BMKG Maluku Utara Keluarkan Peringatan Dini Cuaca. - thewasesanews.com

BMKG Maluku Utara Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem: Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Potensial Landa 7 Kabupaten/Kota Hingga Sore

​“Masyarakat di pelbagai wilayah yang masuk dalam peta sebaran potensi terdampak kami imbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak. Ancaman hujan lebat yang disertai sambaran petir dan hembusan angin kencang dapat memicu potensi genangan air, pohon tumbang, serta gangguan jarak pandang. Warga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan dan terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi dari BMKG,” tegas Tim Prakirawan BMKG Maluku Utara.

MALUKU UTARA, Thewasesanews.com — BMKG Maluku Utara Keluarkan Peringatan Dini Cuaca ekstrem menyusul potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan disertai kilat atau petir serta angin kencang di tujuh wilayah kabupaten dan kota se-Provinsi Maluku Utara pada Selasa (13/10/2026).

​Berdasarkan rilis pembaruan prakiraan cuaca terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maluku Utara yang diterbitkan pada pukul 14.47 WIT, fenomena cuaca buruk ini diproyeksikan mulai melanda sejumlah titik sejak pukul 15.00 WIT dan berpotensi berlangsung hingga pukul 18.00 WIT.

​Peringatan dini atmosfer ini mencakup jangkauan wilayah yang cukup luas, melingkupi Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Pulau Morotai, serta Kota Tidore Kepulauan.

​Khusus di kawasan Kabupaten Halmahera Tengah, hujan sedang hingga lebat diprakirakan bakal melanda wilayah Kecamatan Patani dan Weda Tengah pada fase awal.

​Potensi sebaran hujan lebat di Halmahera Tengah tersebut diproyeksikan berpeluang meluas ke sejumlah kawasan sekitar, meliputi Kecamatan Weda, Weda Utara, Weda Selatan, Patani Utara, Patani Barat, Weda Timur, Patani Timur, dan area pedalaman sekitarnya.

​Sementara itu di Kabupaten Halmahera Barat, wilayah yang masuk dalam peta bahaya cuaca buruk fase awal mencakup Kecamatan Loloda, Jailolo Selatan, Tabaru, Ibu Selatan, serta Sahu Timur.

​BMKG Maluku Utara memetakan adanya potensi perluasan dampak hujan lebat dan angin kencang di Halmahera Barat hingga menjangkau wilayah Kecamatan Jailolo, Ibu, serta Kecamatan Sahu.

​Beralih ke kawasan Kabupaten Halmahera Utara, potensi curah hujan tinggi berpeluang membasahi wilayah Kecamatan Tobelo, Tobelo Utara, Tobelo Barat, Galela Barat, dan Galela Selatan, sebelum meluas ke kecamatan tetangga di kawasan pesisir utara.

​Adapun untuk wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, konsentrasi cuaca ekstrem diprakirakan melanda titik Kepulauan Joronga serta Gane Timur Selatan, dengan potensi perluasan jangkauan ke beberapa kecamatan di koridor pulau Gane.

​Di kawasan Kabupaten Halmahera Timur, fokus peringatan cuaca buruk menyasar Kecamatan Maba dan Wasile Selatan pada tahap awal.

​Kondisi atmosfer lembap di Halmahera Timur berpeluang meluas secara signifikan menuju Kecamatan Wasile, Maba Selatan, Wasile Tengah, Wasile Utara, Wasile Timur, Maba Tengah, Maba Utara, hingga pusat pemerintahan di Kota Maba.

​Peringatan cuaca serupa juga dikeluarkan untuk wilayah Kabupaten Pulau Morotai, di mana Kecamatan Morotai Selatan Barat menjadi titik awal sebaran hujan, yang kemudian berpotensi meluas menuju Morotai Selatan dan Morotai Timur.

​Sedangkan di wilayah administrasi Kota Tidore Kepulauan, potensi hujan lebat dan kilat terdeteksi di Kecamatan Oba Utara, dengan kemungkinan perluasan menuju wilayah daratan Tidore, Oba, Tidore Selatan, Tidore Utara, Oba Tengah, Oba Selatan, dan Tidore Timur.

​“Masyarakat di pelbagai wilayah yang masuk dalam peta sebaran potensi terdampak kami imbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak. Ancaman hujan lebat yang disertai sambaran petir dan hembusan angin kencang dapat memicu potensi genangan air, pohon tumbang, serta gangguan jarak pandang. Warga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan dan terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi dari BMKG,” tegas Tim Prakirawan BMKG Maluku Utara.

​BMKG mengimbau warga masyarakat untuk menghindari tempat berteduh di bawah pohon rindang, baliho besar, atau struktur bangunan yang rentan roboh saat terjadi hempasan angin kencang dan kilat.

​Para pengguna transportasi darat maupun armada pelayaran antar-pulau di Maluku Utara juga diminta meningkatkan kehati-hatian ekstra terhadap potensi gelombang tinggi dan cuaca buruk di perairan.

​Pemantauan perkembangan kondisi dinamika atmosfer akan terus dilakukan secara berkala oleh BMKG guna mengantisipasi eskalasi bencana hidrometeorologi.

​Peringatan dini cuaca ini berlaku hingga pukul 18.00 WIT, di mana pembaruan lanjutan akan segera diterbitkan apabila terjadi perubahan tren pergerakan awan konvektif di lan git Maluku Utara.


Narasumber: Tim Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maluku Utara.

Logo The Wasesa News
Tomi Umarama

Leave a Reply

error: Content is protected !!