Pembangunan Gereja Syalom Halmahera Tengah. - thewasesanews.com

Bupati Halmahera Tengah Tegaskan Komitmen Toleransi dan Pengawalan Pemda

​“Terima kasih kepada semua panitia dan jemaat yang banyak berkorban dan penuh semangat dalam membangun rumah ibadah ini. Banyak perjuangan, pikiran, mulai dari proses persiapan lahan sampai pada hari ini melaksanakan peletakan batu pertama,” ucap Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, di lokasi acara.

HALMAHERA TENGAH, thewasesanews.comPembangunan Gereja Syalom Halmahera Tengah resmi dimulai setelah Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, bersama Wakil Bupati Ahlan Djumadil, menghadiri secara langsung prosesi peletakan batu pertama di Perumahan 50, Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, pada Selasa, 15 September 2026.

​Kehadiran jajaran pimpinan tertinggi Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah tersebut menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pemenuhan sarana ibadah umat beragama sekaligus memperkuat nilai-nilai keharmonisan sosial di wilayah setempat.

​Dalam sambutan resminya di hadapan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ratusan jemaat yang hadir, Bupati Ikram menyampaikan bahwa momen peletakan batu pertama ini merupakan tonggak sejarah spiritual yang sangat penting bagi masyarakat setempat.

​Bupati mengajak seluruh elemen yang hadir untuk secara bersama-sama menundukkan kepala dan berdoa agar seluruh rangkaian tahapan pengerjaan fisik bangunan gereja dapat berjalan dengan aman, lancar, serta tanpa hambatan berarti hingga selesai.

​Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Bupati Ikram menyampaikan apresiasi serta rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada segenap panitia pembangunan dan seluruh jemaat Gereja Syalom atas kerja keras yang tidak kenal lelah.

​Pihaknya menilai bahwa keberhasilan melangkah hingga ke tahap peletakan batu pertama merupakan bukti nyata dari soliditas jemaat yang saling mendukung, menguatkan, dan bahu-membahu dalam mewujudkan rumah ibadah yang representatif.

​Semangat gotong royong dan pengorbanan yang ditunjukkan oleh warga masyarakat di kawasan Perumahan 50 Desa Fidi Jaya dinilai menjadi modal sosial utama dalam menuntaskan proyek pembangunan fasilitas keagamaan tersebut.

​Bupati menegaskan bahwa perjalanan panjang menuju hari bersejarah peletakan batu pertama ini bukanlah sebuah proses yang singkat, melainkan melalui berbagai tahapan persiapan yang menguji kesabaran.

“Terima kasih kepada semua panitia dan jemaat yang banyak berkorban dan penuh semangat dalam membangun rumah ibadah ini. Banyak perjuangan, pikiran, mulai dari proses persiapan lahan sampai pada hari ini melaksanakan peletakan batu pertama,” ucap Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, di lokasi acara.

​Ia menuturkan bahwa berbagai pengorbanan pikiran, waktu, dan sumber daya finansial telah dicurahkan oleh jajaran panitia serta jemaat sejak masa-masa awal pembebasan, pemetaan, hingga penataan kelayakan lahan lokasi bangunan.

​Oleh karena itu, momen peresmian pengerjaan awal ini patut disyukuri bersama sebagai buah manis dari kesabaran, kebersamaan, dan keharmonisan seluruh elemen masyarakat yang ada di Desa Fidi Jaya.

​Mengingat proses pengerjaan konstruksi fisik gedung gereja ini akan memerlukan durasi waktu yang cukup panjang serta membutuhkan alokasi sumber daya yang tidak sedikit, Bupati memberikan kepastian bahwa masyarakat tidak akan berjalan sendirian.

​Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah bersama jajaran Pemerintah Desa Fidi Jaya berkomitmen untuk secara konsisten turut menjadi bagian aktif dalam mendampingi dan mendukung seluruh tahapan proses pembangunan tersebut hingga selesai.

​Dukungan pemerintah daerah tidak hanya diwujudkan dalam batas apresiasi normatif, melainkan juga melalui pengawalan kebijakan sosial dan sinergi lintas sektor agar sarana ibadah tersebut dapat berdiri kokoh sesuai rencana.

​Kehadiran Bupati Ikram Malan Sangadji bersama Wakil Bupati Ahlan Djumadil dalam acara peletakan batu pertama ini menjadi bukti konkrit dari komitmen Pemda dalam merawat kebhinekaan di Halmahera Tengah.

​Sikap saling menghormati, saling mengayomi, dan saling mendukung antarumat beragama terus dijaga sebagai pilar utama pembentukan iklim sosial yang kondusif di daerah yang tengah berkembang pesat ini.

​Pemerintah daerah memandang bahwa keberadaan rumah ibadah memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya sekadar sebagai tempat pelaksanaan ritual keagamaan bagi para pemeluknya.

​Lebih dari itu, bangunan rumah ibadah berfungsi sebagai pusat pembinaan moral, etika, karakter, dan mental spiritual masyarakat guna membentuk pilar sumber daya manusia yang berkualitas di Halmahera Tengah.

​Melalui keberadaan fisik Gereja Syalom yang baru nantinya, kualitas kehidupan beragama serta pembinaan keimanan umat Kristiani di Desa Fidi Jaya diharapkan semakin meningkat dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.

​Keharmonisan antarumat beragama di Halmahera Tengah diyakini akan menjadi modal utama dalam mendukung percepatan berbagai program pembangunan daerah yang sedang dijalankan oleh pemerintah setempat.

​Selain itu, sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan seluruh warga masyarakat diharapkan terus diperkuat demi menciptakan suasana kehidupan bermasyarakat yang aman, damai, dan penuh rasa persaudaraan.

​Pemerintah daerah mengapresiasi keterlibatan aktif elemen masyarakat lokal yang secara sukarela berpartisipasi menjaga keamanan dan kelancaran jalannya seluruh prosesi acara peletakan batu pertama ini.

​Suasana kebersamaan dan rasa kekeluargaan yang tampak sepanjang acara peletakan batu pertama tersebut memperlihatkan betapa kuatnya ikatan tali silaturahmi antarwarga tanpa membeda-bedakan latar belakang keyakinan.

​Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah terus mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menjaga ketertiban, kondusifitas lingkungan, dan merawat semangat persatuan yang telah terbina dengan sangat baik.

​Pembangunan sarana ibadah ini diharapkan menjadi simbol gotong royong dan toleransi yang terus mewarnai perjalanan kemajuan daerah Kabupaten Halmahera Tengah di masa depan.

​Rangkaian acara peletakan batu pertama pembangunan Gereja Syalom di Perumahan 50 Desa Fidi Jaya tersebut berlangsung dengan khidmat, lancar, dan penuh rasa kebahagiaan hingga seluruh prosesi selesai dilaksanakan.

Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Halmahera Tengah

Avatar photo
Tomi Umarama

Leave a Reply

error: Content is protected !!