Lokakarya di UNTAD PT CPM. - thewasesanews.com

Lokakarya di UNTAD, Ini Kata PT. CPM di Depan Para Guru Besar dan Aktivis Sulteng

​“Aktivitas pertambangan yang kami jalankan di Poboya tidak hanya berkaitan dengan kegiatan produksi mineral semata, tetapi juga mencakup pengelolaan hubungan sosial, aspek keselamatan, keamanan wilayah operasi, serta tanggung jawab penuh terhadap keberlanjutan lingkungan dan masyarakat sekitar,” tegas General Manager External Affairs and Security PT CPM, Amran Amier.

PALU, thewasesanews.com — Lokakarya di UNTAD PT CPM menjadi panggung terbuka bagi manajemen PT Citra Palu Minerals (CPM) untuk memaparkan secara langsung transparansi tata kelola pertambangan emas dan pengembangan proyek tambang bawah tanah di Poboya di hadapan para guru besar, akademisi, serta aktivis organisasi masyarakat sipil Sulawesi Tengah pada Kamis (24/9/2026).

​Pemaparan komprehensif tersebut disampaikan dalam Lokakarya Forum Multi-Stakeholder Universitas Tadulako (Untad) yang digelar bekerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional di Kota Palu.

​Hadir mewakili pihak korporasi, General Manager (GM) External Affairs and Security PT Citra Palu Minerals, Amran Amier, secara mendalam membeberkan perspektif operasional, kepatuhan regulasi, serta komitmen pengelolaan dampak sosial dan lingkungan di kawasan tambang Poboya.

Lokakarya di UNTAD PT CPM. - thewasesanews.com

​Kehadiran jajaran pimpinan PT CPM dalam forum ilmiah bernuansa kritis tersebut menjadi bagian penting untuk mengurai berbagai hambatan komunikasi serta meluruskan dinamika seputar agenda hilirisasi sektor ekstraktif di Provinsi Sulawesi Tengah.

​Diskusi tingkat tinggi ini secara khusus membahas berbagai tantangan keberlanjutan lingkungan hidup, jaminan keselamatan kerja, serta formulasi penyerapan manfaat ekonomi industri pertambangan agar dapat dirasakan secara lebih luas dan berkeadilan oleh masyarakat lokal.

​Dalam paparannya, Amran Amier menjelaskan posisi PT CPM sebagai perusahaan resmi yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi mineral di Poboya dalam kerangka perizinan serta ketentuan regulasi yang berlaku secara nasional.

​Pihak manajemen memandang bahwa operasional pertambangan tidak sekadar berfokus pada pemenuhan target kapasitas produksi mineral semata, melainkan juga memikul tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas keselamatan kerja, keamanan wilayah operasi, serta hubungan harmonis dengan warga sekitar.

​Penjelasan terbuka ini disampaikan di tengah menguatnya perhatian dan sorotan publik terkait posisi geografis kawasan pertambangan Poboya yang secara spasial berdekatan dengan kawasan perkotaan Palu.

Lokakarya di UNTAD PT CPM. - thewasesanews.com

​Atensi publik kian berpusat pada dinamika industri ekstraktif seiring dengan tahapan pengembangan proyek tambang bawah tanah (underground mining) yang tengah dijalankan PT CPM di Poboya.

​Perkembangan proyek modal intensif tersebut kini menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari agenda besar penguatan dan pengembangan sumber daya mineral di Sulawesi Tengah.

​Sebelum lokakarya dilangsungkan, gelombang masukan dan kritik sempat dilontarkan oleh kelompok mahasiswa, salah satunya aktivis mahasiswa Muhammadiyah, Moh. Naim Muttaqin.

​Naim secara terbuka mempertanyakan rencana pengembangan tambang bawah tanah CPM dan mendesak agar aspek keselamatan serta potensi risiko lingkungan menjadi perhatian mendasar yang diantisipasi secara serius.

​Sorotan kritis mahasiswa tersebut menekankan pentingnya mitigasi atas potensi dampak kegiatan pertambangan bawah tanah terhadap daya dukung lingkungan kawasan perkotaan Palu dan keselamatan warga di sekitarnya.

​Menjawab berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat, forum resmi di Untad ini berfungsi sebagai wadah pertemuan terbuka antara korporasi, civitas akademika, dan pengawas independen dari unsur masyarakat sipil.

​Di depan forum yang dihadiri para akademisi senior tersebut, Amran Amier menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi tata kelola, serta pemenuhan standar keselamatan publik dalam setiap fase operasional.

​“Aktivitas pertambangan yang kami jalankan di Poboya tidak hanya berkaitan dengan kegiatan produksi mineral semata, tetapi juga mencakup pengelolaan hubungan sosial, aspek keselamatan, keamanan wilayah operasi, serta tanggung jawab penuh terhadap keberlanjutan lingkungan dan masyarakat sekitar,” tegas General Manager External Affairs and Security PT CPM, Amran Amier.

Lokakarya Multi-Stakeholder di Untad ini tidak hanya mendengarkan paparan dari pihak perusahaan, melainkan juga menghimpun berbagai pandangan tajam dari para guru besar, akademisi, dan aktivis mengenai arah kebijakan hilirisasi di Sulawesi Tengah.

Lokakarya di UNTAD PT CPM. - thewasesanews.com

​Isu-isu krusial seperti perlindungan ekosistem, kontribusi manfaat ekonomi bagi daerah, program pemulihan dan pemberdayaan masyarakat, hingga pemerataan distribusi manfaat sumber daya alam menjadi porsi utama dalam diskusi.

​Sejumlah peserta forum secara spesifik menyoroti pentingnya keterbukaan data publik, transparansi analisis dampak lingkungan, serta pengawasan independen berkesinambungan terhadap seluruh aktivitas industri ekstraktif.

​Kehadiran perwakilan PT CPM di hadapan forum akademik ini mempertemukan dua perspektif utama yang selama ini berjalan beriringan: kepentingan investasi serta hilirisasi nasional di satu sisi, dan tuntutan perlindungan lingkungan serta masyarakat sipil di sisi lainnya.

​Dinamika diskusi di Untad memperlihatkan perkembangan positif bahwa pembahasan industri pertambangan di Sulawesi Tengah kini tidak lagi didominasi oleh sudut pandang angka produksi dan nilai investasi semata.

​Diskusi publik telah bergeser ke arah pemenuhan tanggung jawab sosial, jaminan keberlanjutan lingkungan hidup, keselamatan publik, serta dampak ekonomi riil bagi kesejahteraan masyarakat daerah.

​Bagi manajemen PT CPM, pelaksanaan dialog terbuka dengan lembaga perguruan tinggi dan kelompok masyarakat sipil menjadi bagian terintegrasi dari strategi komunikasi publik korporasi.

​Sementara bagi kalangan akademisi dan aktivis Sulteng, forum ini menjadi ruang resmi untuk melayangkan pertanyaan, kritik terukur, serta catatan korektif terhadap praktik eksekusi hilirisasi yang sedang berlangsung.

​Seluruh rangkaian diskusi di Untad pada akhirnya mempertemukan seluruh elemen pemangku kepentingan pada satu titik kesepakatan bersama untuk memastikan agenda hilirisasi sumber daya alam di Sulawesi Tengah berjalan dengan tata kelola transparan, berwawasan lingkungan, dan memberikan manfaat nyata bagi daerah.

Narasumber: Amran Amier (GM External Affairs and Security PT Citra Palu Minerals), Moh. Naim Muttaqin (Aktivis Mahasiswa Muhammadiyah).

Logo The Wasesa News
Dicky S

WARTA SEJATI SANTUN

Leave a Reply

error: Content is protected !!