serdik sespimmen dikreg ke 67 dalami kesehatan organisasi. - thewasesanews.com

Serdik Sespimmen Dikreg ke-67 Dalami Kesehatan Organisasi dan Dinamika Lingkungan di Polresta Tangerang

​"Pemimpin harus mampu mendiagnosis kesehatan organisasi, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal, memetakan peluang dan ancaman lingkungan strategis, serta merumuskan langkah adaptif dan solutif berbasis data. Kegiatan studi lingkungan OHA dan ES ini merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran kepemimpinan tingkat menengah di Sespimmen Lemdiklat Polri untuk melatih kepekaan analitis dan ketajaman berpikir sistemik para peserta didik agar mampu membaca dinamika organisasi dan lingkungan eksternal secara utuh," ujar Pengawas Poklat XXI Brigjen Pol Defrian Donimando.

TANGERANG, thewasesanews.com – Serdik sespimmen dikreg ke 67 dalami kesehatan organisasi dan dinamika lingkungan strategis melalui kegiatan Management Course Level III yang dipusatkan di Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (13/8/2026). Kegiatan akademis dan manajerial strategis yang diselenggarakan oleh Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri Tahun Anggaran 2026 ini dirancang khusus untuk mengasah serta mempertajam kapasitas kepemimpinan para Peserta Didik (Serdik). Melalui studi lapangan ini, para calon perwira komando tingkat menengah digembleng agar mampu membaca, mendiagnosis, dan memetakan kondisi internal organisasi kepolisian secara terukur, sekaligus merespons cepat berbagai dinamika lingkungan eksternal di kawasan yang memiliki tingkat kompleksitas sosial tinggi.

​Dalam perhelatan studi lingkungan tersebut, para Serdik Sespimmen Polri menerapkan dua instrumen metodologi analisis utama, yaitu Organizational Health Audit (OHA) dan Environmental Scanning (ES). Pelaksanaan instrumen OHA difokuskan pada pengumpulan serta pendalaman data internal melalui wawancara mendalam dan diskusi terarah bersama jajaran pejabat utama serta personel Polresta Tangerang. Langkah ini diambil untuk mengevaluasi secara menyeluruh aspek kepemimpinan, tata kelola sumber daya manusia, efektivitas saluran komunikasi internal, mekanisme koordinasi antarfungsi, hingga sejauh mana keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas operasional kepolisian di lapangan. Sementara itu, analisis ES dilakukan dengan menghimpun perspektif dari berbagai narasumber eksternal lintas sektoral, yang mencakup unsur pemerintah daerah, dunia usaha, serikat buruh, tokoh masyarakat, akademisi, hingga elemen pemangku kepentingan strategis lainnya di wilayah Kabupaten Tangerang.

​Mewakili Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Wakil Kepala Polresta (Wakapolresta) Tangerang Kombes Pol Christian Aer menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dipilihnya Polresta Tangerang sebagai objek studi akademis para Serdik. Ia menegaskan bahwa rangkaian Management Course Level III ini tidak boleh dipandang sekadar sebagai agenda rutin pengumpulan data mentah atau pemenuhan administratif karya tulis ilmiah belaka. Lebih dari itu, pemetaan yang objektif terhadap kondisi kesehatan organisasi kepolisian merupakan fondasi yang mendasar bagi calon pimpinan Polri di masa depan dalam membangun pola pikir strategis (strategic mindset) serta kepemimpinan yang adaptif dan solutif.

serdik sespimmen dikreg ke 67 dalami kesehatan organisasi. - thewasesanews.com

​”Kegiatan ini bukan sekadar proses pengumpulan data, tetapi merupakan bagian penting dalam membangun kemampuan kepemimpinan dan manajerial para peserta didik. Melalui pemetaan Organizational Health Audit (OHA), para Serdik diharapkan mampu memperoleh gambaran menyeluruh dan jujur mengenai kesehatan organisasi kita saat ini, mulai dari aspek kepemimpinan di tingkat manajerial, pembinaan sumber daya manusia, efektivitas komunikasi dan koordinasi antarfungsi, hingga sejauh mana efektivitas pelaksanaan tugas-tugas kepolisian di lapangan,” tegas Wakapolresta Tangerang Kombes Pol Christian Aer dalam arahannya di hadapan para Serdik Sespimmen Polri.

Lebih lanjut, Kombes Pol Christian Aer menjelaskan bahwa penerapan instrumen Environmental Scanning memiliki urgensi yang sangat mendalam untuk menyadarkan para calon perwira menengah bahwa institusi kepolisian tidak dapat berdiri sendiri dalam ruang yang terisolasi. Dalam menjalankan amanat konstitusi untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan publik, Polri senantiasa berhadapan langsung dengan gelombang perubahan sosial yang dinamis. Kompleksitas tantangan zaman, tingginya ekspektasi publik, serta perkembangan perekonomian mengharuskan jajaran kepolisian untuk membina sinergi yang harmonis dan inklusif dengan seluruh elemen kemasyarakatan.

​Kombes Pol Christian Aer memberikan gambaran komprehensif mengenai profil wilayah Kabupaten Tangerang yang menjadi laboratorium studi lapangan bagi para Serdik Sespimmen. Sebagai salah satu daerah penyangga utama Ibu Kota yang berkembang pesat sebagai kawasan industri nasional dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Kabupaten Tangerang menyimpan potensi kerawanan kamtibmas yang amat kompleks. Keberadaan ribuan perusahaan dan konsentrasi jutaan tenaga kerja menjadikan dinamika ketenagakerjaan serta isu-isu hubungan industrial sebagai riak sosial yang terus mengemuka. Di sisi lain, tingginya laju urbanisasi, kepadatan arus lalu lintas, potensi kriminalitas, dinamika pemukiman padat, hingga isu pencemaran lingkungan hidup menuntut hadirnya kepolisian yang responsif, humanis, dan berbasis pada analisis data yang presisi.

​”Pemimpin harus mampu membaca perubahan dan berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan strategisnya. Kabupaten Tangerang memiliki karakteristik yang sangat kompleks sebagai wilayah industri dengan dinamika kemasyarakatan yang tinggi. Polri berhadapan langsung dengan berbagai dinamika masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, kelompok buruh, akademisi hingga elemen masyarakat lainnya. Data yang diperoleh para Serdik hari ini hendaknya tidak berhenti sebagai angka atau bahan laporan, tetapi menjadi dasar untuk melihat persoalan secara objektif dan merumuskan kebijakan yang tepat,” lanjut Kombes Pol Christian Aer.

​Pada kesempatan yang sama, Pengawas Poklat XXI Sespimmen Lemdiklat Polri, Brigjen Pol Defrian Donimando, menegaskan bahwa rangkaian Studi Lingkungan OHA dan ES ini dirancang sebagai kurikulum inti untuk menempa kepekaan analitis serta ketajaman berpikir sistemik bagi para perwira menengah kepolisian. Di tengah era yang penuh ketidakpastian dan perubahan yang serba cepat (VUCA – Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), pimpinan Polri di tingkat komando satuan wilayah tidak hanya dituntut memiliki ketegasan operasional di lapangan, tetapi juga kapasitas manajerial yang matang dalam mengidentifikasi kekuatan internal serta memetakan ancaman maupun peluang eksternal secara komprehensif.

serdik sespimmen dikreg ke 67 dalami kesehatan organisasi. - thewasesanews.com

​”Pemimpin harus mampu mendiagnosis kesehatan organisasi, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal, memetakan peluang dan ancaman lingkungan strategis, serta merumuskan langkah adaptif dan solutif berbasis data. Kegiatan studi lingkungan OHA dan ES ini merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran kepemimpinan tingkat menengah di Sespimmen Lemdiklat Polri untuk melatih kepekaan analitis dan ketajaman berpikir sistemik para peserta didik agar mampu membaca dinamika organisasi dan lingkungan eksternal secara utuh,” ujar Pengawas Poklat XXI Brigjen Pol Defrian Donimando.

Rangkaian kegiatan Studi Lingkungan OHA dan ES ini dilaksanakan selama dua hari berturut-turut, terhitung sejak tanggal 13 hingga 14 Agustus 2026. Pada pelaksanaan tahun anggaran kali ini, studi lapangan mengangkat tema strategis yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional, yakni “Tugas Pokok Polri dalam Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif”. Pemilihan tema ini ditujukan untuk membuka wawasan para Serdik Sespimmen agar mampu menyusun strategi kepolisian yang tidak hanya fokus pada aspek penegakan hukum konvensional, tetapi juga berkontribusi aktif dalam mengawal iklim investasi, menjaga stabilitas rantai pasok pangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.

​Brigjen Pol Defrian Donimando menggarisbawahi harapannya agar seluruh Serdik Dikreg ke-67 dapat menjalani setiap proses studi ini secara serius, objektif, dan bersandar kuat pada fakta-fakta faktual di lapangan. Hasil kajian ilmiah yang disusun oleh para Serdik diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademis di perpustakaan lembaga pendidikan semata. Produk pemikiran tersebut dituntut untuk melahirkan rekomendasi strategis maupun taktis yang dapat diterapkan secara nyata (aplikatif) guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas-tugas Polri, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di wilayah hukum Polresta Tangerang.

​Melalui penyelenggaraan Management Course Level III di Polresta Tangerang ini, para Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 TA 2026 diharapkan semakin terasah dalam memiliki strategic mindset, kecakapan mengambil keputusan berbasis bukti, serta kapasitas kepemimpinan yang adaptif. Penguasaan terhadap analisis kesehatan organisasi dan pemetaan lingkungan strategis ini diproyeksikan menjadi bekal utama bagi para calon pimpinan kepolisian dalam merespons setiap perubahan zaman secara cepat, tepat, dan profesional demi mewujudkan Polri yang Presisi dan senantiasa dicintai oleh masyarakat.

Sumber: Humas Polresta Tangerang & Sespimmen Lemdiklat Polri

Avatar photo
Dwi Cahyo Sulistyo

Leave a Reply

error: Content is protected !!