
JAKARTA, thewasesanews.com — Sekjen MN Kahmi Tutup Turnamen Tenis Meja Piala Wamenag Romo Syafii secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI), Dr. Ir. H. Syamsul Qomar, M.IP., mewakili Ketua Presidium MN KAHMI pada Minggu (30/8/2026) sore. Acara penutupan kejuaraan bergengsi dalam rangka peringatan HUT KAHMI ke-60 tersebut dipusatkan di Kampus Universitas Sahid Jakarta.
​Ajang olahraga nasional yang memperebutkan Piala Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI tersebut telah berlangsung selama dua hari, terhitung sejak Sabtu (29/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026). Rangkaian kompetisi berjalan dengan penuh antusiasme dari para peserta maupun penonton yang memadati arena pertandingan.
​Prosesi penutupan ajang ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional dan jajaran pengurus KAHMI. Tampak hadir Ketua Panitia Nasional HUT KAHMI ke-60 George Edwin Sugiharto, Staf Ahli Kemenag RI Ir. Junisab Akbar dan Abdullah Mansur, S.Ag., M.Pd., beserta jajaran pengurus MN KAHMI, Korps HMI Wati (Kohati), perwakilan klub tenis meja, serta tamu undangan lainnya.
​Penyelenggaraan turnamen tahun 2026 ini mencatatkan terobosan baru dalam sejarah kejuaraan olahraga KAHMI. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kejuaraan tenis meja hanya dikhususkan bagi internal alumni, kali ini panitia membuka ruang partisipasi luas bagi kalangan eksternal dan klub profesional.
​Tercatat sebanyak 29 regu dari berbagai klub tenis meja profesional se-Jabodetabek berpartisipasi menunjukkan kebolehan mereka di atas lapangan. Kehadiran para atlet dari luar organisasi ini makin memperketat tensi persaingan serta meningkatkan kualitas teknis pertandingan di setiap divisi.
​Sinergi antarlembaga menjadi kunci sukses terselenggaranya turnamen tenis meja ini. Pihak panitia mengapresiasi peran aktif Ketua Panitia Pelaksana Hafidzuddin beserta tim, PTM Insan Cita selaku penggerak utama, Universitas Sahid Jakarta yang memfasilitasi lokasi pertandingan, PTM Kramat Sentiong, serta jajaran sponsor pendukung.

​Turnamen ini diselenggarakan tidak sekadar sebagai ajang kompetisi mengejar piala, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi lintas generasi, sarana menjaga kebugaran, serta instrumen untuk memupuk nilai-nilai sportivitas. Figur Wamenag Romo Syafii dinilai menjadi teladan kebersamaan dalam merawat persatuan bangsa menuju masyarakat yang adil dan makmur.
​Kompetisi beregu dengan format single-double-single yang mempertandingkan Divisi 5, 6, 7, dan 8 berhasil melahirkan para juara baru. PTM GNR (A) sukses menyabet gelar Juara I, disusul PTM GRACI (B) sebagai Juara II. Sementara itu, gelar Juara III Bersama diraih oleh PTM Pio-Pio dan PTM GRACI (C), serta posisi 8 Besar ditempati oleh PTM 33, PTM STMC (A), PTM GSP, dan PTM CBS (A).
​Pada kategori khusus keluarga besar internal KAHMI, persaingan sengit juga terjadi hingga babak akhir. Adinda Reynaldi berhasil keluar sebagai Juara I, disusul Kakanda Hafidzuddin pada posisi Juara II, dan Kakanda Muslih yang mengamankan gelar Juara III.
​”Ini merupakan langkah maju bagi KAHMI karena open turnamen tenis meja ini bisa dilaksanakan untuk kalangan eksternal dengan mengikutsertakan 29 regu dari berbagai klub profesional se-Jabodetabek. Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih piala, tetapi juga wadah silaturahmi, menjaga kebugaran, memupuk semangat sportivitas antar-generasi, merawat kebersamaan, serta memberikan peluang kepada masyarakat luas untuk berpartisipasi. Figur Romo Syafii adalah teladan kebersamaan, dan melalui olahraga ini kita merawat kebersamaan tersebut demi kedaulatan bangsa dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Semoga apa yang sudah kita lakukan bersama mendapat keberkahan dan bermanfaat bagi semuanya. Dengan mengucapkan Alhamdulillahirobbil ‘alamin, turnamen tenis meja memperebutkan Piala Romo Syafi’i secara resmi kami tutup,” ujar Sekjen MN KAHMI Dr. Ir. H. Syamsul Qomar, M.IP. bersama Ketua Panitia Nasional HUT KAHMI ke-60 George Edwin Sugiharto, Minggu (30/8/2026).
Prosesi penyerahan hadiah berupa uang tunai, piala, dan medali kepada para pemenang dilakukan secara bergantian oleh jajaran pimpinan MN KAHMI, Staf Ahli Kemenag RI, serta perwakilan Universitas Sahid Jakarta. Gemuruh tepuk tangan penonton membahana saat tim juara mengangkat Piala Romo Syafii di atas panggung kehormatan.
​Keberhasilan penyelenggaraan ajang ini mendorong harapan besar agar Turnamen Tenis Meja Piala Romo Syafii dapat dijadikan agenda tahunan berkala. Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara pemenang, panitia, dan pengurus MN KAHMI, dilanjutkan dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Sumber: Panitia Nasional HUT KAHMI ke-60 & Majelis Nasional KAHMI








