Polwan Goes to School di SMA 11 Tangerang, 810 Siswa Diberi Edukasi Lalu Lintas Hingga Bahaya Bullying

​“Pelajar adalah generasi penerus bangsa. Karena itu, kami ingin membangun komunikasi yang dekat dengan mereka, memberikan pemahaman dan mengajak mereka menjadi pelajar yang disiplin, berani menolak bullying, tertib berlalu lintas, serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja,” tegas Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Eko Bagus Riyadi, S.H., S.I.K., M.Si.

TANGERANG, thewasesanews.com — Kegiatan Polwan Goes To School SMA 11 Tangerang digelar oleh jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Metro Tangerang Kota sebagai langkah nyata kepolisian dalam memberikan edukasi komprehensif mengenai keselamatan berlalu lintas, pencegahan bullying (perundungan), hingga pengawasan kenakalan remaja kepada sebanyak 810 siswa dan siswi di SMA Negeri 11 Kota Tangerang, Banten, pada Kamis (20/8/2026). Program edukatif berskala besar yang berlangsung semarak di lingkungan sekolah tersebut diselenggarakan secara khusus dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Polwan Republik Indonesia. Melalui kehadiran para perwira dan bintara Polwan di tengah-tengah lingkungan pendidikan, pihak kepolisian berupaya membangun sinergi strategis bersama instansi sekolah guna membentengi para pelajar dari berbagai potensi ancaman tindak pidana, pelanggaran hukum, maupun gangguan ketertiban masyarakat yang rentan menyasar kelompok usia muda.

​Pelaksanaan kegiatan dibuka secara resmi oleh Kompol Ery Murniasih yang memimpin rombongan Polwan Polres Metro Tangerang Kota di hadapan ratusan pelajar serta jajaran dewan guru SMA Negeri 11 Kota Tangerang. Dalam pembukaannya, Kompol Ery menekankan bahwa pendekatan persuasif dan edukatif dari jajaran kepolisian wanita sangat krusial untuk membangun jembatan komunikasi yang humanis dengan para remaja. Kehadiran sosok Polwan diharapkan mampu mencairkan suasana sehingga para siswa tidak lagi memandang aparat penegak hukum sebagai figur yang menakutkan, melainkan sebagai pelindung, pengayom, sekaligus mitra diskusi yang siap mendengarkan serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan khas dunia remaja. Langkah ini sekaligus menegaskan transformasi peran Polwan RI yang tidak hanya fokus pada tugas-tugas penegakan hukum substantif di lapangan, tetapi juga aktif mengambil peran preventif dan pembinaan karakter generasi muda di ranah publik.

polwan goes to school sma 11 tangerang. - thewasesanews.com

​Dalam sesi pemaparan materi utama, tim Polwan memberikan penekanan mendalam mengenai pentingnya disiplin serta keselamatan berlalu lintas (road safety) bagi para pelajar. Mengingat usia remaja sekolah menengah atas merupakan fase di mana banyak siswa mulai menggunakan kendaraan bermotor untuk mobilitas harian menuju sekolah, pemahaman mengenai tata cara berkendara yang aman menjadi aspek yang sangat vital. Para Polwan menjelaskan secara rinci mengenai persyaratan sah berkendara seperti kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM), kewajiban penggunaan helm berstandar Nasional Indonesia (SNI) bagi pengendara sepeda motor, pentingnya melengkapi kelengkapan fisik kendaraan, hingga larangan keras penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (bising) serta aksi balap liar di jalan umum. Edukasi lalu lintas ini diberikan bukan sekadar untuk menakut-nakuti pelajar dengan sanksi tilang, melainkan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa kepatuhan pada aturan lalu lintas adalah bentuk penghormatan terhadap hak keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan raya.

​Selain keselamatan di jalan raya, isu krusial lain yang menjadi fokus utama dalam sosialisasi ini adalah bahaya bullying atau perundungan yang rentan terjadi di lingkungan sekolah maupun media sosial (cyberbullying). Para Polwan memaparkan secara gamblang berbagai bentuk perundungan, mulai dari perundungan fisik, verbal, sosial, hingga perundungan digital. Tim penyuluh menegaskan bahwa tindakan bullying dalam bentuk apa pun dapat menimbulkan dampak psikologis yang sangat berat bagi korban, seperti penurunan rasa percaya diri, kecemasan berlebihan, depresi, penurunan prestasi akademik, bahkan ancaman pemikiran untuk mengakhiri hidup. Oleh karena itu, para siswa diajak untuk berani bersikap tegas menolak segala bentuk perundungan, tidak menjadi penonton yang membiarkan perundungan terjadi (bystander), serta segera melaporkan setiap indikasi tindakan perundungan kepada guru Bimbingan Konseling (BK), orang tua, maupun pihak kepolisian agar dapat ditangani secara cepat dan tepat sebelum berdampak luas.

polwan goes to school sma 11 tangerang. - thewasesanews.com

​Isu kenakalan remaja secara umum juga menjadi sorotan tajam dalam kegiatan edukasi ini, mencakup potensi keterlibatan pelajar dalam aksi tawuran antarsekolah, penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan narkotika, konsumsi minuman keras, hingga perilaku menyimpang dalam memanfaatkan teknologi informasi. Dalam paparannya, Polwan mengingatkan para siswa SMA Negeri 11 Kota Tangerang untuk selalu bijak dan cerdas dalam menyaring informasi serta menjaga etika berinteraksi di media sosial. Para siswa diingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan-ajakan negatif yang beredar di grup percakapan atau platform digital, seperti ajakan kumpul-kumpul liar maupun provokasi tawuran yang kerap dipicu oleh saling ejek di dunia maya. Polwan menegaskan bahwa keterlibatan dalam tindak kriminalitas remaja tidak hanya akan merusak masa depan akademik pelajar yang bersangkutan, tetapi juga membawa konsekuensi hukum formal serta memberikan beban mental yang berat bagi keluarga besar.

​Suasana kegiatan di SMA Negeri 11 Kota Tangerang berlangsung sangat hidup, hangat, dan komunikatif saat memasuki sesi diskusi interaktif serta tanya jawab antara tim Polwan dan para siswa. Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh 810 pelajar yang memadati area acara, di mana banyak di antara mereka memanfaatkan momen tersebut untuk mengajukan berbagai pertanyaan kritis. Pertanyaan yang disampaikan para siswa mencakup berbagai persoalan yang kerap mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara menyikapi perundungan terselubung di lingkungan pertemanan, prosedur pelaporan jika melihat tindak kejahatan di jalanan, hingga tata cara dan persyaratan untuk bergabung menjadi anggota Polisi Wanita Republik Indonesia setelah lulus sekolah nanti. Tanggapan yang ramah, lugas, dan solutif dari para personel Polwan membuat interaksi dua arah ini berjalan tanpa rasa canggung, sehingga materi yang disampaikan dapat diserap secara optimal oleh para pelajar.

polwan goes to school sma 11 tangerang. - thewasesanees.com

​Rangkaian kegiatan “Polwan Goes to School” tersebut kemudian dilanjutkan dengan prosesi seremonial berupa penyerahan plakat penghargaan dari perwakilan senior Polwan Polres Metro Tangerang Kota kepada Kepala SMA Negeri 11 Kota Tangerang sebagai simbol apresiasi, kemitraan, dan komitmen bersama dalam membina generasi muda. Sesi seremonial tersebut diakhiri dengan kegiatan foto bersama antara jajaran Polwan, pimpinan sekolah, dewan guru, dan seluruh peserta siswa-siswi, sebelum akhirnya acara ditutup secara resmi. Penyerahan plakat ini menandai makin eratnya ikatan kolaborasi antara institusi kepolisian daerah dengan satuan pendidikan di Kota Tangerang dalam upaya menciptakan ekosistem sekolah yang aman, kondusif, serta bebas dari berbagai bentuk gangguan ketertiban.

​Menanggapi suksesnya penyelenggaraan acara tersebut, Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Eko Bagus Riyadi, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa program “Polwan Goes to School” merupakan bagian integral dari strategi besar kepolisian dalam membangun saluran komunikasi proaktif dengan para generasi muda sekaligus mengedepankan tindakan pencegahan dini (preemptive and preventive measures). Kombes Pol Eko Bagus Riyadi menyatakan bahwa remaja dan pelajar adalah aset terpenting bangsa yang harus dilindungi serta diarahkan energi positifnya agar tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif di lingkungan sekitar. Menurutnya, pendekatan proaktif dengan turun langsung ke sekolah-sekolah menjadi kunci utama untuk membentuk mentalitas pelajar yang berintegritas, disiplin, berkarakter kuat, serta memiliki kesadaran hukum yang tinggi sejak dini.

polwan goes to school sma 11 tangerang. - thewasesanews.com

​“Kami ingin hadir lebih dekat dengan para pelajar. Edukasi sejak dini penting agar mereka memahami bagaimana menjaga keselamatan, menjauhi bullying, serta tidak terjerumus dalam kenakalan remaja yang dapat berdampak pada masa depan mereka,” ujar Kompol Ery Murniasih saat memberikan arahannya di SMA Negeri 11 Kota Tangerang.

​“Pelajar adalah generasi penerus bangsa. Karena itu, kami ingin membangun komunikasi yang dekat dengan mereka, memberikan pemahaman dan mengajak mereka menjadi pelajar yang disiplin, berani menolak bullying, tertib berlalu lintas, serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja,” tegas Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Eko Bagus Riyadi, S.H., S.I.K., M.Si.

Kombes Pol Eko Bagus Riyadi menambahkan bahwa dirinya berharap penuh agar kegiatan sosialisasi dan edukasi kepolisian seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota. Sinergi yang kokoh antara lembaga pendidikan dan kepolisian diyakini akan mampu melahirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak, sekaligus mencetak generasi muda Kota Tangerang yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga taat hukum, beretika tinggi, dan siap menjadi pelopor keselamatan serta ketertiban di tengah masyarakat.

Sumber: Humas Polres Metro Tangerang Kota

Avatar photo
Catur Nurmansyah

Leave a Reply

error: Content is protected !!