
NIAS SELATAN, The Wasesa News – Pembangunan Jembatan Gantung Sungai Idanoho di kawasan Desa Sotoo Hilisimaetan, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, yang dikerjakan oleh Satgas Bakti TNI AD untuk Rakyat, kini resmi mencapai progres fisik sebesar 37,5 persen pada Senin (08/06/2026). Infrastruktur penyeberangan vital sepanjang 90 meter ini merupakan realisasi bantuan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang ditargetkan menjadi solusi permanen dalam mengatasi persoalan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman.
Akselerasi pengerjaan di lapangan terus dipacu oleh personel TNI bersama segenap elemen masyarakat demi mengejar target penyelesaian tepat waktu. Pada tahapan kerja hari ini, seluruh personel Satgas fokus melaksanakan proses pengecoran struktural yang menjadi fondasi utama penopang kekuatan bentangan konstruksi jembatan gantung tersebut.
Agenda pengerjaan fisik berskala besar ini melibatkan kolaborasi solid dari berbagai unsur satuan komando kewilayahan dan penunjang teknis TNI AD. Di antaranya adalah jajaran personel dari Yon TP 903/Baluseda, Yonzipur I/DD, Denzibang, serta Koramil 12/Teluk Dalam Kodim 0213/Nias, yang bahu-membahu bersama warga setempat dalam semangat gotong royong yang tinggi.

Kehadiran infrastruktur ini diproyeksikan secara kuat untuk mengakhiri berbagai kendala transportasi serta hambatan geografis yang selama puluhan tahun mengisolasi aktivitas harian penduduk antardesa. Dengan adanya kepastian akses penyeberangan yang representatif, urat nadi perekonomian lokal diharapkan dapat segera pulih dan berkembang pesat.
Selain mempermudah mobilitas harian, keberadaan jembatan ini juga diyakini akan memperlancar rantai distribusi hasil-hasil pertanian andalan warga menuju pusat pasar di perkotaan. Sektor penting lainnya seperti akses pendidikan bagi para pelajar sekolah serta kecepatan pemenuhan pelayanan kesehatan darurat bagi warga juga dipastikan akan meningkat signifikan.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., dalam keterangan persnya menegaskan bahwa program pembangunan infrastruktur ini merupakan wujud nyata dari komitmen berkelanjutan TNI AD. Korps militer berkomitmen penuh untuk selalu mendukung program strategis pemerintah pusat dalam mempercepat pemerataan pembangunan di daerah-daerah tertinggal yang sangat membutuhkan intervensi fasilitas publik.

“Melalui program Bakti TNI AD untuk Rakyat, kami ingin memastikan bahwa kehadiran negara benar-benar dapat dirasakan secara langsung manfaatnya oleh masyarakat di pelosok. Jembatan Gantung Sungai Idanoho ini bukan sekadar sarana penghubung fisik antardesa, melainkan sebuah instrumen penting yang membuka peluang ekonomi serta menghidupkan harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan jangka panjang warga Nias Selatan,” ujar Kolonel Inf Sandy, S.I.P.
Di lokasi pengerjaan, antusiasme masyarakat Desa Sotoo Hilisimaetan terlihat sangat tinggi saat ikut terlibat langsung membantu mengangkat material semen dan pasir bersama para prajurit. Salah seorang tokoh masyarakat setempat menyampaikan rasa haru dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto serta jajaran TNI atas realisasi proyek kemanusiaan ini.
Menurut penuturannya, masyarakat di Kecamatan Maniamolo sudah sejak lama mendambakan adanya fasilitas penyeberangan sungai yang aman dan layak digunakan. Terutama saat musim penghujan tiba, arus Sungai Idanoho yang kerap meluap sering kali mengancam keselamatan warga dan anak-anak sekolah yang nekat melintas secara konvensional.
“Kami segenap warga desa sangat bersyukur atas perhatian besar dari Bapak Presiden Prabowo dan bapak-bapak TNI yang bersedia membangun kampung kami. Semoga proses pembangunan jembatan ini diberikan kelancaran tanpa kendala cuaca hingga selesai nanti, sehingga bisa segera kami manfaatkan untuk beraktivitas harian dengan aman,” ungkapnya dengan penuh rasa optimis.
Pihak Kodim 0213/Nias selaku satuan komando teritorial di wilayah setempat memastikan akan terus mengawal jalannya pengerjaan ini dengan mengedepankan aspek keamanan kerja dan kualitas mutu bangunan yang maksimal. Sinergitas yang harmonis antara aparat pertahanan negara dan rakyat sipil di lapangan menjadi kunci utama di balik cepatnya progres pembangunan struktur jembatan ini.

Dengan tuntasnya pengecoran bagian krusial pada awal pekan ini, tim teknis Satgas TNI AD akan segera bersiap melangkah ke tahapan perakitan komponen utama penopang sling baja dan lantai jembatan. Momentum kemajuan fisik ini diharapkan dapat terus dipertahankan demi mewujudkan mimpi masyarakat Nias Selatan akan hadirnya kemerdekaan aksesibilitas yang berkeadilan.
Sumber: Humas Penerangan Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Pendam I/BB)








