
NIAS UTARA, The Wasesa News – Pembangunan fisik infrastruktur penyeberangan Jembatan Aramco Botombawo yang membentang kokoh di atas aliran Sungai Naha Nose, Desa Botombawo, Kecamatan Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara, terus menunjukkan akselerasi perkembangan yang sangat signifikan hingga mencapai progres pengerjaan sebesar 97 persen pada Kamis (11/06/2026). Jembatan penghubung sepanjang enam meter tersebut merupakan bagian dari realisasi program Bakti TNI untuk Rakyat yang bersumber dari dana bantuan kemanusiaan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kehadiran prasarana vital ini difungsikan khusus untuk membuka serta menghubungkan akses mobilitas darat antara Desa Botombawo dengan Desa Hilimböwö yang selama ini mengalami keterbatasan akses penyeberangan yang aman dan memadai.
​Selama bertahun-tahun, segenap lapisan masyarakat di wilayah pedalaman Sitolu Ori tersebut mendambakan hadirnya sarana penyeberangan yang representatif guna menunjang kelancaran aktivitas harian mereka. Keterbatasan sarana infrastruktur di masa lalu kerap menjadi batu sandungan yang menyulitkan mobilitas warga, terutama ketika hendak melakukan perjalanan sosial antar-desa maupun saat mengangkut hasil komoditas pertanian menuju pusat pasar terdekat. Sering kali, aktivitas perekonomian warga menjadi lumpuh total sewaktu debit air Sungai Naha Nose mengalami luapan akibat intensitas curah hujan yang tinggi di hulu sungai.

​Memasuki fase penyelesaian akhir atau finishing pada pekan ini, para personel gabungan di lapangan terpantau tengah berfokus melakukan pengerjaan estetika berupa pengecatan menyeluruh pada konstruksi baja dan beton jembatan. Agenda pengerjaan tersebut dilaksanakan secara sinergis dengan melibatkan unsur personel dari komando kewilayahan Koramil 06/Tuhemberua, satuan teknis Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) I/Dhira Dharma, serta personel dari Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 903/Baluseda. Tidak ketinggalan, puluhan warga dari kedua desa terdampak juga turun langsung ke lokasi proyek untuk bergotong-royong membantu percepatan penyelesaian jembatan tersebut.

​”Pembangunan Jembatan Aramco merupakan wujud nyata kepedulian negara dalam menghadirkan infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui program Bakti TNI untuk Rakyat, TNI hadir membantu mempercepat pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Dengan progres yang telah mencapai 97 persen, kami berharap jembatan ini segera selesai dan dapat digunakan untuk memperlancar aktivitas masyarakat serta mendukung peningkatan kesejahteraan warga di sekitar wilayah tersebut,” tutur Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., dalam rilis tertulisnya kepada awak media.
Pola kemitraan dan semangat gotong-royong yang kokoh antara barisan prajurit TNI dan elemen masyarakat sipil terbukti menjadi faktor determinan yang paling krusial dalam mendorong percepatan target pembangunan fisik di lapangan. Hubungan emosional yang terjalin dengan baik selama masa penugasan karya bakti ini meminimalkan kendala teknis dan non-teknis, sehingga proyeksi penyelesaian infrastruktur dapat berjalan sesuai dengan linimasa yang telah direnkanakan sejak awal oleh komando atas.

​Dengan sisa pengerjaan fisik yang kini tinggal menyisakan tiga persen saja, struktur bangunan Jembatan Aramco Botombawo ini diprediksi akan dapat difungsikan secara penuh oleh publik dalam hitungan hari ke depan. Pihak otoritas kewilayahan optimis bahwa operasionalisasi jembatan baru ini akan mampu mereduksi biaya logistik transportasi hasil bumi, merangsang geliat pertumbuhan ekonomi mikro baru di sektor agrobisnis, serta memperkuat konektivitas kewilayahan yang inklusif di seantero Kabupaten Nias Utara.
​Pemerintah daerah setempat bersama jajaran TNI juga mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama merawat dan menjaga aset infrastruktur berharga ini setelah diresmikan nantinya. Pemeliharaan fasilitas secara swadaya oleh komunitas lokal dinilai sangat penting agar usia pakai jembatan bantuan kepresidenan ini dapat bertahan dalam jangka panjang, sehingga kebermanfaatannya dapat terus dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang di bumi Nias Utara.
Sumber: Penerangan Komando Daerah Militer (Pendam) I/Bukit Barisan








