
JAYAWIJAYA, The Wasesa News – Jajaran personel militer dari Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 645/Gardatama Yudha menggelar aksi sosial terintegrasi berupa pemberian layanan kesehatan Satgas Yonif 645 gratis sekaligus pengajaran nilai-nilai edukasi kewarganegaraan bagi para siswa-siswi di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, pada Jumat (17/07/2026). Langkah proaktif dan humanis ini diambil sebagai wujud nyata kepedulian TNI terhadap peningkatan kualitas dunia pendidikan serta derajat kesehatan generasi muda di wilayah penugasan teritorial. Aksi bela negara terpadu ini menyasar lembaga pendidikan dasar guna membekali anak-anak Papua wawasan kebangsaan yang kuat sebagai modal utama menyongsong generasi emas penerus bangsa.
​Dalam pelaksanaannya di lapangan, kolaborasi program ini didesain untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya menjaga kebugaran fisik serta kesadaran penuh sebagai warga negara yang berada di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain melakukan pemeriksaan medis dasar terhadap para pelajar, tim kesehatan satgas juga membagikan vitamin dan memberikan penyuluhan praktis mengenai pola hidup bersih. Sementara di dalam ruang kelas, para prajurit bertindak sebagai guru pamong yang menyampaikan materi wawasan kebangsaan lewat metode interaktif yang menyenangkan guna memicu motivasi belajar anak-anak.
​Komandan Satgas Yonif 645/Gardatama Yudha, Letkol Inf. Yan Rangga Rahabistara, S.M., menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan merupakan dua pilar fundamental yang saling melengkapi dalam mempercepat kemajuan pembangunan di tanah Papua. Penyiapan kualitas SDM sejak usia dini menjadi urgensi mutlak agar anak-anak di daerah pedalaman memiliki daya saing yang tinggi dan tidak tertinggal dari wilayah lain di Indonesia. Kehadiran para prajurit di tengah lingkungan sekolah juga dimaksudkan untuk membangun kedekatan emosional dan menghapus kecanggangan antara militer dan masyarakat lokal.
​”Anak-anak adalah aset generasi emas bangsa yang harus kita dukung dan berikan perhatian bersama. Melalui kegiatan teritorial ini, kami ingin menumbuhkan semangat belajar yang tinggi sekaligus mempererat hubungan kemanunggalan antara TNI dan masyarakat, khususnya para pelajar di Distrik Walesi agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang sehat, disiplin, dan cinta tanah air,” ujar Komandan Satgas Yonif 645/Gardatama Yudha, Letkol Inf. Yan Rangga Rahabistara, S.M., dalam rilis resminya.
​Inisiatif mulia dari korps Gardatama Yudha ini mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dan sambutan hangat dari pihak otoritas sekolah serta para murid yang selama ini dihadapkan pada keterbatasan akses. Keterbatasan jumlah tenaga pendidik dan ketiadaan fasilitas medis yang memadai di wilayah pegunungan tengah ini membuat kehadiran posko bergerak TNI menjadi solusi alternatif yang sangat dinantikan oleh warga kampung. Kegembiraan terpancar jelas dari raut wajah para siswa saat diajak berinteraksi, bernyanyi lagu nasional, dan bercengkerama bersama para prajurit.

​”Kami sangat senang sekali dengan kehadiran Bapak-Bapak TNI di sekolah kami. Di daerah sini kami memang sangat terbatas akan ketersediaan tenaga medis dan guru pendidik, sehingga bantuan layanan pengajaran dan kesehatan ini menjadi sangat berarti bagi kami untuk terus maju,” ungkap Wika Asso (14), salah satu murid kelas 8 MTSN Walesi dengan nada penuh kegembiraan.
Melalui komitmen pengabdian yang dijalankan secara konsisten, humanis, dan berkelanjutan ini, Satgas Yonif 645/Gardatama Yudha menegaskan eksistensinya untuk selalu berada di garis depan dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan sosial masyarakat. Sinergi yang kokoh antara dunia pendidikan, pemuka masyarakat, dan aparat keamanan teritorial diharapkan mampu menciptakan stabilitas kawasan yang aman, damai, serta kondusif bagi pertumbuhan generasi masa depan Papua.
Sumber: Penerangan Satgas Yonif 645/Gardatama Yudha (Gardatama Yudha)










