
TANGERANG, thewasesanews.com – dzikir dan doa syukur kemerdekaan tangerang sukses diselenggarakan secara khidmat dan penuh rasa kebersamaan oleh warga Kampung Sawah Dalam, RT 02/04, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten, pada Sabtu malam (15/8/2026). Rangkaian kegiatan bernuansa religi dan kebangsaan tersebut dipusatkan di Musala Al-Karim sejak pukul 19.30 WIB hingga selesai sebagai bentuk rasa syukur seluruh lapisan masyarakat atas nikmat kemerdekaan Republik Indonesia yang telah memasuki usia ke-81 tahun. Momentum peringatan HUT RI ke-81 ini dimanfaatkan oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat untuk memperkuat pilar keimanan sekaligus mempererat tali silaturahmi antar-warga dalam balutan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah.
Sejak petang hari, lantunan selawat dan gema keagamaan sudah terdengar mengalun dari area Musala Al-Karim yang menjadi pusat keramaian warga. Jamaah yang terdiri dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja musala, bapak-bapak, hingga para sesepuh kampung tampak antusias memadati area ruang utama musala maupun pelataran yang telah disiapkan oleh panitia pelaksana. Kehadiran ratusan warga tersebut menegaskan bahwa perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat tapak tidak hanya diisi dengan perlombaan ketangkasan fisik atau pesta hiburan rakyat semata, melainkan juga diimbangi dengan perenungan spiritual yang mendalam atas jasa para pahlawan bangsa serta nikmat kedamaian yang dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dibawakan secara syahdu oleh Bang Manaf dan Padeh. Pembacaan riwayat agung Rasulullah tersebut membawa suasana tenang dan penuh dengan kehangatan spiritual di antara para jamaah yang hadir. Lantunan selawat yang digelorakan secara bersahut-sahutan menciptakan atmosfer keagamaan yang kental, mengingatkan seluruh warga akan pentingnya meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam mengarungi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan dilandasi nilai-nilai kasih sayang, keadilan, serta moralitas yang tinggi.
Setelah pembacaan pembuka yang penuh keberkahan tersebut, acara dilanjutkan dengan pembacaan Manaqiban Syekh Abdul Qadir Jaelani yang dipimpin langsung oleh Ustaz Hasan, S.Pd.I. Pembacaan manaqib yang memaparkan rekam jejak kesalehan, keluhuran budi, serta pengabdian ketauhidan ulama besar dunia tersebut diikuti secara khusyuk oleh jamaah. Melalui tradisi manaqiban ini, panitia dan jajaran tokoh agama mengajak warga untuk memetik hikmah dari keteladanan para ulama sufi dalam menjaga keteguhan iman, keikhlasan dalam beramal, serta konsistensi memperjuangkan kebaikan di tengah tantangan zaman yang terus berubah.
Suasana di dalam Musala Al-Karim semakin terasa haru dan mendalam saat memasuki agenda pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an atau Qiraah yang dilantunkan secara indah oleh Ustaz Arifin Ilham. Bacaan Al-Qur’an dengan ritme tartil dan seni bacaan (nagham) yang merdu tersebut mampu menyentuh hati para hadirin, menghadirkan ketenangan jiwa, serta menegaskan kembali posisi Al-Qur’an sebagai petunjuk utama bagi umat Islam dalam mengarungi kehidupan dunia dan akhirat. Kehadiran bacaan ayat suci Al-Qur’an ini menjadi fondasi utama sebelum melangkah ke sesi puncak tausiah keagamaan.
Pada sesi utama, tausiah keagamaan disampaikan secara lugas, komprehensif, dan komunikatif oleh ustaz penceramah kondang, Ustaz Saroni, Lc. Dalam kesempatan berharga tersebut, Ustaz Saroni mengusung topik kajian hukum fikih yang sangat krusial dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari, yakni bertajuk “Pentingnya Menjaga Kesucian Diri dan Kehati-hatian terhadap Najis dalam Kehidupan Sehari-hari”. Pemilihan tema ini dipandang sangat tepat karena persoalan bersuci (thaharah) merupakan syarat mutlak yang menentukan keabsahan berbagai ibadah ritual seorang Muslim, seperti shalat, beritikaf, maupun membaca Al-Qur’an.
Dalam uraian materi ceramahnya, Ustaz Saroni, Lc. mengingatkan kepada seluruh jamaah Musala Al-Karim bahwa menjaga kebersihan fisik dan kesucian dari segala bentuk najis tidak boleh dipandang secara remeh. Pemahaman mengenai perbedaan jenis-jenis najis, tata cara penyuciannya sesuai tuntunan syariat, serta kewaspadaan dalam menjaga pakaian, tempat tinggal, dan lingkungan sekitar harus senantiasa diterapkan secara disiplin dalam aktivitas harian. Kebersihan dan kesucian diri bukan hanya urusan teknis keagamaan semata, melainkan cerminan langsung dari tingkat keimanan, kesadaran peradaban, serta pola hidup sehat yang diajarkan oleh syariat Islam.
“Menjaga kebersihan dan kesucian dari najis merupakan bagian penting dari ibadah seorang Muslim. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan sahnya ibadah seperti shalat, tetapi juga mencerminkan akhlak dan kebiasaan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami hukum-hukum najis, diharapkan setiap muslim lebih berhati-hati dalam menjaga diri, pakaian, dan lingkungan agar senantiasa dalam keadaan suci,” ujar Ustaz Saroni, Lc. dalam tausiahnya.
Lebih lanjut, penceramah juga menarik benang merah antara ajaran kebersihan syariat dengan makna kemerdekaan bangsa Indonesia. Ustaz Saroni menjelaskan bahwa kebebasan yang dirasakan oleh bangsa Indonesia saat ini harus diisi dengan kebersihan jiwa, kesucian niat, serta kehati-hatian dari perbuatan cela atau najis-najis kebatilan yang dapat merusak tatanan moral masyarakat. Kesucian diri yang dimulai dari tataran individu dan keluarga di lingkungan RT 02/04 KP Sawah Dalam akan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya lingkungan permukiman yang harmonis, aman, bersih, dan mendapat perlindungan serta keberkahan dari Allah SWT.
Antusiasme warga KP Sawah Dalam terlihat sangat tinggi hingga pengujung acara. Interaksi yang hangat antara penceramah dan para jamaah menciptakan dialog keagamaan yang hidup, di mana warga tidak hanya mendengarkan paparan ilmu, tetapi juga mendapatkan pencerahan atas berbagai persoalan praktis bersuci yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Pembahasan mengenai fiqih thaharah ini dinilai sangat memberikan manfaat nyata, mengingat masih banyak detail-detail kecil mengenai perkara najis yang kerap terabaikan dalam kebiasaan hidup masyarakat modern.
Di tempat yang sama, perwakilan panitia penyelenggara dan tokoh masyarakat setempat menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya acara ini dengan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala suatu apa pun. Pihaknya mengapresiasi kebersamaan seluruh warga KP Sawah Dalam RT 02/04 yang telah bergotong royong mendonasikan tenaga, pikiran, serta materiil demi suksesnya acara dzikir dan doa bersama ini.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara momentum zikir dan syukur kemerdekaan ini berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Melalui kegiatan Dzikir dan Doa Syukur Kemerdekaan ini, masyarakat diharapkan dapat menjadikan momentum HUT RI bukan hanya sebagai perayaan kemerdekaan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk meningkatkan keimanan, mempererat persaudaraan, serta mendoakan bangsa Indonesia agar senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, persatuan, dan keberkahan,” ungkap panitia penyelenggara.
Puncak dari seluruh rangkaian acara peringatan HUT RI ke-81 di Musala Al-Karim ditutup dengan pembacaan doa keselamatan secara bersama-sama yang dipimpin oleh para ulama setempat. Dalam doa yang dipanjatkan secara penuh haru tersebut, seluruh jamaah menadahkan tangan memohon kepada Sang Maha Pencipta agar seluruh pahlawan bangsa yang telah gugur mendahului mendapatkan tempat termulia di sisi-Nya. Doa khusus juga dilantunkan agar Kabupaten dan Kota Tangerang khususnya, serta Indonesia pada umumnya, senantiasa dijauhkan dari berbagai marabahaya, bencana alam, perpecahan, dan konflik sosial.
Malam peringatan duka dan syukur di KP Sawah Dalam ini menegaskan kepribadian warga Indonesia yang religius dan pantang melupakan sejarah. Dengan mengusung semangat kemerdekaan yang bersih, bersatu, dan berdaulat, warga KP Sawah Dalam berkomitmen untuk terus merawat tradisi-tradisi keagamaan positif ini sebagai benteng moral bagi generasi muda di tengah arus globalisasi.
Kegiatan bernuansa penuh keberkahan ini diakhiri dengan ramah tamah dan santap malam bersama seluruh warga serta para tamu undangan di pelataran Musala Al-Karim. Rasa persaudaraan yang terpancar dari wajah-wajah jamaah menjadi bukti nyata betapa indahnya kebersamaan dalam memperingati HUT RI ke-81. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Indonesia Merdeka, Bersatu, Berdaulat, dan Berkah.
Sumber: Panitia Dzikir dan Doa Syukur Mushala Al-Karim








