
LAMPUNG TENGAH, The Wasesa News – Jajaran prajurit Komando Distrik Militer (Kodim) 0411/Kota Metro bersama personel Komando Rayon Militer (Koramil) menggelar latihan bela diri intensif di lapangan Makodim 0411/KM, Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, pada Selasa (30/06/2026). Agenda berkala ini dilaksanakan guna meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan operasional, serta mempertajam kemampuan bela diri perorangan prajurit dalam menghadapi berbagai dinamika penugasan teritorial di lapangan.
​Latihan yang diselenggarakan dengan penuh kedisiplinan ini mengombinasikan dua disiplin bela diri tangguh, yakni Pencak Silat Militer (PSM) dan Karate dari Institut Karatedo Indonesia (INKAI). Dipimpin oleh tim instruktur internal Kodim 0411/KM, yaitu Serda Eka Permana selaku Babinsa Koramil 411-01/K dan Kopda Anton Wijaya selaku Babinsa Koramil 411-15/Kr, para prajurit dibekali materi teknik dasar mulai dari pukulan, tendangan, kuncian taktis, hingga teknik pertahanan diri praktis untuk situasi darurat.
​Jalannya penempaan fisik ini dipantau langsung oleh Perwira Pengawas, Pasiopsdim 0411/KM Kapten Czi Yatiman, S.H., guna memastikan seluruh peragaan gerakan dilakukan secara tepat dan aman dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan kerja tanpa kecelakaan (zero accident). Di tempat terpisah, Komandan Kodim (Dandim) 0411/KM Letkol Inf Noval Darmawan, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa penguasaan bela diri merupakan kemampuan wajib bagi setiap prajurit TNI Angkatan Darat, terutama para Babinsa yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

​Penggabungan materi PSM dan INKAI ini membawa dampak positif multi-aspek, seperti mengasah refleks pertahanan diri lapangan agar prajurit memiliki kapasitas perlindungan mumpuni tanpa harus selalu bergantung pada penggunaan senjata api. Selain menjaga kebugaran fisik dan ketahanan mental agar selalu prima dalam menjalankan tugas kewilayahan, latihan ini menjadi sarana pembentukan karakter tangguh yang menjunjung nilai sportivitas, disiplin, rasa percaya diri, serta pengendalian emosi, sekaligus menjadi wujud nyata TNI dalam melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya asli bangsa Indonesia.
​”Prajurit yang profesional tidak hanya mahir taktik dan menembak, tetapi juga harus tangguh dalam pertarungan jarak dekat. Latihan ini adalah sarana memelihara kemampuan tersebut agar kapan pun Negara dan Rakyat membutuhkan, kita selalu siap,” ujar Pasiopsdim Kapten Czi Yatiman, S.H., di sela-sela kegiatan latihan.
Meskipun latihan dilaksanakan di bawah terik matahari, atmosfer di lapangan Makodim tetap diselimuti semangat dan antusiasme tinggi dari seluruh personel yang kompak memperagakan setiap jurus yang diberikan oleh pelatih. Kemampuan bertarung jarak dekat ini diharapkan dapat melekat menjadi identitas prajurit yang adaptif dan solutif dalam menjaga kondusivitas serta memberikan rasa aman di wilayah hukum Lampung Tengah.
Sumber: Penerangan Kodam II/Sriwijaya / Kodim 0411/KM
Kontributor: Suherman Martha








