warga dusun kulo gelar upacara bendera hut ri 81 perdana. - thewasesanews.com

Catat Sejarah Sejak 1911, Warga Dusun Kulo Halmahera Tengah Gelar Upacara Bendera HUT RI ke-81 Perdana Bersama Yayasan Makulila

​"Animo kemerdekaan mesti dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk masyarakat Kulo. Ini kali perdana upacara dilaksanakan di Kampung Kulo dan masyarakat cukup antusias dalam penyelenggaraan upacara pertama di kampung," tutur salah satu relawan Yayasan Makulila, Firman M. Arifin, saat menyampaikan keterangannya di sela-sela perhelatan kegiatan di Dusun Kulo.

HALMAHERA TENGAH, thewasesanews.com — warga dusun kulo gelar Upacara Bendera HUT RI KE-81 perdana sejak permukiman tersebut berdiri pada tahun 1911, menciptakan peristiwa bersejarah yang diliputi rasa haru, antusiasme, serta semangat kebangsaan yang membara di wilayah pedalaman Pulau Halmahera, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, pada Senin (17/8/2026). Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 ini menjadi ajang seremonial pengibaran bendera Sang Merah Putih pertama kali yang dihelat secara resmi di lapangan Dusun Kulo sepanjang 115 tahun sejarah berdirinya kampung tersebut. Pelaksanaan upacara yang berlangsung sederhana namun penuh kekhidmatan ini digagas atas kolaborasi dan sinergi yang erat antara para relawan sosial dari Yayasan Makulila bersama seluruh jajaran tokoh dan warga masyarakat Dusun Kulo yang antusias menyambut momentum perayaan kemerdekaan tanah air.

​Sejak pertama kali dibuka dan didiami oleh para leluhur warga setempat pada abad ke-20 atau tepatnya tahun 1911 silam, Dusun Kulo dikenal sebagai salah satu wilayah permukiman yang berada di kawasan pedalaman Halmahera Tengah. Selama lebih dari satu abad perjalanan sejarahnya, masyarakat Dusun Kulo merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia secara informal atau sebatas menyaksikan perayaan dari kawasan perkotaan terdekat. Namun, pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI di tahun 2026 ini, jejak sejarah baru berhasil diukir secara manis. Kehadiran para relawan Yayasan Makulila yang tengah menjalankan program pendampingan sosial dan kemasyarakatan di wilayah tersebut menjadi pemicu terlaksananya upacara pengibaran bendera Merah Putih secara mandiri di tengah dusun, membangkitkan kebanggaan nasionalisme warga yang selama ini mendambakan pengibaran bendera secara khidmat di tanah kelahiran mereka sendiri.

warga dusun kulo gelar upacara bendera hut ri 81 perdana. - thewasesanews.com

​Jalannya Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Dusun Kulo dimulai pada pagi hari dengan susunan acara yang mengadopsi tata upacara bendera nasional. Seluruh lapisan warga Dusun Kulo, mulai dari anak-anak usia sekolah, para pemuda dan pemudi, ibu-ibu rumah tangga, hingga para orang tua dan tokoh adat setempat berkumpul dengan mengenakan pakaian terbaik mereka. Dengan penuh rasa hormat dan keheningan yang menggetarkan jiwa, peserta upacara mengikuti setiap tahapan seremonial, mulai dari penghormatan umum, pembacaan teks Proklamasi, hingga detik-detik pengibaran Sang Merah Putih di atas tiang bendera kayu yang didirikan secara gotong royong di tengah arena upacara. Suasana haru tak terbendung menyelimuti arena ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, diiringi kibaran bendera Merah Putih yang berkibar gagah membelah angkasa pedalaman Halmahera.

​Tak hanya khusyuk menjalankan serangkaian prosesi upacara bendera yang sakral, semarak peringatan hari lahir ke-81 Republik Indonesia di Dusun Kulo juga dilanjutkan dengan penggelaran pelbagai perlombaan rakyat yang meriah dan menghibur. Gelak tawa dan sorak-sorai penonton pecah saat anak-anak hingga kelompok dewasa turut serta memeriahkan ajang kompetisi tradisional Agustusan. Beragam jenis perlombaan yang dipersiapkan oleh panitia gabungan Relawan Yayasan Makulila dan warga Kulo meliputi lomba lari karung yang memancing tawa, kompetisi tarik tambang yang menguji ketahanan fisik dan kerja sama tim, lomba makan kerupuk yang melatih kelincahan, hingga ajang pertandingan lomba domino yang sangat digemari oleh kaum bapak dan para tokoh tua-muda setempat. Pesta rakyat ini berhasil mengubah suasana Dusun Kulo menjadi penuh dengan kemeriahan, keceriaan, dan rasa persaudaraan yang melingkupi seluruh warga.

warga dusun kulo gelar upacara bendera hut ri 81 perdana. - thewasesanews.com

​Salah satu relawan dari Yayasan Makulila yang saat ini sedang aktif menjalankan program pendampingan kemasyarakatan di Dusun Kulo, Firman M. Arifin, mengemukakan bahwa gagasan awal penggelaran upacara bendera ini berakar dari keinginan kuat untuk menghadirkan gelora dan animo kemerdekaan secara merata hingga ke titik terpencil di Pulau Halmahera. Menurut Firman, momentum bersejarah 17 Agustus seharusnya bukan hanya milik warga yang bermukim di pusat-pusat kota atau area pemerintahan saja, melainkan harus dapat dirasakan secara langsung dan utuh oleh segenap tumpah darah Indonesia, termasuk masyarakat Dusun Kulo yang bermukim di wilayah pedalaman Maluku Utara. Pelaksanaan upacara bendera perdana ini diharapkan menjadi catatan sejarah yang akan terus dikenang dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

​”Animo kemerdekaan mesti dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk masyarakat Kulo. Ini kali perdana upacara dilaksanakan di Kampung Kulo dan masyarakat cukup antusias dalam penyelenggaraan upacara pertama di kampung,” tutur salah satu relawan Yayasan Makulila, Firman M. Arifin, saat menyampaikan keterangannya di sela-sela perhelatan kegiatan di Dusun Kulo.

Nada haru dan kebanggaan mendalam senada juga diutarakan oleh salah seorang perwakilan warga Dusun Kulo, Desman Lalatan. Ia mengungkapkan bahwa sejak nenek moyang dan generasi awal mendiami dusun ini pada tahun 1911, masyarakat Kulo baru pertama kali ini merasakan serta menyaksikan secara langsung pelaksanaan upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus di tanah kampung mereka sendiri. Bagi masyarakat Dusun Kulo, peristiwa ini melampaui sekadar seremoni perayaan tahunan biasa. Momen ini memiliki nilai spiritual, histori, dan edukasi yang sangat tinggi, terutama dalam menanamkan benih-benih cinta tanah air, jiwa kebangsaan, serta kebanggaan berbangsa Indonesia kepada anak-anak dan generasi muda di Dusun Kulo.

warga dusun kulo gelar upacara bendera hut ri 81 perdana. - thewasesanews.com

​”Ini kali perdana upacara 17 Agustus dilaksanakan di kampung. Hal ini sangat berarti bagi kami dan anak-anak kami, untuk terus merawat dan mencintai Indonesia. Kami cukup berterima kasih atas kehadiran teman-teman dari Yayasan Makulila yang mau melaksanakan kegiatan ini,” ujar warga Dusun Kulo, Desman Lalatan, mengekspresikan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas kehadiran para relawan di kampungnya.

Kehadiran Relawan Yayasan Makulila di Dusun Kulo terbukti memberi dampak sosial yang sangat positif dan transformatif bagi iklim kemasyarakatan setempat. Melalui pendampingan yang konsisten di bidang sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, Yayasan Makulila bersama warga setempat berhasil membuktikan bahwa keterbatasan akses geografis maupun fasilitas infrastruktur tidak menjadi penghalang untuk mengibarkan bendera persatuan dan merawat kebhinekaan. Kegiatan Semarak Kemerdekaan ini menjadi salah satu penanda penting dari program pendampingan yang mereka jalankan, di mana kolaborasi antara elemen masyarakat sipil dan warga lokal mampu menciptakan ruang inklusif bagi pemenuhan hak-hak kebangsaan warga di kawasan terdepan dan terpencil.

warga dusun kulo gelar upacara bendera hut ri 81 perdana. - thewasesanews.com

​Pelaksanaan upacara bendera untuk pertama kalinya di Dusun Kulo ini memancarkan pesan simbolis yang sangat kuat bagi bangsa Indonesia bahwa semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 tidak pernah mengenal batasan teritorial maupun jarak geografis. Dari sebuah dusun bersahaja yang telah melintasi masa berdiri lebih dari satu abad, masyarakat Dusun Kulo bersama-sama menegaskan ikrar kebangsaan mereka untuk tetap menjadi bagian utuh dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengibaran Merah Putih di tiang sederhana di tanah Kulo menjadi cermin dari keteguhan hati warga pedalaman yang senantiasa menjaga keutuhan bumi pertiwi dalam bingkai gotong royong dan kesederhanaan.

warga dusun kulo gelar upacara bendera hut ri 81 perdana. - thewasesanews.com

​Bagi segenap lapisan masyarakat di Dusun Kulo, tanggal 17 Agustus 2026 kini telah terukir abadi sebagai tinta emas dalam lembaran sejarah perjalanan dusun mereka. Hari itu menjadi momen sakral ketika bendera pusaka Merah Putih untuk pertama kalinya dinaikkan dan berkibar megah mengangkasa melalui sebuah prosesi upacara resmi peringatan hari kemerdekaan. Kemeriahan perlombaan rakyat yang menyertainya serta kehormatan prosesi upacara bendera telah memberikan semangat baru bagi warga Kulo untuk menatap masa depan yang lebih cerah, berdaya, dan terus berkontribusi aktif dalam merawat keutuhan serta kemajuan Republik Indonesia dari jantung Pulau Halmahera.

Sumber: Yayasan Makulila & Warga Dusun Kulo

Avatar photo
Tomi Umarama

Leave a Reply

error: Content is protected !!