
LABUHANBATU UTARA, The Wasesa News – Penanganan kasus PT Agrinas Palma Nusantara (APN) yang berlokasi di area perkebunan Dusun Tapian Nauli, Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (25/6/2026), kini terus menunjukkan perkembangan signifikan. Markas Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan memastikan seluruh rangkaian penyelidikan dan penyidikan atas insiden tersebut berjalan sepenuhnya di atas koridor hukum yang berlaku dan ditangani secara profesional oleh aparat penegak hukum yang berwenang. Hingga akhir pekan ini, situasi keamanan dan ketertiban di lokasi kejadian dilaporkan telah berangsur aman, kondusif, serta berada di bawah pemantauan ketat petugas kewilayahan.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., M.Han., mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dan perkembangan penyidikan mutakhir, Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu telah resmi menetapkan lima orang sebagai tersangka. Dari total tersangka yang berhasil diidentifikasi tersebut, dua di antaranya diketahui merupakan oknum prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang tercatat berdinas aktif maupun telah purnatugas di komando kewilayahan jajaran Kodam Iskandar Muda.

Kedua oknum tersebut diidentifikasi sebagai Serma (Purn.) Budiono serta Serma Buana Delly, yang sehari-hari mengemban tugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) pada Komando Distrik Militer (Kodim) Gayo Lues. Langkah tegas penetapan tersangka ini diambil setelah penyidik kepolisian berhasil mengumpulkan alat bukti yang cukup serta melakukan sinkronisasi keterangan dari sejumlah saksi kunci di tempat kejadian perkara.
“Berdasarkan hasil penyidikan Polres Labuhanbatu, Serma (Purn.) Budiono ditetapkan sebagai tersangka yang diduga menyebabkan meninggalnya korban, sedangkan Serma Buana Delly dikenakan sangkaan tindak pidana penganiayaan dan saat ini telah diserahkan kepada Subdenpom Rantauprapat untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Kolonel Inf Sandy dalam keterangan resminya kepada publik.
Kolonel Inf Sandy menegaskan bahwa institusi Kodam I/Bukit Barisan berkomitmen penuh untuk menghormati jalannya proses peradilan yang tengah bergulir, baik di ranah peradilan umum maupun peradilan militer. Pihaknya memastikan akan memberikan dukungan serta fasilitasi penuh bagi aparat penegak hukum guna mengungkap seluruh tabir fakta secara objektif, transparan, dan tanpa ada hal yang ditutup-tutupi.

Seiring dengan bergulirnya proses hukum, aktivitas kemasyarakatan di sekitar area perkebunan kelapa sawit tersebut kini mulai kembali normal seperti sedia kala. Pihak manajemen PT Agrinas Palma Nusantara dilaporkan telah mulai melakukan inventarisasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas kantor serta mes karyawan yang sempat mengalami kerusakan fisik saat insiden bermula, sekaligus menyiapkan langkah taktis pemulihan operasional korporasi.

Guna mengantisipasi adanya potensi riak susulan, aparat teritorial kewilayahan bersama jajaran unsur terkait terus melakukan patroli pemantauan secara berkala di sekitar pemukiman warga desa. Kodam I/Bukit Barisan secara berkala mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang, menjaga situasi damai, serta tidak mudah terprovokasi oleh penyebaran berbagai informasi hoaks atau berita yang belum terverifikasi kebenarannya melalui saluran resmi. Publik diminta menaruh kepercayaan penuh kepada penyidik agar penuntasan perkara ini dapat berjalan berkeadilan bagi semua pihak.
Sumber: Penerangan Kodam I/Bukit Barisan (Pendam I/BB)








