
JAKARTA, The Wasesa News – Menaker Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari menjadi darsana momentum nasional yang sangat krusial dalam memperkokoh semangat kebangsaan serta menginternalisasi dasar negara di tingkat birokrasi dan ketenagakerjaan, Senin (01/06/2026). Bertempat di Plaza Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Jakarta, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bertindak langsung memimpin jalannya upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung secara khidmat. Langkah taktis kelembagaan ini dioptimalkan sebagai instrumen kontrol sosial dan ideologis guna menyatukan tekad seluruh elemen aparatur sipil negara dalam merawat kebhinekaan, memperkuat fondasi keadilan sosial, serta memastikan Pancasila tetap bergerak aktif sebagai bintang penuntun arah pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaulat.

Peringatan harian kedaulatan negara tahun ini mengusung tema sentral Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia, yang merefleksikan drajat urgensi nilai lokal sebagai perekat kemajemukan domestik sekaligus draf kontribusi aktif dalam tata pergaulan internasional. Dalam amanat resminya, Menaker Yassierli mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda selaku garda penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology di tengah masyarakat sipil. Otoritas kementerian menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak boleh hanya berakhir menjadi hiasan dinding kantor atau sekadar draf teks usang di buku sejarah, melainkan harus diimplementasikan secara konkret dan konsisten dalam perilaku interaktif sehari-hari.

Lebih lanjut, Menaker memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran pegawai Kemnaker untuk mengawal dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pelaksanaan tugas serta perumusan regulasi ketenagakerjaan. Setiap kebijakan publik yang lahir wajib berlandaskan keadilan sosial demi memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Dalam draf pidatonya, Yassierli juga menekankan drajat pentingnya melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan demi mempertahankan persatuan nasional di tengah keberagaman Indonesia yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik.

Menaker menegaskan bahwa peringatan hari lahirnya Pancasila tahun ini bukan sekadar seremoni formalitas tahunan harian di atas podium, melainkan momen refleksi penting untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Di era disrupsi teknologi harian dan turbulensi geopolitik global yang penuh ketidakpastian, Pancasila diposisikan sebagai jangkar moral yang tangguh guna membentengi bangsa dari berbagai penetrasi ideologi asing. Seluruh rangkaian upacara kenegaraan di lingkungan Kemnaker ditutup dalam suasana yang sangat aman, tertib, lancar, dan kondusif, memancarkan drajat optimisme tinggi untuk bersama-sama membangun ketenagakerjaan Indonesia yang adil, maju, makmur, sehat, dan berdaulat.
Sumber: Siaran Pers Resmi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia








