
LAMPUNG TENGAH, thewasesanews.com — Kodim 0411 Metro Siagakan Personel Karhutla secara intensif melalui penyiapan peleton siaga on call selama 24 jam penuh guna menanggulangi serta mengantisipasi potensi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang rawan terjadi di wilayah binaan Kabupaten Lampung Tengah dan Kota Metro, Provinsi Lampung, pada Selasa (25/8/2026).
​Langkah strategis penyiapan pasukan siap sedia tersebut dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut konkret atas Perintah Komando Atas institusi TNI Angkatan Darat serta arahan tegas dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Dalam arahan khususnya yang mengusung amanat mendalam bertajuk “Titip Lampung”, Kepala Negara menekankan pentingnya pengawasan ekstra serta tindakan pencegahan dini terhadap potensi bencana kebakaran di seluruh penjuru wilayah Provinsi Lampung.
​Komandan Kodim (Dandim) 0411/Kota Metro Letkol Inf Noval Darmawan, S.H., M.I.P., melalui Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Dim Kapten Czi Yatiman, S.H., menegaskan bahwa pembentukan dan penyiapan peleton pasukan siaga ini merupakan wujud nyata kesiapsiagaan operasional TNI dalam menyokong pemerintah daerah menanggulangi karhutla, khususnya saat memasuki transisi musim kemarau dan fenomena cuaca ekstrem yang rentan memicu titik api (hotspot).

​Pasiopsdim Kapten Czi Yatiman menjelaskan bahwa peleton siaga on call yang disiagakan di Markas Kodim 0411/KM dibekali dengan kesiapan personil, sarana perlengkapan penanggulangan bencana, serta jalur komunikasi terpadu yang terhubung langsung dengan posko-posko terdepan di tingkat koramil. Hal ini dirancang agar pergerakan pasukan di lapangan dapat dieksekusi secara instan dan tepat sasaran saat bahaya api terdeteksi.
​Penyiapan peleton siaga on call 24 jam ini ditujukan untuk memastikan bahwa pergerakan prajurit di lapangan tidak terhambat oleh kendala administrasi maupun durasi mobilisasi saat kondisi darurat timbul. Begitu laporan titik api masuk dari warga maupun hasil pantauan satelit, tim gabungan yang berada di Kodim 0411/KM siap diterjunkan langsung ke lokasi kejadian dalam hitungan menit untuk mengisolasi dan memadamkan sumber api sebelum merambat luas.
​Instruksi penanganan karhutla ini berakar dari penyampaian Presiden Prabowo Subianto dalam pidato resmi serta pengarahan pengawasan daerah melalui zoom meeting bersama Gubernur Lampung dan jajaran pimpinan jajaran Forkopimda Provinsi Lampung beberapa waktu sebelumnya. Dalam kesempatan strategis tersebut, Presiden secara khusus memberikan perhatian mendalam bagi Provinsi Lampung sebagai kawasan penyangga pangan dan ekosistem vital nasional yang harus diselamatkan dari ancaman bencana asap.

​Presiden Prabowo Subianto secara gamblang meminta seluruh komponen bangsa, mencakup unsur jajaran TNI, Polri, Pemerintah Daerah (Pemda), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga elemen masyarakat luas untuk tidak bersikap pasif atau sekadar menunggu terjadinya kebakaran hebat baru melakukan respons penanganan. Pendekatan yang diwajibkan oleh Presiden adalah upaya pencegahan dini secara masif melalui pemantauan wilayah berkala, patroli darat berkelanjutan, serta tindakan pemadaman cepat (quick response).
​Menindaklanjuti arahan Kepala Negara tersebut, Jajaran Kodim 0411/Kota Metro tidak hanya menyiagakan pasukan darat di Markas Kodim, melainkan menginstruksikan seluruh jajaran Komando Rayon Militer (Koramil) yang tersebar di wilayah Kota Metro dan Kabupaten Lampung Tengah untuk meningkatkan intensitas pemantauan wilayah secara komprehensif. Para Komandan Koramil (Danramil) diminta memetakan area-area rawan terbakar, khususnya kawasan perkebunan warga, lahan gambut, semak belukar kering, serta lahan tidur yang rentan disulut api.
​Bintara Pembina Desa (Babinsa) sebagai ujung tombak satuan teritorial menjadi garda terdepan dalam menyelenggarakan patroli masif di kawasan-kawasan rawan karhutla tersebut. Para Babinsa diinstruksikan untuk berkolaborasi erat dengan aparat bhabinkamtibmas, perangkat desa, serta tokoh masyarakat guna memantau setiap aktivitas pengolahan lahan yang berisiko tinggi memicu timbulnya percikan api selama musim kering berlangsung.
​Selain memperkuat sistem tanggap darurat dan patroli pemantauan darat, Kodim 0411/Kota Metro juga menggalakkan sosialisasi edukatif mengenai larangan keras pembukaan dan pembersihan lahan pertanian dengan cara membakar (slash and burn). Edukasi publik ini disampaikan secara bertatap muka langsung saat kegiatan pembinaan teritorial maupun melalui penyebaran imbauan tertulis di pusat-pusat keramaian desa demi menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat.

​Dandim 0411/KM Letkol Inf Noval Darmawan, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa praktik pembakaran lahan pertanian secara sembarangan merupakan tindakan ilegal dan berbahaya yang tidak lagi dapat ditoleransi. Dampak destruktif dari Karhutla tidak hanya melalap ekosistem lingkungan dan merusak keanekaragaman hayati, tetapi juga membawa konsekuensi fatal bagi kesehatan masyarakat akibat polusi kabut asap serta melumpuhkan urat nadi perekonomian daerah secara sistematis.
​Bencana asap akibat Karhutla diketahui berpotensi memicu lonjakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), merusak kualitas udara pemukiman, mengganggu kestabilan transportasi penerbangan, serta merusak kesuburan tanah pertanian dalam jangka panjang. Oleh karena itu, sinergi pencegahan yang melibatkan peran aktif warga menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah Lampung Tengah dan Kota Metro agar bebas dari ancaman bencana kebakaran.
​Dalam pergerakannya di lapangan, Peleton Siaga On Call Kodim 0411/KM bakal berkoordinasi erat secara lintas sektoral dengan tim pemadam kebakaran BPBD Kabupaten Lampung Tengah dan BPBD Kota Metro, aparat Kepolisian Resor (Polres), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang telah dibentuk di tingkat kecamatan.
​Peralatan pendukung operasional seperti mesin pompa air portabel, selang pemadam, alat pemadam api ringan (APAR), kendaraan taktis operasional, serta perlengkapan perlindungan diri (APD) prajurit telah dipastikan berada dalam kondisi siap pakai (ready to use). Evaluasi serta pengecekan kelengkapan materiel ini dilakukan secara berkala demi menjamin keselamatan dan efektivitas kerja prajurit saat berhadapan dengan medan kebakaran yang sulit dijangkau.
​Kesiapsiagaan jajaran Kodim 0411/KM ini diharapkan menjadi benteng pertahanan utama dalam menjaga stabilitas keselamatan lingkungan hidup di Provinsi Lampung. Dengan respon cepat dan sistem penanganan terintegrasi, potensi ancaman karhutla diharapkan dapat diredam sejak dini tanpa menimbulkan kerugian materiil maupun jiwa yang lebih besar di kawasan Lampung Tengah maupun Kota Metro.
​Selanjutnya, Kodim 0411/Kota Metro mengimbau seluruh lapisan warga masyarakat di wilayah Kota Metro dan Kabupaten Lampung Tengah untuk segera melaporkan kepada koramil, babinsa, atau aparat terdekat apabila melihat kepulan asap mencurigakan atau mendapati oknum yang sengaja melakukan pembakaran semak belukar. Partisipasi aktif publik dalam menyampaikan informasi awal sangat krusial demi mempercepat proses pemadaman di titik lokasi kejadian.
​”Atas perintah Dandim 0411/KM, kami telah menyiapkan peleton anggota yang siaga on call 24 jam penuh. Jika sewaktu-waktu ada laporan titik api di wilayah binaan, tim akan langsung bergerak cepat bersama BPBD dan elemen terkait lainnya. Langkah ini merupakan bentuk kesiapsiagaan TNI dalam mendukung pemerintah daerah menanggulangi Karhutla, terutama saat memasuki musim kemarau dan cuaca ekstrem. Instruksi Bapak Presiden Prabowo Subianto yang menitipkan Provinsi Lampung menuntut kita semua untuk melakukan pencegahan dini, patroli masif, dan pemadaman cepat tanpa menunggu terjadinya kebakaran besar. Karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak buruk pada kesehatan masyarakat dan perekonomian. TNI hadir untuk membantu masyarakat dan negara. Siapkan personel, siapkan alat, dan jaga komunikasi erat dengan semua pihak,” tegas Dandim 0411/KM Letkol Inf Noval Darmawan, S.H., M.I.P., melalui Pasiopsdim Kapten Czi Yatiman, S.H., Selasa (25/8/2026).
Kontributor: Suherman Martha (Pendim 0411/KM)
Sumber: Penerangan Kodam / Kodim 0411/Kota Metro (Pendim 0411/KM)








