bupati ikram m sangadji resmikan bni cabang lelilef. - thewasesanews.com

Bupati Ikram M. Sangadji Resmikan BNI Cabang Lelilef di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Halmahera Tengah

​"Kabupaten Halmahera Tengah, dengan adanya industri dan hilirisasi, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi. Peningkatan aktivitas pertambangan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah, terutama berkaitan dengan potensi mineral dan nikel. Kenaikan ekonomi yang signifikan dari 54 persen pada kuartal I 2025 menjadi 62 persen pada kuartal I 2026 ini dapat dibuktikan dengan dibukanya Cabang BNI di Lelilef ini. Jadi ini merupakan suatu bukti perkembangan pesat pertumbuhan ekonomi di Halmahera Tengah," ujar Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, Rabu (26/8/2026).

LELILEF, thewasesanews.com — Bupati Ikram sangadji resmikan BNI Cabang Lelilef bersama Wakil Bupati Ahlan Djumadil dalam acara Grand Opening yang berlangsung di Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Rabu (26/8/2026). Peresmian kantor cabang baru bank pelat merah ini menjadi penanda konkret atas kian menggeliatnya aktivitas transaksi keuangan dan investasi di kawasan industri Weda Tengah, yang dalam beberapa tahun terakhir telah menjelma menjadi salah satu epicentrum pertumbuhan ekonomi tercepat di Indonesia.

​Kehadiran jaringan perbankan nasional skala besar di tingkat kecamatan tersebut merespons langsung kebutuhan ekspansi bisnis serta aktivitas ekonomi masyarakat yang melonjak drastis. Berada tepat di jantung lingkar tambang dan pengolahan nikel, Kecamatan Weda Tengah kini berdiri sebagai penggerak utama struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah. Pertumbuhan pesat ini didorong oleh masifnya arus investasi pertambangan, hilirisasi mineral, serta berlanjutnya multiplier effect pada sektor perdagangan, jasa konstruksi, perhotelan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

bupati ikram m sangadji resmikan bni cabang lelilef. - thewasesanews.com

​Dalam amatan redaksi, akselerasi ekonomi Halmahera Tengah mencatatkan lonjakan angka statistik yang sangat menakjubkan dalam kurun dua tahun terakhir. Berdasarkan data resmi yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi kabupaten ini tercatat berada di angka 54 persen pada kuartal I 2025. Angka fantastis tersebut kembali meroket secara signifikan menembus 62 persen pada kuartal I 2026, menempatkan Halmahera Tengah sebagai wilayah dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di tingkat regional Maluku Utara maupun pada skala nasional.

​Perkembangan pesat ini sekaligus mengukuhkan posisi Halmahera Tengah bersama Kota Ternate sebagai dua barometer utama penopang pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku Utara. Berbeda dengan wilayah lain yang mengandalkan sektor primer secara mentah, lonjakan pertumbuhan ekonomi di Halmahera Tengah dipicu oleh keberhasilan kebijakan hilirisasi industri pengolahan mineral. Sektor ini berhasil memberikan dorongan besar terhadap penerimaan daerah, yang pada gilirannya memperluas ruang fiskal pemerintah daerah untuk membiayai berbagai program prioritas pengentasan kemiskinan serta peningkatan fasilitas publik.

​Dalam pidato resminya di hadapan jajaran pimpinan BNI, pejabat pemda, dan tokoh masyarakat Weda Tengah, Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji menegaskan bahwa pembukaan cabang BNI di Lelilef merupakan bukti valid yang tak terbantahkan atas pesatnya kemajuan ekonomi daerah. Beliau menekankan bahwa industrialisasi yang berjalan paralel dengan penguatan ekonomi kerakyatan harus mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan seluruh lapisan warga Halmahera Tengah.

​”Kabupaten Halmahera Tengah, dengan adanya industri dan hilirisasi, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi. Peningkatan aktivitas pertambangan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah, terutama berkaitan dengan potensi mineral dan nikel. Kenaikan ekonomi yang signifikan dari 54 persen pada kuartal I 2025 menjadi 62 persen pada kuartal I 2026 ini dapat dibuktikan dengan dibukanya Cabang BNI di Lelilef ini. Jadi ini merupakan suatu bukti perkembangan pesat pertumbuhan ekonomi di Halmahera Tengah,” ujar Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, Rabu (26/8/2026).

​Seiring dengan capaian laju ekonomi yang terbilang fenomenal, indikator pembangunan manusia dan kesejahteraan sosial di Halmahera Tengah juga menunjukkan tren kenaikan yang positif. Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Halmahera Tengah pada tahun 2026 tercatat berhasil mencapai 70,9 tahun. Angka ini mencerminkan peningkatan kualitas layanan kesehatan daerah serta keefektifan program perlindungan sosial pemerintah kabupaten, salah satunya melalui penyaluran insentif rutin bagi masyarakat lanjut usia (lansia) agar tetap berada dalam kondisi sehat dan produktif.

bupati ikram m sangadji resmikan bni cabang lelilef. - thewasesanews.com

​Guna memastikan surplus pertumbuhan ekonomi tersebut terdistribusi secara adil dan tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah mengoptimalkan pemanfaatan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Basis data terpadu dan terintegrasi ini dijadikan rujukan utama bagi penyusunan kebijakan intervensi sosial di tingkat lapangan. Dengan data berbasis profil individu dan keluarga tersebut, program penanganan kemiskinan ekstrem, penyaluran bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi dapat dieksekusi secara akurat tanpa salah sasaran.

​Struktur PDRB Halmahera Tengah saat ini ditopang secara dominan oleh sektor industri pengolahan hasil tambang, yang kemudian disusul oleh realisasi investasi duni usaha, sektor perdagangan dan jasa, UMKM, serta sektor pertanian, perikanan, dan kelautan. Sinergi antar-sektor ini terbukti mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja lokal maupun pendatang, yang pada akhirnya memutar roda perekonomian di desa-desa lingkar industri seperti Lelilef secara eksponensial.

​Mengakhiri rangkaian acara seremonial tersebut, Bupati Ikram M. Sangadji menyampaikan apresiasi dan harapan besarnya atas peresmian BNI Cabang Lelilef. Pemerintah daerah berharap kehadiran PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk di Weda Tengah dapat semakin mempermudah akses permodalan bagi pelaku usaha lokal, mempercepat sirkulasi keuangan masyarakat, serta memacu peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kehadiran BNI Cabang Lelilef diharapkan tidak hanya membantu perseroan mencapai target kinerja bisnisnya, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal masa depan ekonomi Halmahera Tengah yang makin maju, mandiri, dan inklusif.

Sumber: Pemkab Halmahera Tengah, Liputan Lapangan

Avatar photo
Tomi Umarama

Leave a Reply

error: Content is protected !!