
WEDA UTARA, thewasesanews.com – Bupati halmahera tengah lantik kepala desa di ruang terbuka untuk empat kepala desa terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak masa jabatan 2026–2034 di halaman Kantor Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Rabu sore (12/8/2026). Langkah inovatif yang digagas oleh Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, ini mencatatkan sejarah baru sebagai prosesi pelantikan kepala desa terbuka pertama di wilayah Provinsi Maluku Utara. Konsep unik ini sengaja dihadirkan guna memberikan kesempatan penuh kepada seluruh elemen masyarakat untuk menyaksikan secara langsung pengikraran sumpah jabatan pimpinan desa mereka secara transparan, akuntabel, dan inklusif.
​Empat pimpinan desa yang resmi dilantik pada prosesi sore tersebut berasal dari wilayah Kecamatan Weda Utara, Kecamatan Weda Timur, dan Kecamatan Weda Tengah. Suasana di halaman Kantor Kecamatan Weda Utara tampak riuh namun tetap berjalan khidmat dengan dihadiri oleh ratusan warga, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh adat, tokoh agama, serta jajaran aparatur kecamatan. Konsep pelantikan di alam terbuka ini membawa angin segar dalam tradisi birokrasi pemerintahan daerah di Halmahera Tengah, memecahkan kekakuan seremonial dalam ruangan tertutup yang selama ini lazim dilaksanakan di berbagai instansi pemerintahan.
​Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menegaskan bahwa pementasan prosesi di ruang terbuka merupakan bagian dari strategi kebudayaan dan politik pemerintahan untuk mendekatkan pelayanan publik serta memotong jarak psikologis antara pemimpin desa dengan rakyatnya. Melalui kehadiran warga di area pelantikan, masyarakat tidak hanya bertindak sebagai penonton, tetapi juga menjadi saksi sejarah yang memahami secara langsung ikrar sumpah, tugas pokok, kewajiban hukum, serta besarnya tanggung jawab moral yang diandalkan di pundak para kepala desa terpilih selama delapan tahun masa pengabdian mendatang.
​Pelantikan di Weda Utara ini merupakan bagian dari rangkaian maraton pelantikan kepala desa di seluruh penjuru Kabupaten Halmahera Tengah. Sebelum helatan di Weda Utara dilaksanakan pada Rabu sore, Bupati Ikram M. Sangadji pada Rabu pagi telah melantik tujuh kepala desa terpilih dari tiga kecamatan dalam sebuah prosesi terpadu yang dipusatkan di Kecamatan Patani. Sementara itu, satu hari sebelumnya pada Selasa (11/8/2026), sebanyak sembilan kepala desa terpilih juga telah resmi diambil sumpahnya dalam pesta rakyat yang digelar meluas di Lapangan Sepak Bola Desa Tepeleo, Kecamatan Patani Utara. Rangkaian helatan di berbagai zona wilayah ini membuktikan keseriusan pemkab dalam menjangkau seluruh daerah pelosok secara merata.

​Dalam pidato pengarahannya di hadapan para kepala desa terlantik dan masyarakat Weda Utara, Bupati Ikram M. Sangadji secara tajam dan tegas menginstruksikan agar seluruh dinamika serta pergesekan politik yang sempat terjadi selama masa kontestasi Pilkades segera diakhiri. Bupati menekankan pentingnya kenetralan, profesionalisme, serta orientasi pelayanan yang murni pasca-pelantikan. Menurutnya, pimpinan desa harus menjadi pengayom bagi seluruh lapisan warga tanpa membedakan latar belakang pilihan politik pada masa pemilihan lalu.
​”Saya ingin semuanya netral karena kita tidak bisa mencapai tujuan dan sasaran pembangunan daerah jika masih ada sekat dan perbedaan di tengah masyarakat. Konsolidasi pasca-Pilkades harus segera dituntaskan. Karena itu, seluruh unsur pemerintahan desa bersama masyarakat harus bersatu padu membangun daerah,” tegas Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji.
Selain menekankan aspek stabilitas politik lokal, Bupati Ikram juga menggarisbawahi pentingnya keselarasan tegak lurus (alignment) antara kebijakan pembangunan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, hingga eksekusi teknis di tingkat pemerintah desa. Kepala desa dinilai memegang posisi sentral sebagai garda terdepan penentu keberhasilan program-program strategis nasional di tingkat tapak. Program unggulan nasional yang menjadi fokus utama antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah dan balita, pembentukan dan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan, serta program pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh warga desa.
​Seluruh program prioritas tersebut dituntut untuk dieksekusi secara terarah, tepat sasaran, dan disesuaikan secara cermat dengan karakteristik serta kebutuhan objektif masyarakat di masing-masing wilayah desa. Kepala desa diminta tidak pasif atau sekadar menunggu petunjuk teknis, melainkan harus aktif melakukan pemetaan data warga miskin, anak berisiko stunting, serta kelompok rentan lainnya agar intervensi anggaran desa maupun program daerah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
​Guna menunjang kapasitas dan mentalitas kepemimpinan para kepala desa yang baru saja diambil sumpahnya, Bupati Ikram M. Sangadji pada kesempatan tersebut mengumumkan kebijakan terobosan berupa penyelenggaraan retret atau pembekalan kepemimpinan terpadu bagi seluruh kepala desa se-Kabupaten Halmahera Tengah. Agenda pembekalan kepemimpinan berkonsep semi-militer dan disiplin tinggi tersebut dijadwalkan bakal berlangsung pada bulan Desember 2026 mendatang dengan memusatkan pemusatan latihan di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 1512/Weda.
​”Sudah saya putuskan, pada bulan Desember nanti akan dilaksanakan retret atau pembekalan kepemimpinan bagi seluruh kepala desa se-Halmahera Tengah di Kodim 1512/Weda. Kegiatan ini penting untuk membentuk karakter pemimpin desa yang tangguh, berdisiplin tinggi, serta memiliki komitmen pengabdian yang tidak tergoyahkan kepada rakyat,” ujar Bupati Ikram M. Sangadji di hadapan warga.
Program retret kepemimpinan di Kodim 1512/Weda tersebut dirancang secara komprehensif untuk meningkatkan kapasitas manajerial kepala desa dalam mengelola tata kelola pemerintahan desa yang bersih (clean governance). Para kades akan dibekali materi pemantapan ideologi kebangsaan, penguatan disiplin birokrasi, penyelarasan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dengan arah kebijakan RPJMD Kabupaten Halmahera Tengah, hingga strategi peningkatan pendapatan asli desa (PADes).
​Tidak hanya pembentukan mental dan karakter kepemimpinan, para kepala desa juga bakal mendapatkan materi penguatan teknis yang sangat mendalam terkait tata kelola dan pertanggungjawaban keuangan desa. Pelatihan ini mencakup pemahaman regulasi penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), sistem perencanaan pembangunan desa berpartisipasi, akuntabilitas penyusunan laporan keuangan, serta pencegahan potensi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan anggaran desa. Hal ini dipandang vital mengingat besarnya alokasi anggaran yang dikucurkan negara ke tingkat desa setiap tahunnya.
​Melalui kombinasi pelantikan terbuka yang transparan serta program pemantapan kapasitas kepemimpinan melalui retret daerah, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah optimistis mampu melahirkan jajaran kepala desa yang berintegritas tinggi, profesional, dan akuntabel. Pendekatan inovatif ini diharapkan menjadi pijakan kokoh dalam membangun tatanan pemerintahan desa di Halmahera Tengah yang tidak hanya dekat dengan rakyat secara fisik, tetapi juga hadir secara nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial-ekonomi di tingkat akar rumput demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Maluku Utara yang berkeadilan.
Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Halmahera Tengah








