
KAPUAS HULU, thewasesanews.com — Kerjasama Pengamanan Batas Negara RI-Malaysia kembali diperkokoh secara nyata di garis terdepan melalui kunjungan kehormatan Panglima 3 Briged Tentera Darat Malaysia (TDM), Brigadier Jeneral Zulkinine bin Yusuf, ke Pos Gabungan Bersama (Gabma) Nanga Badau Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, pada Kamis (24/9/2026).
Kedatangan rombongan pejabat militer tertinggi dari komando satuan perbatasan Malaysia tersebut disambut secara resmi dan penuh kehangatan oleh Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, S.Sos., M.M., bersama jajaran perwira staf serta personel gabungan yang bertugas di pos perbatasan tersebut.
Rangkaian agenda kunjungan kerja lintas negara tersebut diawali dengan prosesi penghormatan militer di pelataran utama pos, dilanjutkan dengan peninjauan secara menyeluruh terhadap sarana dan prasarana bangunan Pos Gabma Nanga Badau guna melihat dari dekat kondisi operasional serta tingkat integrasi prajurit TNI dan TDM.

Pos Gabma Nanga Badau sendiri memiliki peran strategis sebagai pangkalan taktis bersama yang menampung personel Satgas Pamtas TNI Angkatan Darat dan Tentera Darat Malaysia dalam satu wadah operasional guna mengawal keamanan garis batas darat kedua negara sahabat.
Peninjauan langsung oleh pimpinan militer Malaysia tersebut menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan tugas harian, keterpaduan patroli pilar batas negara, hingga pemenuhan fasilitas pendukung operasional prajurit di lapangan.
Melalui interaksi langsung tersebut, jajaran pimpinan satuan perbatasan memastikan bahwa kebersamaan, solidaritas, serta semangat gotong royong antara prajurit TNI AD dan TDM yang bertugas di Pos Gabma Nanga Badau tetap terjalin erat dan harmonis.
Dalam kesempatan tatap muka dan diskusi strategis tersebut, Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, S.Sos., M.M., menegaskan pentingnya memelihara komunikasi terbuka serta sinergitas operasional secara berkelanjutan di sepanjang garis batas perbatasan darat.
Ia menyampaikan bahwa keberadaan Pos Gabma bukan sekadar pemenuhan fungsi taktis pertahanan wilayah, melainkan simbol keharmonisan dan komitmen diplomasi militer kedua bangsa dalam menjaga stabilitas kawasan.

“Kunjungan kehormatan ini memiliki nilai yang sangat strategis dalam memelihara keharmonisan, keakraban, serta solidaritas antarunsur pengaman perbatasan kedua negara. Kami berharap keterpaduan serta koordinasi erat yang telah terbangun di Pos Gabma Nanga Badau ini senantiasa terjaga secara konsisten demi menjamin stabilitas, keamanan, dan ketertiban masyarakat di sepanjang garis batas wilayah Indonesia dan Malaysia,” ujar Komandan Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, S.Sos., M.M.
Dansatgas menambahkan bahwa koordinasi yang solid antara TNI dan TDM menjadi kunci utama dalam mencegah serta meminimalisasi berbagai potensi ancaman kejahatan lintas negara (transnational crimes) yang rawan terjadi di kawasan perbatasan.
Ancaman kejahatan tersebut meliputi praktik penyelundupan narkotika dan barang ilegal, perdagangan manusia (human trafficking), pembalakan liar (illegal logging), pelintasan batas secara ilegal, hingga pergeseran patok batas negara (border signpost).
Melalui mekanisme patroli terpadu dan pertukaran informasi intelijen yang cepat antarpos perbatasan, berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah kedaulatan kedua negara dapat diantisipasi secara dini dan efektif.
Sementara itu, Panglima 3 Briged TDM, Brigadier Jeneral Zulkinine bin Yusuf, menyampaikan apresiasi yang tinggi serta rasa terima kasih mendalam atas penyambutan yang sangat hangat dan profesional dari jajaran Satgas Yonarmed 13/Nanggala Kostrad.

Ia mengaku terkesan dengan tingkat kebersamaan, keharmonisan, serta disiplin tinggi yang ditunjukkan oleh prajurit gabungan TNI dan TDM yang bahu-membahu menjalankan tugas pengawasan di Pos Gabma Nanga Badau.
Panglima 3 Briged TDM menegaskan bahwa kerja sama militer di perbatasan ini harus terus dipelihara dan ditingkatkan sebagai pondasi utama dalam menjaga hubungan baik antarnegara rumpun Melayu.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan dialog ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, dilanjutkan dengan acara penukaran cinderamata resmi sebagai simbol penghormatan dan persahabatan abadi antara TNI AD dan TDM.
Kegiatan kunjungan kerja diplomatik militer tersebut ditutup dengan sesi foto bersama di halaman pangkalan Pos Gabma Nanga Badau sebagai dokumentasi kebersamaan jajaran perwira kedua negara.
Kabupaten Kapuas Hulu yang berbatasan langsung dengan wilayah Sarawak, Malaysia, memiliki bentangan garis batas darat yang luas dengan variasi medan hutan dan pegunungan yang menantang.
Kondisi geografis yang kompleks tersebut menuntut hadirnya pola pengamanan yang responsif, adaptif, serta didukung oleh semangat persaudaraan yang kuat di antara petugas garda terdepan kedua negara.
Sinergitas yang ditunjukkan oleh Yonarmed 13/Nanggala Kostrad bersama 3 Briged TDM membuktikan bahwa batas negara tidak menjadi penghalang bagi terwujudnya kolaborasi pertahanan yang solid dan saling menghormati kedaulatan masing-masing.
Seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kehormatan dan peninjauan Pos Gabma Nanga Badau oleh Panglima 3 Briged TDM berjalan dengan aman, lancar, tertib, kondusif, serta dipenuhi semangat persaudaraan militer yang erat hingga rombongan bertolak kembali.
Keberhasilan penjelajahan dan penataan perbatasan ini diharapkan dapat terus memberikan rasa aman serta ketenteraman bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang koridor perbatasan Indonesia-Malaysia.
Narasumber: Letkol Arm Rokib Hanafi, S.Sos., M.M. (Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala), Brigadier Jeneral Zulkinine bin Yusuf (Panglima 3 Briged TDM).








