
JAKARTA, thewasesanews.com — MS3G Gelar Maulid Akbar Jatinegara ke-V dengan menghadirkan kolaborasi dan sinergi harmoni antara ulama, umara, serta elemen masyarakat di Masjid Assa’adatul Ikhlashiyah, Jalan Pedati Raya, Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Ahad (23/8/2026). Perhelatan keagamaan yang digagas oleh Majelis Silaturahmi Sholat Subuh Gabungan (MS3G) tersebut mengusung tema strategis “Menyongsong 5 Abad Jakarta” sebagai wujud refleksi sejarah dan penguatan ukhuwah Islamiyah di ibu kota.
​Rangkaian syukuran peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut telah dimulai sejak pukul 04.00 WIB, jauh sebelum kumandang adzan subuh bergema di wilayah Jakarta Timur. Ratusan jemaah yang memadati ruang utama masjid khusyuk mengawali majelis dengan pembacaan Surat Yasin serta lantunan dzikir Ratibul Haddad yang dipimpin langsung oleh Ustadz Wawan Mansur bersama Anugrah Widhy.
​MS3G sebagai wadah silaturahmi rutin di Jatinegara konsisten menggalang konsolidasi moral dan spiritual di tingkat tapak. Melalui ibadah sholat subuh berjamaah yang berpindah dari satu masjid ke masjid lainnya di kawasan Jakarta Timur, majelis ini berhasil mempertautkan hubungan kemitraan yang erat antara para alim ulama, jajaran pejabat pemerintah (umara), dan warga masyarakat umum.

​Pemilihan tema “Menyongsong 5 Abad Jakarta” dalam Maulid Akbar ke-V ini memiliki nilai historis dan sosiologis yang sangat mendalam bagi umat Islam di ibu kota. Tema tersebut dirancang untuk menatap kembali rekam jejak panjang perjalanan Jakarta sebagai pusat peradaban, pusat pemerintahan, serta pusat pergerakan dakwah Islam sejak era Sunda Kelapa hingga bertransformasi menjadi kota metropolitan modern.
​Ketua Panitia Pelaksana Ustadz Wawan Mansur bersama Sekretaris Umum MS3G Ustadz Solihin MK menegaskan bahwa perayaan maulid kali ini bukan sekadar agenda rutin seremonial tahunan. Kegiatan ini difungsikan sebagai benteng pertahanan moral warga ibu kota dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, pergeseran budaya, serta dinamika kehidupan perkotaan yang kian kompleks.
​”Maulid Akbar ke-V ini mengusung tema ‘Menyongsong 5 Abad Jakarta’ untuk merefleksikan perjalanan panjang Jakarta sebagai pusat peradaban dan peran strategis umat Islam dalam membangun kota ini. Melalui wadah MS3G, kami memperkuat sinergi tiga pilar utama: tokoh agama, pejabat pemerintah, dan warga masyarakat demi menjaga kerukunan, ketertiban, serta stabilitas sosial di wilayah Jatinegara,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana, Ustadz Wawan Mansur, Ahad (23/8/2026).
Salah satu pilar substansial yang ditanamkan dalam perhelatan akbar ini adalah sosialisasi doktrin dan semboyan moral bertajuk “5 JAGA”. Semboyan ini menjadi panduan etis dan ikhtiar bersama bagi seluruh warga Jatinegara dalam menginternalisasikan nilai-nilai ajaran Rasulullah SAW ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara berkelanjutan.

​Semboyan “5 JAGA” tersebut memuat lima prinsip bertahap, yakni “Jaga Diri Kita, Jaga Keluarga, Jaga Jatinegara, Jaga Jakarta, dan Jaga Indonesia”. Formulasi ini menegaskan bahwa perbaikan tatanan sosial kebangsaan harus dimulai dari kesadaran individu (self-improvement), diperluas ke lingkungan keluarga, hingga memberikan kontribusi positif bagi lingkungan kecamatan, ibu kota, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
​Kehadiran unsur pemerintah (umara) dalam majelis ini memberikan dorongan sinergi yang kuat bagi terciptanya iklim ketertiban masyarakat yang kondusif. Hadir secara langsung Plt Camat Kecamatan Jatinegara Bapak Kelik bersama Lurah Cipinang Muara H. Komarudin untuk memberikan dukungan penuh atas inisiatif kemasyarakatan berbasis keagamaan tersebut.
​Majelis ini juga dihadiri oleh sederet tokoh agama dan pimpinan organisasi keagamaan ternama di Jakarta. Di antaranya pengurus DPP Forum Ulama Habaib (FUHAB) Jakarta KH Ruslan Mawardi, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Jatinegara KH Yusuf Fuad, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Jatinegara KH Akmal Sidiq.
​Jajaran guru tetap MS3G seperti KH Ali Sibromalisi dan Al Habib Hud bin Bagier Alatas turut hadir memimpin doa bersama para jemaah. Kehadiran guru tetap Masjid Assa’adatul Ikhlashiyah Al Habib Maher bin Yahya, KH Syahroni, KH Hasyim Firdaus, KH Tantowi Hasyim, serta para ketua DKM dan jemaah se-Kecamatan Jatinegara semakin menambah keheningan dan keagungan suasana majelis subuh tersebut.
​Puncak siraman rohani dalam Maulid Akbar ke-V ini disampaikan oleh ulama kharismatik KH Taufik Mahmud. Dalam tausiahnya, KH Taufik Mahmud mengupas tuntas hikmah dan keutamaan menghadiri majelis maulid Nabi dengan menyitir pandangan ulama sufi terkemuka, Imam Sirri as-Saqati.
​KH Taufik Mahmud menjelaskan bahwa setiap langkah kaki seorang muslim menuju tempat pembacaan maulid yang didasari rasa rindu dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW pada hakikatnya adalah langkah menuju salah satu taman dari taman-taman surga. Cinta kepada Rasulullah SAW merupakan kunci utama bagi seorang hamba untuk dapat berkumpul bersama beliau di akhirat kelak.
​Mengutip pandangan Imam Jalaluddin as-Suyuthi, KH Taufik Mahmud menambahkan bahwa setiap tempat, masjid, maupun kediaman yang di dalamnya dibacakan riwayat dan shalawat maulid Nabi, senantiasa dinaungi dan dikerumuni oleh para malaikat. Allah SWT melimpahkan rahmat, ketenangan jiwa, serta keridhaan-Nya kepada seluruh jemaah yang hadir.
​”Imam Sirri Saqathi berkata, barang siapa pergi ke suatu tempat yang dibacakan di dalamnya maulid Nabi SAW, maka sesungguhnya ia telah pergi ke sebuah taman dari taman-taman surga, karena tidaklah ia menuju ke tempat tersebut melainkan karena cintanya kepada Nabi SAW. Sebagaimana bersabda Rasulullah SAW, barangsiapa mencintaiku, maka ia akan bersamaku di dalam surga,” urai KH Taufik Mahmud dalam tausiah resminya di hadapan ratusan jemaah Jatinegara.
Usai pelaksanaan ibadah sholat subuh berjamaah, pembacaan maulid, dan tausiah keagamaan, rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah dan santapan jasmani. Seluruh jemaah, ulama, dan pejabat pemerintah menikmati hidangan khas Nasi Kebuli Ajieb Sawa dalam suasana kehangatan, kebersamaan, dan persaudaraan yang erat.
​Penyelenggaraan Maulid Akbar ke-V MS3G ini menjadi bukti nyata bahwa keberagamaan, nasionalisme, dan nilai-nilai kemasyarakatan dapat menyatu secara harmonis. Melalui ikhtiar spiritual ini, warga Kecamatan Jatinegara siap mengawal perjalanan ibu kota menuju lima abad Jakarta dengan tatanan masyarakat yang rukun, aman, dan berakhlakul karimah.
Sumber: Majelis Silaturahmi Sholat Subuh Gabungan (MS3G)








