satgas yonarmed 19 kibarkan merah putih raksasa di jagoi babang. - thewasesanews.com

Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani Bersama 500 Warga Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa di Perbatasan Jagoi Babang

​"Kegiatan kirab dan pengibaran Bendera Merah Putih raksasa ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah perbatasan. Kehadiran kami di sini tidak hanya untuk menjaga garis perbatasan secara fisik, tetapi juga membina mental patriotisme masyarakat agar selalu bangga dan cinta tanah air. Merah Putih harus berkibar paling tinggi di tanah perbatasan ini," ujar Perwira Penerangan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Letda Ctp Juwito.

BENGKAYANG, thewasesanews.com – Satgas yonarmed 19 kibarkan merah putih raksasa di jagoi babang bersama sekitar 500 elemen masyarakat perbatasan Republik Indonesia dan Malaysia melalui bentangan Bendera Merah Putih berukuran mega 17 x 8 meter di Desa Jagoi, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Selasa (11/8/2026). Aksi kolosal yang memancarkan semangat patriotisme di garis terdepan kedaulatan NKRI ini menjadi bukti nyata kokohnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menyongsong Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

​Aksi pembentangan dan pengibaran bendera raksasa yang berlangsung megah tersebut melibatkan keterlibatan lintas generasi dan pemangku kepentingan. Ratusan peserta yang memadati garis kirab terdiri dari para pelajar sekolah dasar hingga menengah, tokoh masyarakat adat Dayak, tokoh agama, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jagoi Babang, serta prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani dan personel Kepolisian Sektor Jagoi Babang.

​Rangkaian kegiatan monumental di batas negara ini diawali dengan pelaksanaan apel kebangsaan di halaman Kantor Desa Jagoi tepat pada pukul 08.00 WIB. Dalam suasana apel yang khidmat, para tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pimpinan wilayah berkesempatan memberikan orasi serta pesan kebangsaan yang membakar semangat persatuan seluruh peserta. Apel pagi tersebut menjadi pengikat komitmen bersama bahwa masyarakat perbatasan merupakan benteng terdepan menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan bangsa.

satgas yonarmed 19 kibarkan merah putih raksasa di jagoi babang. - thewasesanews.com

​Tepat pukul 08.30 WIB, helatan Kirab Bendera Merah Putih raksasa resmi dimulai dengan menempuh rute darat dari halaman Kantor Desa Jagoi menuju kawasan strategis Pos Cross Border atau Pos Labeling Perbatasan Negara (PLBN) Jagoi Babang. Sepanjang perjalanan kirab, bendera berukuran 17 x 8 meter tersebut diusung secara gotong royong oleh puluhan prajurit TNI bersama warga dan para pelajar, diiringi lambaian bendera kecil serta nyanyian lagu-lagu perjuangan nasional yang mengema riuh di sepanjang jalan protokol perbatasan.

​Semangat membara para peserta tak surut sedikit pun meski harus menempuh medan perbukitan khas garis batas negara. Kehadiran bendera raksasa yang membentang panjang di jalanan desa menarik perhatian warga sekitar yang berjejer di pinggir jalan untuk memberikan apresiasi dan semangat. Aksi kirab ini memperlihatkan betapa nilai-nilai nasionalisme bertumbuh subur dan mengakar kuat di dada setiap warga negara yang bermukim di garis perbatasan pertiwi.

​Rombongan kirab kebangsaan tiba di kawasan Helipad PLBN Jagoi Babang sekitar pukul 10.00 WIB. Lokasi ini dipilih secara khusus lantaran memiliki kontur geografi berupa tebing batu yang megah dan berhadapan langsung dengan akses perbatasan antarnegara. Prosesi teknis pembentangan bendera raksasa di dinding tebing membutuhkan tingkat ketelitian, kerja sama, dan kecermatan ekstra dari para prajurit Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani bersama perwakilan masyarakat adat setempat.

​Puncak acara ditandai dengan pemasangan dan pengibaran Bendera Merah Putih berukuran 17 x 8 meter yang membentang sempurna menutupi tebing cadas di kawasan Helipad Jagoi Babang. Diiringi kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan secara serentak dan penuh haru oleh 500 peserta yang hadir, Sang Saka Merah Putih tampak berkibar gagah memancarkan wibawa bangsa di hadapan wilayah negara tetangga, Malaysia.

​Perwira Penerangan (Papen) Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani, Letda Ctp Juwito, mewakili Komandan Satgas Pamtas, menegaskan bahwa pementasan kirab dan pengibaran bendera raksasa ini dirancang bukan sekadar aksi seremonial tahunan, melainkan sebuah strategi pembinaan teritorial (binter) untuk memperkuat mentalitas kedaulatan warga di garis batas.

satgas yonarmed 19 kibarkan merah putih raksasa di jagoi babang. - thewasesanews.com

​”Kegiatan kirab dan pengibaran Bendera Merah Putih raksasa ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah perbatasan. Kehadiran kami di sini tidak hanya untuk menjaga garis perbatasan secara fisik, tetapi juga membina mental patriotisme masyarakat agar selalu bangga dan cinta tanah air. Merah Putih harus berkibar paling tinggi di tanah perbatasan ini,” ujar Perwira Penerangan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Letda Ctp Juwito.

Letda Ctp Juwito menambahkan bahwa keterlibatan 500 warga lokal secara sukarela menunjukkan betapa tingginya kesadaran bela negara di wilayah Jagoi Babang. Sinergitas antara Satgas Yonarmed 19/Bogani yang berada di bawah naungan Kodam XIII/Merdeka dengan masyarakat perbatasan terus dipelihara melalui berbagai kegiatan sosial, keagamaan, karya bakti, hingga aksi-aksi pembinaan wawasan kebangsaan seperti ini.

​Sikap antusias dan rasa bangga juga terpancar dari raut wajah para tokoh adat dan masyarakat lokal Jagoi Babang. Pimpinan adat setempat mengapresiasi tinggi inisiatif Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani yang senantiasa merangkul warga dalam setiap kegiatan kebangsaan. Bagi masyarakat adat di Jagoi Babang, perbatasan bukanlah halaman belakang Indonesia yang terisolasi, melainkan teras depan negara yang harus dipelihara keindahan, keamanan, dan kehormatannya.

​”Kami warga perbatasan Jagoi Babang sangat bangga bisa ikut mengusung dan mengibarkan Merah Putih raksasa ini bersama Bapak-bapak TNI dari Yonarmed 19/Bogani. Ini membuktikan bahwa kami di ujung perbatasan sangat mencintai Indonesia. Kami siap berada di belakang TNI untuk menjaga setiap jengkal tanah air,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat adat Desa Jagoi usai pementasan bendera.

Kawasan PLBN Jagoi Babang sendiri memiliki nilai historis dan geopolitik yang sangat strategis bagi Indonesia. Sebagai pintu gerbang utama yang menghubungkan wilayah Kabupaten Bengkayang di Kalimantan Barat dengan Negara Bagian Sarawak di Malaysia, keberadaan pengibaran bendera raksasa di atas tebing helipad menjadi simbol ketahanan nasional yang kokoh. Setiap pelintas batas yang melewati kawasan ini dapat menyaksikan kemegahan Merah Putih yang membentang gagah dari kejauhan.

​Keterlibatan aktif generasi muda dan pelajar sekolah dalam aksi ini juga menjadi catatan penting. Penanaman nilai-nilai kecintaan terhadap tanah air sejak dini diharapkan mampu membentengi para pemuda di perbatasan dari potensi pengaruh negatif arus globalisasi dan kerawanan aktivitas ilegal lintas batas, seperti penyelundupan dan kejahatan transnasional.

​Seluruh Rangkaian Kegiatan Kirab dan Pengibaran Bendera Merah Putih Raksasa di Desa Jagoi hingga kawasan PLBN Jagoi Babang berlangsung dengan aman, tertib, lancar, serta kondusif. Pengamanan rute lalu lintas dan lokasi pementasan dikawal secara profesional oleh personel gabungan Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani dan Polsek Jagoi Babang.

​Melalui aksi kolosal pengibaran bendera 17 x 8 meter ini, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Kodam XIII/Merdeka membuktikan komitmennya untuk terus mendorong berbagai kegiatan positif yang mempererat tali silaturahmi, memelihara persatuan nasional, serta memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat di sepanjang garis batas wilayah utara Kalimantan.

Sumber: Penerangan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Kodam XIII/Merdeka

Logo The Wasesa News
Dicky

WARTA SEJATI SANTUN

Leave a Reply

error: Content is protected !!