Distribusi Air PDAM Kota Ternate Macet di Tafure. - thewasesanews.com

Distribusi Air PDAM Kota Ternate Macet di Tafure, Warga RT 002 Menagih Komitmen Pelayanan

​“Sudah berulang kali kami mengeluh. Setiap siang maupun sore, air tidak pernah mengalir. Kami berharap PDAM segera memperbaiki pelayanan, karena air bersih sangat dibutuhkan warga setiap hari,” tegas salah seorang warga RW 01 RT 002 Kelurahan Tafure saat menyampaikan keluhannya di Ternate, Jumat (11/9/2026).

TERNATE, thewasesanews.comDistribusi Air PDAM Kota Ternate Macet di Tafure, khususnya di lingkungan RW 01 RT 002 Kelurahan Tafure, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara, memicu gelombang kekecewaan mendalam dari warga setempat pada Jumat (11/9/2026). Pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Ternate dilaporkan kerap terhenti total pada jam-jam krusial, terutama sejak siang hingga sore hari, yang melumpuhkan berbagai aktivitas domestik harian warga.

​Kondisi kronis yang merenggut hak dasar warga atas akses air bersih ini bukanlah peristiwa mendadak, melainkan persoalan berulang yang tak kunjung menemukan solusi konkrit dari pihak manajemen BUMD tersebut. Ketidakpastian aliran air bersih ini memaksa warga berada dalam posisi yang sangat dirugikan, mengingat kebutuhan dasar untuk memasak, mencuci, dan sanitasi rumah tangga tidak dapat ditunda.

​Ketidakmampuan perusahaan pelat merah dalam menjaga kontinuitas aliran air bersih tersebut dinilai sebagai cerminan buruknya tata kelola dan pemeliharaan jaringan distribusi di kawasan Ternate Utara. Warga mempertanyakan komitmen pelayanan publik PDAM Kota Ternate yang terkesan abai terhadap keluhan pelanggan, padahal kewajiban pembayaran tagihan bulanan terus berjalan tanpa toleransi keterlambatan.

​Protes keras mengalir dari sejumlah warga yang sudah berada di puncak kejenuhan akibat harus menanggung dampak buruk dari kelalaian pelayanan tersebut secara terus-menerus. Saluran aduan resmi maupun penyampaian keluhan secara langsung kepada pihak pengelola dinilai hanya berujung pada janji manis tanpa ada tindakan teknis yang nyata di lapangan.

​Seorang warga Kelurahan Tafure yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka atas sikap apatis manajerial PDAM Kota Ternate. Ia membeberkan bahwa tumpukan aduan yang dilayangkan warga seolah masuk ke ruang hampa tanpa ada respons cepat dari jajaran teknik untuk turun memeriksa kerusakan pipa atau gangguan tekanan air di wilayah mereka.

​“Sudah berulang kali kami mengeluh. Setiap siang maupun sore, air tidak pernah mengalir. Kami berharap PDAM segera memperbaiki pelayanan, karena air bersih sangat dibutuhkan warga setiap hari,” tegas salah seorang warga RW 01 RT 002 Kelurahan Tafure saat menyampaikan keluhannya di Ternate, Jumat (11/9/2026).

Pernyataan menohok dari warga tersebut menjadi potret nyata betapa buruknya manajemen krisis dan kepekaan sosial pengelola fasilitas publik di Kota Ternate. Kejadian terhentinya pasokan air pada waktu-waktu produktif siang hingga sore hari secara sistematis telah mengganggu ritme kehidupan keluarga dan menimbulkan beban psikologis serta finansial tambahan bagi warga kurang mampu.

​Dampak dari mampetnya aliran PDAM ini memaksa sejumlah kepala keluarga mencari alternatif darurat demi memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi harian. Tidak sedikit warga yang terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air galon kemasan atau menampung air hujan yang kondisinya sangat bergantung pada cuaca, sebuah realitas pahit di tengah klaim modernisasi layanan perkotaan.

​Kelumpuhan distribusi air bersih di RW 01 RT 002 Kelurahan Tafure ini juga memperlihatkan adanya ketimpangan pasokan antar-wilayah di Kota Ternate yang belum mampu diselesaikan oleh jajaran direksi. Masalah teknis seperti kebocoran pipa utama, penyumbatan debit air, hingga ketidakseimbangan tekanan pompa selayaknya dapat dideteksi dan diatasi lebih dini jika sistem pemantauan berkala dijalankan secara profesional.

​Sorotan kritis kini tertuju pada jajaran pimpinan PDAM Kota Ternate serta Pemerintah Kota Ternate selaku pemilik modal BUMD tersebut. Ketidakmampuan memberikan garansi pelayanan dasar dinilai bertentangan dengan semangat reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat urban yang gencar dikampanyekan oleh pemerintah daerah.

​Sebagai BUMD yang menyerap anggaran daerah dan menarik iuran dari masyarakat, PDAM Kota Ternate dituntut untuk transparan dalam menyampaikan kendala operasional kepada publik. Sikap diam dan terkesan membiarkan penderitaan warga Tafure berlangsung berlarut-larut hanya akan memunculkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap keandalan infrastruktur publik daerah.

​Warga mendesak jajaran direksi dan tim teknis PDAM Kota Ternate untuk tidak sekadar duduk di balik meja kerja, melainkan segera menerjunkan tim investigasi jaringan ke lokasi RW 01 RT 002 Kelurahan Tafure. Evaluasi menyeluruh terhadap performa stasiun pompa dan jalur perpipaan di kawasan Ternate Utara harus dilakukan secara menyeluruh guna menemukan akar masalah penghentian aliran air tersebut.

​Penanganan persoalan distribusi air di wilayah Tafure tidak boleh lagi diselesaikan dengan solusi sementara yang bersifat tambal sulam. Warga menuntut adanya perbaikan sistemik dan penyediaan jaminan pasokan air bersih yang mengalir secara merata, lancar, dan berkesinambungan tanpa ada diskriminasi wilayah atau jadwal pemadaman sepihak.

​Desakan ini juga menjadi peringatan keras bagi jajaran Dewan Pengawas PDAM Kota Ternate untuk lebih aktif melakukan evaluasi kinerja operasional manajemen. Pembiaran terhadap keluhan warga yang berulang dapat dikategorikan sebagai bentuk mal-administrasi pelayanan publik yang mencederai hak-hak konstitusional warga negara atas akses air bersih.

​Krisis air di Kelurahan Tafure seyogianya menjadi momentum evaluasi total bagi Pemerintah Kota Ternate dalam membenahi tata kelola BUMD sektor air minum secara fundamental. Pembentukan sistem tanggap darurat aduan warga dan audit keandalan infrastruktur distribusi air menjadi langkah krusial yang tidak bisa ditawar lagi demi memastikan kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

​Apabila aduan warga RW 01 RT 002 Kelurahan Tafure ini tetap diabaikan tanpa ada tindakan konkrit dalam waktu dekat, gelombang protes warga dipastikan akan semakin membesar dan berpotensi memicu mosi tidak percaya terhadap kinerja jajaran kepemimpinan PDAM Kota Ternate. Kepastian dan keadilan akses air bersih kini berada di tangan pengambil kebijakan untuk segera diwujudkan secara nyata.

Sumber: Aduan Masyarakat Kelurahan Tafure

Avatar photo
Tomi Umarama

Leave a Reply

error: Content is protected !!