
TANGERANG, thewasesanews.com – serdik sespimmen dikreg ke-67 dalami kesehatan organisasi dan dinamika lingkungan strategis melalui pelaksanaan kegiatan Management Course Level III yang diselenggarakan di Markas Polresta Tangerang, Kamis (13/8/2026) hingga Jumat (14/8/2026).
​Para Peserta Didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-67 Tahun Anggaran 2026 tersebut terjun langsung ke lapangan guna melaksanakan rangkaian studi komprehensif yang menjadi bagian krusial dari proses pembelajaran kepemimpinan tingkat menengah.
​Agenda akademik ini dirancang khusus untuk mengasah dan memperkuat kapasitas para calon perwira menengah Polri dalam membaca kondisi internal kelembagaan secara objektif, sekaligus memetakan berbagai tantangan serta dinamika lingkungan strategis yang dihadapi oleh kepolisian di era modern.
​Dalam pelaksanaan kegiatan studi lingkungan di Polresta Tangerang ini, para perwira peserta didik menerapkan dua metode instrumen analisis utama, yakni Organizational Health Audit (OHA) dan Environmental Scanning (ES).
​Metode OHA dilaksanakan dengan melibatkan narasumber internal di jajaran Polresta Tangerang untuk mengukur tingkat kesehatan kelembagaan, efektivitas manajerial, hingga iklim kerja organisasi.
​Sementara itu, instrumen Environmental Scanning dilakukan dengan menggali informasi secara mendalam dari narasumber eksternal yang mencakup berbagai elemen pemangku kepentingan (stakeholders), tokoh masyarakat, akademisi, hingga perwakilan instansi lintas sektor.
​Pelaksana Harian sekaligus Wakapolresta Tangerang Kombes Pol Christian Aer menyampaikan penegasan mengenai esensi utama dari kehadiran para peserta didik Sespimmen di wilayah hukum Polresta Tangerang.
​Ia menekankan bahwa seluruh rangkaian riset dan pengumpulan data yang dilakukan oleh para Serdik bukanlah agenda administratif formalitas semata, melainkan laboratorium nyata untuk menguji ketajaman manajerial perwira Polri.
​”Kegiatan ini bukan sekadar proses pengumpulan data, tetapi merupakan bagian penting dalam membangun kemampuan kepemimpinan dan manajerial para peserta didik,” ujar Kombes Pol Christian Aer.
​Lebih lanjut, Christian menguraikan bahwa pelaksanaan Organizational Health Audit (OHA) diharapkan dapat memberikan potret yang akurat dan transparan mengenai kondisi kesehatan internal Polresta Tangerang.

​Audit organisasi ini mencakup evaluasi menyeluruh terhadap berbagai indikator vital, mulai dari efektivitas gaya kepemimpinan di tingkat komando, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), keterbukaan saluran komunikasi internal, kelancaran koordinasi antar-fungsi, hingga efektivitas pelaksanaan tugas-tugas operasional kepolisian di tengah masyarakat.
​Christian yang hadir mewakili Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah melanjutkan penjelasan mengenai urgensi instrumen Environmental Scanning (ES) bagi para calon pemimpin Polri.
​Ia mengingatkan bahwa institusi kepolisian tidak pernah berdiri di ruang hampa yang terisolasi dari realitas sosial di sekitarnya.
​Sebaliknya, Polri senantiasa berinteraksi dan berhadapan langsung dengan kompleksitas dinamika masyarakat, kebijakan pemerintah daerah, dunia usaha, kelompok buruh, insan pers, akademisi, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya.
​”Pemimpin juga harus mampu membaca perubahan dan berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan strategisnya,” katanya.
Christian menjelaskan secara mendetail bahwa pemilihan Kabupaten Tangerang sebagai lokasi studi Management Course Level III sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran para peserta didik.
​Kabupaten Tangerang dikenal sebagai salah satu wilayah hukum dengan tingkat kompleksitas kemasyarakatan dan perekonomian yang sangat tinggi di Provinsi Banten maupun kawasan penyangga ibu kota.
​Sebagai pusat pertumbuhan industri nasional dengan laju pembangunan ekonomi yang amat pesat, Kabupaten Tangerang menyimpan potensi dinamika sosial yang beraneka ragam.
​Wilayah ini secara konstan dihadapkan pada berbagai tantangan nyata, seperti perselisihan hubungan industrial dan isu ketenagakerjaan, permasalahan kemacetan lalu lintas, tingginya arus urbanisasi penduduk, potensi kejahatan kriminalitas, gesekan konflik sosial, isu kerusakan lingkungan hidup, hingga eskalasi tuntutan pelayanan publik dari masyarakat yang semakin kritis.
​Oleh sebab itu, data primer maupun sekunder yang berhasil dihimpun oleh para Serdik Sespimmen selama di Polresta Tangerang harus diolah secara ilmiah, mendalam, dan terukur.
​”Data yang diperoleh hari ini hendaknya tidak berhenti sebagai angka atau bahan laporan, tetapi menjadi dasar untuk melihat persoalan secara objektif dan merumuskan kebijakan yang tepat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pengawas Kelompok Latihan (Poklat) XXI Brigjen Pol Defrian Donimando menggarisbawahi bahwa kegiatan studi lingkungan OHA dan ES merupakan pilar utama dalam struktur kurikulum kepemimpinan tingkat menengah di Lemdiklat Polri.
​Menurutnya, perwira Polri tingkat menengah dituntut untuk memiliki kepekaan analitis yang tajam serta kemampuan berpikir secara sistemik dan holistik dalam menghadapi tantangan ke depan.
​”Pemimpin harus mampu mendiagnosis kesehatan organisasi, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal, memetakan peluang dan ancaman lingkungan strategis, serta merumuskan langkah adaptif dan solutif berbasis data,” kata Brigjen Pol Defrian Donimando.
Seluruh rangkaian Studi Lingkungan OHA dan ES yang berlangsung pada 13 hingga 14 Agustus 2026 ini mengusung tema strategis, yaitu “Tugas Pokok Polri dalam Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif”.
​Melalui tema ini, para peserta didik diarahkan untuk menyelaraskan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), penegakan hukum, serta perlindungan dan pengayoman masyarakat dengan agenda besar pembangunan nasional di sektor ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
​Brigjen Pol Defrian Donimando berharap seluruh Serdik Dikreg ke-67 mengikuti setiap tahapan kegiatan riset ini secara serius, terbuka, objektif, dan bersandar pada temuan fakta berbasis data lapangan (evidence-based policy).
​Ia berpesan agar hasil akhir dari studi lapangan ini tidak berakhir sekadar sebagai dokumen akademis di perpustakaan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat), melainkan mampu melahirkan rekomendasi strategis maupun taktis yang dapat diimplementasikan secara konkret dalam mendukung pelaksanaan tugas operasional kepolisian di lapangan.
​Melalui kegiatan pembekalan dan studi lapangan ini, para Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 diharapkan makin memantapkan strategic mindset atau pola pikir strategis dalam tubuh kepemimpinan mereka.
​Kombinasi antara pemahaman teoritis, penguasaan analisis organisasi internal, serta ketajaman membaca lingkungan ekstranal menjadi modal penting bagi para perwira Polri untuk mengambil keputusan secara cepat, tepat, akuntabel, dan adaptif di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat.
​Keberhasilan pelaksanaan kegiatan studi lingkungan di Polresta Tangerang ini diharapkan memberi kontribusi positif tidak hanya bagi pengembangan kompetensi individu para peserta didik, tetapi juga menjadi masukan berharga bagi Polresta Tangerang dalam meningkatkan mutu pelayanan publik, memelihara kondusivitas wilayah, serta mendukung terwujudnya kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tangerang.
Sumber: Humas Polresta Tangerang & Sespimmen Lemdiklat Polri








