
YALIMO, The Wasesa News – Prajurit TNI Angkatan Darat dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Kewilayahan Yonif 645/Gardatama Yudha (GTY) terus berkomitmen memperkokoh jalinan silaturahmi dengan segenap lapisan masyarakat di wilayah penugasan Papua. Langkah taktis ini diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan teritorial anjangsana humanis yang menyasar kediaman tokoh masyarakat serta aparat kepolisian di Distrik Apalapsili, Kabupaten Yalimo, pada Sabtu (27/06/2026). Aksi turun ke lapangan ini menjadi bukti nyata keseriusan TNI dalam membangun komunikasi sosial yang harmonis demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah tapal batas.
Kegiatan anjangsana yang penuh kebersamaan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Pos (Danpos) Apalapsili Letda Inf Putu Irwan Adi Prawira beserta 10 personel Satgas Yonif 645/GTY. Fokus kunjungan kekeluargaan kali ini diarahkan untuk menemui tokoh masyarakat setempat, Bapak Saradak, serta salah seorang personel bhayangkara, Aipda Igna, yang aktif berdinas di jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Apalapsili. Pertemuan lintas sektoral ini dirancang untuk memperkuat sinergi tiga pilar antara TNI, Polri, dan tokoh adat dalam mengawal kondusivitas wilayah.

Kehadiran para prajurit Gardatama Yudha di Pos Apalapsili ini sekaligus menandai kelanjutan estafet amanah tugas operasi yang sebelumnya diemban oleh Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 521/Dadaha Yodha (DY). Sebagai satuan baru yang memegang kendali kewilayahan di wilayah tersebut, Yonif 645/GTY memandang penting untuk segera melakukan adatasi lingkungan serta mempererat ikatan emosional dengan penduduk asli. Implementasi Pembinaan Teritorial (Binter) yang terukur dinilai menjadi kunci utama dalam memenangkan hati dan pikiran rakyat di daerah pegunungan Yalimo.
Melalui dialog interaktif yang berlangsung santai, Letda Inf Putu Irwan Adi Prawira bersama jajarannya mendengarkan berbagai masukan serta kondisi sosial kemasyarakatan yang berkembang di Distrik Apalapsili. Pihak Satgas berkomitmen menempatkan diri sebagai pelindung sekaligus mitra dialog bagi warga yang membutuhkan uluran tangan. Danpos menegaskan bahwa keberadaan pos TNI di tengah pemukiman harus membawa dampak positif terhadap peningkatan rasa aman serta mampu menjadi akselerator dalam membantu mengatasi keterbatasan hidup yang dihadapi oleh warga lokal sehari-hari.

“Kami hadir di sini bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk menjadi solusi bagi kesulitan masyarakat di sekitar Kampung Apalapsili,” ujar Letda Inf Putu Irwan Adi Prawira.
Pelaksanaan kegiatan teritorial ini mendapat sambutan yang sangat positif dan diwarnai dengan suasana kekeluargaan yang begitu hangat serta harmonis dari segenap warga Distrik Apalapsili. Baik Bapak Saradak selaku representasi tokoh masyarakat maupun Aipda Igna dari unsur kepolisian mengapresiasi tinggi langkah proaktif yang ditunjukkan oleh jajaran Pos Apalapsili Yonif 645/GTY. Sinergi yang terjalin erat sejak awal masa penugasan ini diharapkan mampu mereduksi potensi gangguan keamanan serta memacu semangat gotong royong dalam membangun desa.

Satgas Yonif 645/GTY menegaskan akan terus merutinkan agenda kunjungan kerja ke pemukiman warga lainnya secara berkala guna memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat perbatasan. Dengan terjalinnya komunikasi dua arah yang sehat antara aparat keamanan dan penduduk pribumi, program-program kemitraan diharapkan dapat berjalan lancar. Jalinan kasih di Distrik Apalapsili ini menjadi potret nyata bahwa kedamaian di tanah Papua dapat dirawat dengan baik melalui pendekatan humanis yang berbasis pada rasa saling menghormati dan kerja sama yang solid.
Sumber: Satgas Yonif 645/GTY (Gardatama Yudha)








