
JAKARTA, thewasesanews.com — Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres secara resmi melalui upacara pengucapan sumpah dan janji jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026).
Pengangkatan susunan keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tersebut ditetapkan berlandaskan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
Langkah krusial pembentukan Wantimpres ini diselenggarakan guna memperkuat pilar pertimbangan strategis, analisis kebijakan publik, serta masukan pemikiran komprehensif bagi Kepala Negara dalam mengawal jalannya roda pemerintahan dan pembangunan nasional.
Dalam struktur kepemimpinan Wantimpres periode anyar ini, mantan Menteri Sekretaris Negara Pratikno dipercaya menduduki posisi sebagai Ketua Wantimpres.
Kepemimpinan Pratikno didampingi oleh mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua Wantimpres, serta pengamat politik Muhammad Qodari yang mengemban amanah sebagai Sekretaris Wantimpres.
Pengisian jajaran pimpinan dan keanggotaan Wantimpres kali ini merefleksikan komposisi yang sangat inklusif dengan menghimpun 26 tokoh lintas disiplin keilmuan, latar belakang keagamaan, purnawirawan TNI-Polri, teknokrat, hingga pengamat kritis.
Kehadiran puluhan tokoh nasional bereputasi tinggi tersebut diharapkan mampu memetakan tantangan geopolitik, dinamika ekonomi global, serta ketahanan sosial budaya Indonesia menuju pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Keppres RI oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, diikuti pengucapan sumpah jabatan yang dituntun langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Seluruh anggota Wantimpres berikrar untuk setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan tugas dewan pertimbangan dengan penuh integritas, kejujuran, dan rasa tanggung jawab kepada bangsa.
“Pelantikan 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini diharapkan dapat memperkuat pertimbangan strategis bagi Presiden dalam menjalankan pemerintahan dan menghadapi berbagai tantangan bangsa ke depan,” bunyi petikan arahan resmi penataan penasehat negara di Istana Negara.
Susunan 26 nama anggota Wantimpres yang dilantik mencakup jajaran tokoh senior birokrasi, purnawirawan militer dan kepolisian, pengusaha nasional, ulama lintas pemuka agama, serta akademisi terkemuka.
Di jajaran purnawirawan dan purnabakti pejabat negara, tampak nama mantan Danjen Kopassus Agum Gumelar, mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, serta mantan Kepala BIN Budi Gunawan.
Sementara pada pilar ekonomi, bisnis, dan infrastruktur, jajaran Wantimpres diperkuat oleh tokoh pengusaha Dato Sri Tahir, mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, pengusaha jalan tol Jusuf Hamka, serta konglomerat Chairul Tanjung.
Keterwakilan pemuka agama dan ormas keagamaan menjadi salah satu pilar utama yang sangat dominan dalam keanggotaan Wantimpres periode ini.
Sejumlah ulama dan pimpinan organisasi keagamaan nasional yang masuk dalam jajaran Wantimpres di antaranya mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, serta cendekiawan Muslim Prof. Quraish Shihab.
Turut memperkuat barisan penasehat keagamaan yakni mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah KH Salim Segaf Al-Jufri, Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin/tokoh keagamaan, serta Hj. Sinta Nuriyah Wahid yang mewakili tokoh hak asasi manusia dan perempuan.
Selain tokoh Islam, kebhinekaan Wantimpres diwakili oleh pimpinan keagamaan lintas iman, seperti Ida Bagus Purwalaksana dari unsur Hindu, Budi Santoso Tanuwibowo dari unsur Khonghucu, serta Pdt. Jacky Manuputty dari unsur Kristiani.
Pilar akademisi, pakar hukum, serta pengamat sosial politik turut mendapatkan porsi signifikan dalam keanggotaan lembaga pertimbangan presiden ini.
Pakar hukum tata negara mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung, pakar hukum tata negara Margarito Kamis, mantan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, serta para akademisi seperti Philip Kuncoro, Yusuf Wanandi, dan Muhammad Hatta tercatat resmi dalam jajaran Wantimpres.
Kehadiran figur-figur kritis seperti Rocky Gerung dan Margarito Kamis di dalam struktur Wantimpres dinilai publik sebagai langkah akomodatif Presiden Prabowo untuk mendengar masukan yang objektif dan lugas.
Pelantikan ini menandai dimulainya masa tugas resmi 26 anggota Wantimpres dalam memberikan nasihat dan pertimbangan, baik diminta maupun tidak diminta, kepada Presiden Republik Indonesia.
Prosesi pelantikan di Istana Negara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden, para pimpinan lembaga negara, serta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.
Narasumber: Sekretariat Presiden RI.








