelenggara Seminar Internasional 19 Tahun PPWI, Pengurus Pusat Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI).

Logo The Wasesa News
Dicky S

WARTA SEJATI SANTUN

Leave a Reply

error: Content is protected !!