
WEDA, thewasesanews.com — Haornas 2026 Halmahera Tengah diperingati secara khidmat dan meriah melalui upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, di Halaman Utama Kantor Bupati Halmahera Tengah, Weda, pada Rabu pagi (9/9/2026). Momentum peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) Tahun 2026 di Kabupaten Halmahera Tengah ini menjadi panggung kehormatan dan komitmen bersama untuk menggelorakan gaya hidup sehat serta apresiasi atas dedikasi para insan olahraga daerah. Hadir mendampingi Bupati dalam jajaran panggung kehormatan yakni Wakil Bupati Halmahera Tengah Ahlan Djumadil, Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto, S.Pd.T., S.I.K., M.H., serta Komandan Kodim (Dandim) 1512/Weda Letkol Inf. Fachrozie Fanani, S.H.
Upacara yang berlangsung penuh kedisiplinan tersebut juga dihadiri oleh unsur jajaran Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, para pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, unsur jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), perwakilan pengurus Cabang Olahraga (Cabor), pelatih, serta ratusan atlet lokal berprestasi dari berbagai wilayah Halmahera Tengah. Kehadiran lintas elemen pimpinan daerah dan komunitas olahraga ini menegaskan sinergi yang kokoh antara jajaran eksekutif, aparat penegak hukum, TNI, serta pemangku kepentingan olahraga dalam membangun kualitas sumber daya manusia daerah melalui iklim olahraga yang sehat dan kompetitif.
Salah satu agenda krusial dan paling dinanti dalam rangkaian peringatan HAORNAS 2026 di Halmahera Tengah tersebut adalah penyerahan secara langsung piagam penghargaan dan dana pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah kepada puluhan pelatih serta atlet berprestasi. Penyerahan penghargaan ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati Ikram Malan Sangadji didampingi Forkopimda sebagai wujud nyata kepedulian dan rasa terima kasih pemerintah daerah atas perjuangan, keringat, serta deretan prestasi yang telah diukir para atlet Halmahera Tengah baik di tingkat provinsi, nasional, maupun ajang kejuaraan regional.
Suntikan dana pembinaan dan penghargaan kelembagaan tersebut diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi para insan olahraga untuk terus mengasah kemampuan, menjaga konsistensi latihan, serta menginspirasi generasi muda lainnya di Bumi Fagogoru agar tidak ragu meniti karir dan mengukir prestasi di bidang keolahragaan. Bupati Ikram Malan Sangadji menyampaikan bahwa perhatian pemerintah daerah tidak akan berhenti pada pemberian bonus semata, melainkan akan diiringi dengan pembenahan sarana prasarana serta ekosistem pembinaan atlet secara berkelanjutan di seluruh wilayah Halmahera Tengah.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Bupati Ikram Malan Sangadji secara khidmat membacakan pidato sambutan resmi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) dalam rangka peringatan HAORNAS Tahun 2026. Dalam amanat tertulis Menpora RI yang dibacakan Bupati, ditekankan sebuah paradigma fundamental bahwa kegiatan keolahragaan di tanah air harus dipandang dan diposisikan sebagai investasi jangka panjang pembangunan bangsa, bukan lagi sekadar dipandang sebagai beban anggaran atau kegiatan seremonial tahunan semata.
Pendekatan olahraga sebagai investasi bangsa dinilai sangat krusial mengingat olahraga memegang peranan vital dalam menempa karakter generasi muda yang berdisiplin tinggi, memiliki daya juang pantang menyerah, jujur, serta tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. Selain membentuk watak kepribadian yang kokoh, olahraga merupakan pondasi paling mendasar dalam meningkatkan derajat kualitas kesehatan fisik dan mental masyarakat secara menyeluruh demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Peringatan HAORNAS Tahun 2026 ini secara nasional mengusung tema utama “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar”. Melalui tema strategis tersebut, pembacaan sambutan Menpora RI menggarisbawahi lima arah kebijakan utama yang perlu digerakkan secara bersama-sama dan terintegrasi oleh seluruh pemangku kepentingan dari tingkat pusat hingga ke daerah-daerah. Poin kebijakan pertama menegaskan pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari agenda besar pembangunan kesehatan nasional dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Poin kebijakan kedua mendorong pemerintah daerah untuk tampil di garis depan sebagai motor penggerak utama dalam membudayakan masyarakat aktif. Langkah nyata ini diwujudkan melalui komitmen Pemda dalam menyediakan ruang-ruang publik yang ramah olahraga, taman-taman terbuka hijau, serta fasilitas sarana olahraga yang terjangkau, murah, dan inklusif yang dapat diakses dengan mudah oleh seluruh lapisan warga masyarakat tanpa terkecuali.
Sementara itu, poin kebijakan ketiga menekankan pentingnya menghadirkan budaya olahraga secara masif dalam denyut kehidupan sehari-hari masyarakat. Pembudayaan olahraga ini ditargetkan mampu menyasar dan merambah berbagai ekosistem sosial, dimulai dari lingkungan sekolah formal dan madrasah, area tempat kerja perkantoran swasta maupun pemerintahan, hingga masuk ke dalam lingkaran terkecil yaitu lingkungan keluarga.
Poin kebijakan keempat menggarisbawahi perubahan tolok ukur atau indikator keberhasilan program keolahragaan. Keberhasilan pembangunan olahraga di daerah dan pusat tidak lagi diukur sekadar dari banyaknya jumlah agenda event atau kegiatan seremonial yang diselenggarakan, melainkan dinilai dari sejauh mana terjadinya perubahan perilaku nyata di masyarakat yang semakin gemar bergerak dan memiliki tingkat kebugaran fisik yang terukur.
Adapun poin kebijakan utama yang kelima menuntut komitmen bersama untuk membangun ekosistem olahraga yang inklusif, merata, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Ekosistem keolahragaan harus menjangkau seluruh kelompok umur, dari anak-anak, remaja, dewasa, lanjut usia, hingga memberikan ruang dan kesetaraan kesempatan yang sama bagi para penyandang disabilitas untuk berolahraga dan mengukir prestasi.
Dalam pidato amanatnya, Bupati Ikram Malan Sangadji juga mengingatkan pesan penting Menpora RI mengenai keterkaitan erat antara budaya olahraga di tingkat tapak dengan kemunculan atlet-atlet bertalenta di panggung dunia. Atlet-atlet hebat berprestasi tidak akan pernah lahir secara instan di ruang hampa, melainkan tumbuh dari kultur masyarakat yang memiliki kegemaran dan kebiasaan berolahraga sejak dini. Oleh karena itu, pembangunan budaya olahraga, pembinaan prestasi atlet, dan pengembangan industri olahraga harus dirajut sebagai satu kesatuan ekosistem yang saling menguatkan dan menopang satu sama lain.
Momentum peringatan HAORNAS 2026 di Kabupaten Halmahera Tengah ini dijadikan ajakan terbuka bagi seluruh elemen jajaran pemerintah daerah, institusi pendidikan, dunia usaha swasta, organisasi kemasyarakatan, komunitas olahraga, hingga lingkup keluarga untuk mulai bergerak aktif bersama. Gerakan hidup sehat ini tidak perlu menunggu tersedianya anggaran besar atau gelaran ajang olahraga megah, melainkan cukup dimulai dari aktivitas fisik sederhana sehari-hari sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing, seperti berjalan kaki, senam bersama, maupun berolahraga secara rutin di lingkungan rumah dan tempat kerja.
Melalui peringatan HAORNAS 2026 di Bumi Fagogoru ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah berharap kesadaran warga akan pentingnya kebugaran jasmani dapat meningkat secara signifikan. Olahraga diharapkan tidak lagi dianggap sebagai beban rutin, melainkan menjadi gaya hidup (lifestyle) dan kebutuhan dasar yang membahagiakan. Semangat memperingati Hari Olahraga Nasional 2026 ini diakhiri dengan seruan bersama yang menggelora di halaman kantor bupati: “Selamat Hari Olahraga Nasional 2026, Ayo Bergerak, Ayo Berolahraga, Ayo Bugarkan Indonesia!”
Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Halmahera Tengah








