
SANANA, thewasesanews.com — Yana Lek Reses DPRD Kepulauan Sula dilaksanakan secara tatap muka langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sula, Yana Lek, dalam rangka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 guna menyerap dan menjaring aspirasi masyarakat di desa kelahirannya, Desa Fogi, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, pada Selasa (25/8/2026).
​Pertemuan jaring aspirasi yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Desa Fogi tersebut mengusung tema sentral “Menjaring Aspirasi Masyarakat”, yang dihadiri oleh ratusan warga lokal, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pemuda, serta jajaran pemerintah desa setempat yang antusias menyampaikan beragam lembar permasalahan pembangunan daerah.

​Dalam pembukaan forum dialog reses tersebut, Yana Lek menyampaikan rasa haru dan kebanggaannya dapat kembali berdiri di tengah-tengah konstituennya sebagai putri asli kelahiran Desa Fogi yang kini memegang amanah konstitusi di parlemen daerah.
​Sebagai wakil rakyat yang dibesarkan di lingkungan tersebut, Yana menegaskan bahwa dirinya merasa terpanggil secara moral dan kewajiban politik untuk memberikan kontribusi nyata serta pengabdian terbaik bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Fogi secara berkelanjutan.
​Ia mengajak seluruh elemen warga, para tokoh, dan pemerintah desa untuk memperkuat tali silaturahmi serta merapatkan barisan dalam memberikan masukan-masukan pembangunan yang konstruktif agar arah kebijakan daerah benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di tingkat tapak.
​Salah satu fokus utama aspirasi fisik yang mengemuka dalam reses tersebut adalah penataan infrastruktur dasar perdesaan, di mana Yana Lek menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pengalokasian anggaran pembangunan saluran got dan drainase di permukiman Desa Fogi.
​Pembangunan jaringan drainase yang memadai dinilai sangat mendesak guna mengantisipasi ancaman genangan air dan banjir saat musim penghujan, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan serta kualitas sanitasi pemukiman warga Desa Fogi agar lebih sehat dan tertata rapi.

​Selain sistem drainase desa, Yana Lek juga menyoroti pentingnya akselerasi pembangunan infrastruktur jembatan penyeberangan di kawasan Air Fogi, khususnya yang berlokasi di area vital Kompleks Ona.
​Keberadaan jembatan di Kompleks Ona tersebut memiliki peran yang sangat strategis sebagai jalur konektivitas warga setempat dalam mendukung kelancaran mobilitas harian, aktivitas sosial, serta memperlancar arus transportasi perekonomian antarwilayah di Kecamatan Sanana.
​Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula melalui dinas teknis terkait diharapkan dapat menempatkan pembangunan jembatan Air Fogi Kompleks Ona ini ke dalam program prioritas pembangunan daerah pada tahun anggaran mendatang.
​Di luar persoalan pembangunan fisik dan infrastruktur, agenda reses tersebut juga diwarnai oleh penyampaian aspirasi sosial yang cukup memprihatinkan terkait persoalan ketenagakerjaan sektor pelayanan publik di wilayah Kabupaten Kepulauan Sula.
​Warga menyampaikan keluhan mengenai nasib sejumlah tenaga kerja lokal yang bertugas sebagai petugas kebersihan di lingkungan pasar perbelanjaan, yang sebelumnya telah diberhentikan atau dipecat oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Sula.
​Menanggapi persoalan serius tersebut, Yana Lek menyatakan kesiapannya untuk segera melakukan langkah koordinasi lintas sektoral dan pemanggilan kerja bersama pimpinan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Sula.

​Ia menegaskan akan mendesak pihak dinas untuk mengevaluasi kembali keputusan pemutusan hubungan kerja tersebut dan segera mengaktifkan kembali para petugas kebersihan pasar agar mereka dapat kembali bekerja mencari nafkah bagi keluarga.
​Pengaktifan kembali para pekerja kebersihan pasar dipandang sangat penting tidak hanya dari aspek kemanusiaan dan keberlanjutan mata pencaharian warga, tetapi juga demi menjaga ketertiban, kenyamanan, serta kebersihan kawasan pasar sebagai pusat perputaran ekonomi rakyat di Sanana.
​Yana menegaskan bahwa keberadaan pasar yang bersih dan terawat memerlukan sokongan tenaga kebersihan yang memadai, sehingga penyelesaian masalah ketenagakerjaan di tubuh DLH harus diselesaikan secara bijaksana dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat kecil.
​Sebagai legislator di DPRD Kepulauan Sula, Yana Lek menyampaikan komitmen bulatnya untuk mengawal seluruh deretan aspirasi, keluhan, dan usulan yang telah dihimpun selama pelaksanaan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 ini.
​Seluruh data aspirasi masyarakat Desa Fogi akan dirumuskan secara sistematis ke dalam dokumen Pokok-Pokok Pikiran (Pokpir) DPRD untuk selanjutnya disampaikan secara resmi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula dalam rapat paripurna.
​Pengawasan ketat akan terus dilakukan agar perencanaan pembangunan yang disusun oleh jajaran eksekutif selaras dengan kebutuhan prioritas yang disuarakan langsung oleh masyarakat di tingkat akar rumput.
​Jalannya pertemuan reses berlangsung dalam suasana yang sangat demokratis, kekeluargaan, dan penuh keterbukaan, di mana warga secara bergantian menyampaikan harapan serta dukungan moral bagi perjuangan politik Yana Lek di lembaga legislatif.
​Para tokoh masyarakat Desa Fogi mengapresiasi kepekaan dan kepedulian Yana Lek yang secara konsisten turun ke tengah warga untuk mendengarkan langsung dinamika pembangunan dan permasalahan sosial di desanya.
​Melalui kegiatan reses ini, diharapkan hubungan komunikasi politik antara anggota dewan dan konstituen dapat terus terjalin secara erat, sehingga perencanaan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Sula benar-benar menghadirkan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat perdesaan.
​”Saya merasa sangat terpanggil sebagai putri asli Desa Fogi. Oleh karena itu, mari kita sama-sama memberikan kontribusi yang baik dan nyata terhadap pembangunan Desa Fogi ini. Melalui Reses Masa Persidangan III Tahun 2026 ini, saya berkomitmen penuh untuk mendorong dan memperjuangkan pembangunan fisik seperti perbaikan got dan drainase desa, serta pembangunan jembatan penyeberangan di Air Fogi khususnya di Kompleks Ona. Selain itu, saya juga akan segera berkoordinasi langsung dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Sula agar dapat mengaktifkan kembali para pekerja kebersihan pasar yang sempat diberhentikan. Semua aspirasi ini akan saya jaga dan kawal secara maksimal untuk disampaikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula agar seluruh keinginan dan kebutuhan masyarakat dapat terealisasi,” tegas Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sula, Yana Lek, Selasa (25/8/2026).
Sumber: Sekretariat DPRD Kabupaten Kepulauan Sula








