
TANGERANG, Thewasesanews.com — Mumu Rohimu dan Cerita Kemanusiaan Air Bersih Pinang menjadi simbol bangkitnya solidaritas sosial di tengah krisis kekeringan yang melanda pemukiman warga di Kelurahan Kunciran Jaya dan Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, pada Sabtu (17/10/2026).
Penanganan krisis air akibat mengeringnya sumur-sumur resapan warga di wilayah tersebut direspons cepat melalui aksi distribusi air bersih berkala yang dipelopori oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Pinang bersama jaringan relawan kemanusiaan.
Langkah darurat penyaluran air bersih ini difokuskan pada lima titik lokasi pemukiman berdensitas tinggi, melingkupi kawasan RT 02/02, RT 05/03, RT 03/02, RT 03/04, serta RT 04/03 di Kecamatan Pinang.
Di tengah kesibukan menata alur pembagian air tangki untuk ratusan kepala keluarga, Ketua PMI Kecamatan Pinang yang akrab disapa Jaro Mumu, Mumu Rohimu, memilih pendekatan humanis yang menyentuh nurani warga.
Mumu menyapa warga yang mengantre wadah penampungan air secara hangat sambil menyisipkan dialog sederhana seputar pentingnya merawat kepedulian antarsesama di masa-masa sulit.

Tanpa kesan menggurui, sosok yang juga menjabat sebagai Ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Pinang ini membagikan kisah perjuangan relawan di medan bencana, edukasi donor darah, hingga nilai luhur menolong sesama tanpa pamrih.
“Tugas kemanusiaan itu bukan cuma hadir saat bencana besar. Ketika warga kesulitan air bersih seperti sekarang, di situlah relawan PMI harus hadir membawa solusi. Kami ingin membuktikan bahwa warga tidak berjuang sendirian,” tegas Ketua PMI Kecamatan Pinang sekaligus Ketua TKSK Pinang, Mumu Rohimu.
Pendekatan dialogis dan membumi tersebut terbukti ampuh menggerakkan empati serta partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat setempat.
Satu per satu elemen warga tergerak untuk turun tangan, mulai dari pengurus RT/RW, kelompok ibu rumah tangga, aktivis pemuda, hingga para tokoh agama yang bahu-membahu menata antrean distribusi air.
Gerakan kesadaran berbasis akar rumput ini kemudian memicu terjadinya sinergi kemitraan yang jauh lebih luas di tingkat instansi dan lembaga sosial.
Gelombang dukungan dan tanggap darurat terus mengalir deras dari jajaran Camat Pinang, para Lurah, yayasan sosial, hingga keterlibatan aktivis lingkungan dari Sabda Alam Indonesia Hijau (SAIH).
Aksi kolaboratif penanganan kekeringan ini kian solid dengan hadirnya armada bantuan armada tangki air bersih secara berkesinambungan dari berbagai instansi teknis.
Dukungan pasokan air bersih dipasok secara masif oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Perumda Tirta Benteng, serta PMI Kota Tangerang.
Bagi Mumu Rohimu dan seluruh relawan di Kecamatan Pinang, setiap liter air bersih yang dialirkan ke jeriken warga bukan sekadar pemenuh kebutuhan harian dapur dan sanitasi.
Tiap tetes air bersih tersebut adalah wujud nyata bahwa nyala gotong royong, kepekaan sosial, dan solidaritas persaudaraan di Kota Tangerang tetap berdiri kokoh dalam menghadapi ujian bencana.
Upaya penanggulangan dampak kekeringan ini dipastikan akan terus bergulir hingga ketersediaan air pasokan rumah tangga warga di Kelurahan Kunciran Jaya dan Cipete kembali pulih secara normal.
Seluruh rangkaian aksi kemanusiaan dan penyaluran bantuan air bersih di Kecamatan Pinang tersebut berjalan dengan aman, tertib, lancar, serta diliputi kehangatan rasa kekeluargaan.
Narasumber: Mumu Rohimu / Jaro Mumu (Ketua PMI Kecamatan Pinang & Ketua TKSK Pinang).
Dokumen Rujukan: Rilis Resmi Penanganan Bencana Kekeringan dan Penyaluran Air Bersih PMI Kecamatan Pinang (17 Oktober 2026).








