
WEDA, thewasesanews.com — Pemkab Halmahera Tengah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) di Pendopo Falcino, Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Selasa (1/9/2026). Perayaan keagamaan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah daerah, organisasi wanita, para ulama, serta tokoh masyarakat setempat sebagai sarana penguatan nilai-nilai spiritual sekaligus peningkat kualitas pengabdian aparatur negara.
​Peringatan hari lahir Nabi Besar Muhammad SAW tersebut dihadiri secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Tengah Bahri Sudirman yang hadir mewakili Bupati Halmahera Tengah. Turut mendampingi dalam jajaran tamu undangan, yakni Ketua DPRD Kabupaten Halmahera Tengah beserta jajaran anggota dewan, Kepala Bagian Kesra Setda Halmahera Tengah H. Yusuf Hasan, Ketua TP-PKK Halmahera Tengah Rallia Ashary Ikram beserta jajaran pengurus, serta Ketua DWP Halmahera Tengah Mutmainah Bahri beserta segenap jajaran anggota.
​Penyelenggaraan peringatan keagamaan tahun 2026 ini mengusung tema utama “Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai Momentum Memperkuat Keimanan, Keteladanan, dan Pelayanan kepada Masyarakat”. Pemilihan tema tersebut dinilai memiliki makna mendalam serta relevansi yang kuat dengan dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, khususnya dalam menjalankan roda pemerintahan daerah.
​Agenda spiritual ini ditempatkan sebagai ruang refleksi bersama bagi seluruh jajaran aparatur sipil negara dan elemen warga di Kabupaten Halmahera Tengah. Momentum Maulid Nabi dinilai sangat tepat untuk kembali mendalami rekam jejak perjuangan, keluhuran akhlak, serta keteladanan kepemimpinan Rasulullah SAW yang senantiasa menempatkan kemaslahatan umat di atas kepentingan pribadi.
​Refleksi atas peringatan hari lahir nabi tidak sekadar diarahkan sebagai agenda seremonial tahunan belaka, melainkan diposisikan sebagai momentum introspeksi diri secara menyeluruh. Perbaikan kualitas pribadi, pembinaan keharmonisan keluarga, penataan integritas aparatur pemerintah, hingga penguatan hubungan kemasyarakatan menjadi sasaran utama yang hendak dicapai melalui perhelatan ini.

​Keteladanan Rasulullah SAW sebagai sosok pemimpin yang sempurna memberikan pelajaran berharga mengenai arti penting keimanan yang kokoh. Keyakinan spiritual yang kuat ditegaskan tidak boleh hanya berhenti pada ritual ibadah formal semata, tetapi harus mengejawantah dalam tindakan nyata, kejujuran sikap, kesabaran, kasih sayang, serta kepedulian sosial terhadap sesama.
​Gaya kepemimpinan Rasulullah SAW yang mengedepankan prinsip keadilan, kejujuran, musyawarah, dan kepekaan sosial menjadi rujukan utama bagi jajaran birokrasi di Halmahera Tengah. Aparatur pemerintah diharapkan dapat meniru kesediaan Rasulullah SAW dalam mendengarkan aspirasi rakyat, merespons kebutuhan masyarakat, membantu kelompok rentan, serta memprioritaskan kepentingan publik dalam setiap kebijakan.
​Keberadaan para ulama dan tokoh agama di Halmahera Tengah dipandang sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan karakter masyarakat. Peran aktif tokoh agama sangat dibutuhkan guna memelihara suasana daerah yang kondusif, religius, serta membentengi warga dari berbagai pengaruh negatif peradaban modern.
​Sinergi lintas organisasi antara Pemkab Halmahera Tengah, TP-PKK, dan DWP juga terus diperkuat dalam mewujudkan ketahanan keluarga yang berkualitas. Keluarga yang tangguh dan berbasis pada nilai-nilai agama diyakini menjadi fondasi paling dasar dalam mencetak generasi penerus daerah yang berakhlak mulia dan berdaya saing.
​”Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum yang sangat baik bagi seluruh masyarakat untuk kembali mengenang perjuangan, keteladanan, dan akhlak mulia Rasulullah SAW. Lebih dari itu, peringatan ini harus menjadi sarana introspeksi dalam memperbaiki kualitas diri, baik sebagai pribadi, keluarga, aparatur pemerintah, maupun bagian dari masyarakat. Dari Rasulullah kita belajar bahwa keimanan tidak cukup hanya diwujudkan dalam ibadah, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku dan akhlak sehari-hari, khususnya dalam mengedepankan kejujuran, keadilan, dan pelayanan yang tulus. Semoga kebersamaan dan sinergi antara Pemerintah Daerah, TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan, para ulama, tokoh agama, dan seluruh masyarakat dapat terus terjaga dan semakin kuat dalam mewujudkan daerah yang maju, aman, sejahtera, dan diridhoi Allah SWT,” tegas Sekretaris Daerah Halmahera Tengah, Bahri Sudirman, Selasa (1/9/2026).
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga menjabat sebagai Kabag Kesra Setda Halmahera Tengah H. Yusuf Hasan dalam laporan resminya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi Pemda bersama organisasi wanita di Halteng. Pembinaan kehidupan keagamaan diyakini menjadi modal dasar dalam membentuk moralitas masyarakat yang kokoh.
​Melalui penyelenggaraan acara ini, seluruh jajaran birokrasi Pemkab Halmahera Tengah diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai kerasulan dalam setiap aspek pelayanan publik. Pelayanan yang ramah, amanah, transparan, dan penuh rasa tanggung jawab menjadi target utama transformasi kinerja pelayanan di Kabupaten Halmahera Tengah.
​Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pendopo Falcino Weda diakhiri dengan pembacaan doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Halmahera Tengah. Suasana penuh persaudaraan dan kebersamaan yang tercipta sepanjang acara diharapkan menjadi pijakan utama dalam menjaga kerukunan serta keberagaman di wilayah Maluku Utara.
Sumber: Humas & Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Halmahera Tengah








