
TERNATE, thewasesanews.com — Pelantikan Pengurus IDI Maluku Utara untuk jajaran pengurus wilayah dan cabang se-Provinsi Maluku Utara masa bakti 2025–2028 resmi digelar di Hotel Bela, Kota Ternate, pada Sabtu (19/9/2026), sebagai momentum strategis pemerintah daerah dalam menegaskan komitmen penguatan pelayanan kesehatan hingga kawasan pulau terpencil dan terluar.
Agenda pengukuhan organisasi profesi kedokteran tersebut dihadiri secara langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Drs. H. Samsudin Abdul Kadir, M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda untuk menyampaikan arahan serta garis besar kebijakan pembangunan sektor kesehatan daerah.
Dalam perhelatan akbar tersebut, jajaran pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Maluku Utara masa bakti 2025–2028 yang dipimpin oleh Dr. Ali Akbar Taslim, M.Kes., dilantik secara resmi bersama jajaran ketua dan pengurus IDI cabang dari seluruh kabupaten dan kota se-Maluku Utara.

Prosesi pelantikan ini turut disaksikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr. dr. Slamet Budiarto, S.H., M.H.Kes., beserta deretan pimpinan instansi kesehatan, pejabat daerah, serta perwakilan pengurus IDI dari wilayah kabupaten dan kota.
Mengawali amanat tertulis Gubernur Maluku Utara, Sekda Samsudin Abdul Kadir menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus yang baru saja mengemban amanat kepemimpinan organisasi profesi kedokteran di Maluku Utara.
Pemerintah daerah menekankan bahwa mandat yang diserahkan di pundak para dokter bukan sekadar rutinitas pergantian kepengurusan internal organisasi, melainkan sebuah amanah kebangsaan yang menuntut integritas, profesionalisme, serta dedikasi tanpa batas bagi masyarakat.
Profesi dokter dinilai memegang peranan yang amat sentral serta vital dalam menjaga keberlanjutan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial warga di seluruh penjuru Provinsi Maluku Utara.
Gubernur menggarisbawahi bahwa kiprah seorang dokter tidak boleh dipersempit hanya sebatas pada aktivitas klinis pengobatan saat masyarakat mengalami sakit atau gangguan kesehatan semata.
Para tenaga medis memiliki tanggung jawab moral dan etis yang jauh lebih luas dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Dokter dituntut berada di garis depan dalam merancang upaya pencegahan penyakit, memberikan edukasi kesehatan yang transformatif, serta menjamin seluruh lapisan warga memperoleh akses pelayanan medis yang bermutu, adil, dan manusiawi.
Tantangan geografis Maluku Utara yang didominasi wilayah kepulauan menuntut terobosan pemerataan fasilitas medis agar tidak ada warga di kawasan terisolasi yang terabaikan hak kesehatan dasarnya.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendorong penuh IDI agar mampu mengambil peran kunci sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan dan mengawal berbagai kebijakan pembangunan kesehatan daerah.
Sumbangan pemikiran, masukan berbasis kepakaran, serta riset ilmiah dari para praktisi kedokteran sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah guna menyusun regulasi medis yang presisi serta tepat sasaran.
Kemitraan inklusif tersebut dinilai amat krusial, terutama dalam menjawab persoalan disparitas atau ketimpangan layanan kesehatan di wilayah-wilayah pedalaman dan pulau-pulau yang memiliki aksesibilitas transportasi terbatas.
Pemprov Malut meyakini bahwa dengan melibatkan organisasi profesi sejak tahap perencanaan, program penanggulangan masalah kesehatan masyarakat dapat dieksecusi dengan jauh lebih efektif di lapangan.
“Masukan dan pemikiran para dokter sangat dibutuhkan dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah yang aksesnya masih terbatas,” kata Sekda Samsudin Abdul Kadir saat membacakan sambutan Gubernur Maluku Utara.
Kepengurusan IDI yang baru dilantik juga diharapkan dapat memperkokoh solidaritas serta kebersamaan antar-sesama dokter yang bertugas di seluruh wilayah Maluku Utara.
Peningkatan mutu pelayanan praktis dan penegakan etika profesi kedokteran harus terus dipelihara sebagai fondasi utama dalam menjaga martabat institusi serta kepercayaan publik.
Pemerintah daerah mengidentifikasi sejumlah bidang prioritas yang membutuhkan perhatian penuh dari IDI, di antaranya program pengabdian masyarakat di kawasan perbatasan, penanggulangan bencana alam, serta penanganan penyakit menular.
Pengembangan kapasitas keilmuan melalui riset kedokteran berkelanjutan dan peningkatan kualitas praktik klinik juga menjadi poin krusial yang terus didorong oleh pemerintah.
Dalam pidatonya, Gubernur Maluku Utara mengingatkan bahwa sektor pelayanan kesehatan merupakan urusan publik yang amat kompleks sehingga tidak mungkin mampu dikerjakan oleh satu instansi saja secara mandiri.
Peningkatan derajat kesehatan masyarakat Maluku Utara membutuhkan sinergi kolaboratif lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, organisasi profesi medis, institusi pendidikan, dunia usaha, hingga partisipasi aktif masyarakat.
Kerja sama multi-pihak ini menjadi kunci utama dalam meruntuhkan berbagai hambatan logistik dan infrastruktur yang selama ini menjadi kendala klasik di daerah kepulauan.
Pembangunan kesehatan di Maluku Utara ditegaskan bukan sebatas pencapaian target fisik bangunan atau pemenuhan angka-angka statistik semata.
Kehadiran pelayanan medis yang dekat, cepat, ramah, berkualitas, serta menghargai martabat manusia menjadi tolok ukur hakiki dari keberhasilan pembangunan sektor kesehatan di Maluku Utara.
Kepada seluruh pengurus IDI cabang kabupaten dan kota yang baru dilantik, Gubernur berpesan agar organisasi profesi ini terus memperkuat konsolidasi internal serta hadir makin dekat dengan kehidupan warga.
Kepercayaan masyarakat terhadap insan kedokteran tidak dapat dibeli dengan materi, melainkan ditumbuhkan melalui keahlian mumpuni yang dibalut ketulusan niat dalam mengabdi.
Acara pelantikan akbar tersebut juga dihadiri oleh delegasi khusus dari Kabupaten Halmahera Tengah, di antaranya Ketua IDI Cabang Halmahera Tengah Dr. Saiful Rahman Bin Usman.
Turut mendampingi yakni Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah Aidin Abdurahman, S.KM., M.Kes., serta Direktur RSUD Weda Dr. Syukri Soamole.
Kehadiran para pimpinan instansi kesehatan dari daerah kabupaten/kota ini menegaskan komitmen bersama dalam menyelaraskan visi pelayanan medis dari tingkat provinsi hingga ke fasilitas kesehatan di daerah terdepan.
Momentum pelantikan ini dipandang sebagai titik awal bagi kepengurusan IDI Wilayah Maluku Utara dan IDI cabang di seluruh kabupaten/kota untuk melangkah lebih progresif.
Organisasi profesi ini diharapkan terus menjadi benteng pertahanan kesehatan masyarakat sekaligus motor penggerak transformasi pelayanan medis di kawasan timur Indonesia.
Gubernur Maluku Utara menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan pengabdian tanpa lelah yang telah ditunjukkan oleh seluruh dokter di Maluku Utara selama ini.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengajak seluruh elemen kesehatan untuk terus bergandengan tangan menciptakan ekosistem pelayanan medis yang tangguh, adil, dan merata bagi seluruh rakyat Maluku Utara.
Sumber: Humas Pemprov Maluku Utara & IDI Wilayah Maluku Utara








