
WAMENA, The Wasesa News – Satgas Yonif 645 Gardatama Yudha bantu pemakaman salah satu warga asli Papua sebagai bentuk komitmen moral dan wujud nyata empati mendalam di tengah suasana kedukaan masyarakat perbatasan. Aksi kemanusiaan yang berlokasi di kawasan Kampung Asolipele, Distrik Walesi, Kabupaten Wamena, Provinsi Papua Pegunungan ini dilaksanakan pada Senin (06/07/2026) oleh segenap personel Pos Walesi Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 645/Gardatama Yudha. Di bawah pimpinan langsung Letkol Infanteri Yan Rangga Rahabistara, S.M., selaku Dansatgas, para prajurit melebur bersama penduduk setempat untuk mengurus jenazah almarhum Bapak Wiliamsyah, warga setempat yang meninggal dunia akibat sakit, guna memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat.
​Keterlibatan aktif aparat pengamanan kewilayahan ini mencakup seluruh rangkaian prosesi kedukaan secara total dan menyeluruh dari awal hingga akhir. Para personel bersama warga setempat bahu-membahu mulai dari melakukan penggalian tanah untuk liang kubur, menyelenggarakan ibadah salat jenazah secara khidmat bagi almarhum, hingga prosesi pengantaran dan penguburan jenazah ke liang lahat. Kegiatan gotong royong ini tidak hanya menjadi simbol solidaritas sosial di masa sulit, melainkan juga cerminan dari kerukunan beragama serta penguat ikatan silaturahmi yang tulus antara tentara nasional dan warga sipil di pedalaman.

​Dansatgas Yonif 645/Gardatama Yudha, Letkol Infanteri Yan Rangga Rahabistara, S.M., menjelaskan bahwa kehadiran fisik benteng pertahanan negara di wilayah pedalaman Papua tidak boleh membatasi diri pada patroli keamanan koridor perbatasan semata. Pelaksanaan Komunikasi Sosial (Komsos) yang menyentuh aspek kemanusiaan dan emosional seperti ini justru menjadi bagian dari tugas utama TNI untuk merawat hubungan harmonis yang berkelanjutan bersama seluruh elemen masyarakat lokal. Melalui interaksi berkala ini, TNI dapat menyerap aspirasi riil dari warga demi mendukung stabilitas dan kemajuan wilayah binaan.
​”Kami berkomunikasi langsung dengan warga untuk menjalin silaturahmi dan mendiskusikan berbagai hal yang dapat membantu kemajuan desa ini. Komsos bukan hanya soal hubungan baik, tapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi semua pihak. Dengan kebersamaan ini, kita bisa mengatasi segala tantangan dan mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera,” tegas Dansatgas Letkol Infanteri Yan Rangga Rahabistara di sela-sela prosesi pemakaman warga.
Aksi tanggap darurat kemanusiaan yang ditunjukkan secara responsif oleh personel Pos Walesi ini membuktikan secara konkret bahwa keberadaan personel militer di tanah Papua memberikan dampak positif yang nyata di luar fungsi pertahanan kedaulatan. Peran aktif dalam aktivitas gotong royong domestik ini mempercepat hilangnya batasan psikologis masyarakat adat, sehingga kehadiran negara benar-benar dirasakan sebagai pelindung dan sahabat dekat yang selalu siap mengulurkan bantuan tenaga kapan pun dibutuhkan oleh publik.

​Pihak keluarga almarhum Bapak Wiliamsyah bersama jajaran perwakilan masyarakat Kampung Asolipele menyampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian yang diperlihatkan oleh segenap jajaran Satgas. Bantuan fisik dan moril yang dikerahkan oleh para prajurit diakui sangat meringankan beban psikologis keluarga yang tengah tertimpa musibah, sehingga seluruh tahapan upacara pemakaman dapat berjalan dengan sangat aman, tertib, khidmat, dan lancar tanpa adanya hambatan di lapangan.

​Konsistensi dalam menjalankan pendekatan teritorial yang humanis ini akan terus dirawat secara berkala oleh komando satuan Yonif 645/Gardatama Yudha di seluruh sektor penugasan. Sinergitas horizontal yang kokoh antara barisan prajurit bersenjata dan komponen masyarakat adat diproyeksikan mampu menjadi modal sosial yang kuat dalam menangkal berbagai potensi kerawanan keamanan. Langkah inklusif ini sekaligus menjadi fondasi utama bagi terciptanya iklim kedamaian abadi yang mendukung kelancaran program pembangunan infrastruktur nasional di bumi cenderawasih.
Sumber: Penerangan Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 645/Gardatama Yudha








