fwji kota tangerang kecam pengusiran gwi. - thewasesanews.com

Ketua Korwil FWJI Kota Tangerang Kecam Tindakan Panitia Usir Tim GWI Saat Unggul 5-1 Lawan Wamen di Fun Futsal Wali Kota Cup

"Ini tindakan arogan dan tidak mencerminkan semangat kebersamaan. Kalau niatnya silaturahmi, kenapa takut kalah? Kalau takut kalah, jangan mengundang. Mengusir tim yang sedang unggul di tengah pertandingan itu bentuk diskriminasi yang nyata. Pernyataan seperti itu sangat tidak pantas keluar dari seorang pimpinan organisasi wartawan. Ini mencoreng nama baik insan pers dan merusak marwah ajang silaturahmi. Mereka datang diundang dan dengan semangat persatuan. Jangan karena ego dan ketakutan kalah, acara yang tujuannya mempererat justru memecah belah. FWJI siap mengawal agar kejadian seperti ini tidak terulang," tegas Ketua Korwil FWJI Kota Tangerang dalam pernyataan resminya, Rabu (26/8/2026).

TANGERANG, thewasesanews.com — FWJ Indonesia Kota Tangerang Kecam Pengusiran GWI yang diduga dilakukan secara arogan dan semena-mena oleh jajaran panitia penyelenggara turnamen Fun Futsal Wali Kota Tangerang Cup Kemerdekaan antar Organisasi Wartawan di Kota Tangerang pada Rabu (26/8/2026). Kecaman keras dan pernyataan sikap terbuka tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Kota Tangerang menyusul insiden penyetopan laga secara sepihak dan pengusiran kontingen Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kota Tangerang di tengah pertandingan yang sedang berlangsung, tepat di saat skuad GWI tengah memimpin keunggulan telak dengan skor 5-1 atas tim Wamen.

​Peristiwa yang mencederai marwah insan pers dan sportivitas olahraga tersebut terjadi tatkala persaingan antar organisasi wartawan sedang berlangsung hangat di lapangan. Tanpa adanya alasan teknis pertandingan maupun pelanggaran terhadap laws of the game, pihak panitia secara mendadak menghentikan pertandingan yang tengah berjalan. Alasan yang dilontarkan oknum panitia untuk membatalkan keikutsertaan GWI dinilai sangat emosional dan mengada-ada, yakni menuding bahwa media-media yang bernaung di bawah bendera GWI “tidak pernah menaikkan berita”.

​Tindakan diskriminatif oknum panitia tersebut dinilai sangat bertolak belakang dengan semangat dasar penyelenggaraan acara yang diusung oleh Pemerintah Kota Tangerang. Padahal, dalam sambutan pembukaan serta baliho sosialisasi kegiatan, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin bersama Wakil Wali Kota H. Maryono Hasan secara eksplisit menegaskan bahwa ajang turnamen futsal ini murni diselenggarakan sebagai wadah silaturahmi, merawat persatuan, serta memperat tali kebersamaan antar sesama organisasi wartawan se-Kota Tangerang tanpa ada unsur persaingan menang atau kalah.

fwji kota tangerang kecam pengusiran gwi. - thewasesanews.com

​Kritik tajam FWJI Kota Tangerang disuarakan karena keputusan panitia pengelola turnamen dipandang telah melampaui kewenangan dan mencederai nilai-nilai penghormatan sesama profesi. Pengusiran terhadap tim yang sedang mendominasi permainan dan unggul jauh di papan skor mengindikasikan ketidaksiapan mental penyelenggara dalam mengelola kegiatan yang mengatasnamakan persatuan insan pers.

​”Ini tindakan arogan dan tidak mencerminkan semangat kebersamaan. Kalau niatnya silaturahmi, kenapa takut kalah? Kalau takut kalah, jangan mengundang. Mengusir tim yang sedang unggul di tengah pertandingan itu bentuk diskriminasi yang nyata. Pernyataan seperti itu sangat tidak pantas keluar dari seorang pimpinan organisasi wartawan. Ini mencoreng nama baik insan pers dan merusak marwah ajang silaturahmi. Mereka datang diundang dan dengan semangat persatuan. Jangan karena ego dan ketakutan kalah, acara yang tujuannya mempererat justru memecah belah. FWJI siap mengawal agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegas Ketua Korwil FWJI Kota Tangerang dalam pernyataan resminya, Rabu (26/8/2026).

Selain mengecam pengusiran sepihak tersebut, FWJI Kota Tangerang juga memberikan sorotan tajam atas dugaan perlakuan intimidatif dan provokasi verbal yang dialami oleh anggota kontingen GWI di area pertandingan. Suasana sportivitas dan nilai-nilai persaudaraan makin hancur ketika terlontar celetukan bernada merendahkan martabat dari salah seorang oknum pimpinan organisasi wartawan yang juga duduk sebagai bagian dari panitia penyelenggara.

​Oknum pimpinan organisasi tersebut kedapatan mengutarakan kalimat sinis di hadapan para peserta dengan menyebutkan bahwa tim yang kalah dalam ajang tersebut pada akhirnya akan tetap diberikan “uang ongkos” oleh pihak panitia. Pernyataan tersebut dinilai FWJI sangat tidak etis, tidak mendidik, serta melukai perasaan para jurnalis yang hadir bertanding dengan niat turni membina silaturahmi dalam rangka menyemarakkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

​Merespons polemik yang kian meresahkan iklim perkembaran media di daerah, FWJI Kota Tangerang melayangkan tiga poin tuntutan mendesak yang wajib ditindaklanjuti oleh para pemangku kebijakan. Pertama, FWJI menuntut pihak panitia penyelenggara dan Pemerintah Kota Tangerang untuk segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik mengenai dasar pertimbangan di balik penyetopan pertandingan serta pengusiran tim GWI Kota Tangerang saat bertanding melawan Wamen.

​Poin tuntutan kedua menegaskan pentingnya komitmen seluruh elemen untuk senantiasa menjaga etika, integritas, dan sportivitas tinggi dalam setiap kegiatan yang mengatasnamakan komunitas pers. FWJI mengingatkan bahwa ajang yang dibiayai atau didukung oleh fasilitas pemerintah daerah tidak boleh dijadikan sarana pembuktian ego pribadi maupun kelompok oleh oknum-oknum tertentu.

​Pada poin ketiga, FWJI Kota Tangerang menuntut adanya jaminan konkret dari Pemkot Tangerang agar praktik diskriminasi, pengkotak-kotakan, serta perlakuan tidak setara antar organisasi wartawan tidak kembali terulang di masa mendatang. Pemerintah daerah diharapkan dapat berdiri di atas semua golongan media serta tidak memelihara praktik sentimen yang merusak independensi jurnalis.

​Insiden ini menjadi catatan kelam bagi pembinaan kehumasan dan kemitraan media di Kota Tangerang. Ke depan, FWJI Kota Tangerang berkomitmen untuk terus mengawal isu ini hingga tuntas demi memastikan bahwa prinsip kesetaraan, kebebasan, dan kehormatan seluruh organisasi wartawan di Kota Tangerang tetap terjaga dengan kukuh tanpa ada pihak yang dikerdilkan.

Sumber: DPC FWJI Kota Tangerang, Rilis Pers Resmi

Avatar photo
Catur Nurmansyah

Leave a Reply

error: Content is protected !!