phss sertifikasi 12 tenaga kerja lokal k3 migas. - thewasesanews.com

Dukung TKDN dan Kualitas SDM, PHSS Facilitasi Sertifikasi 12 Tenaga Kerja Lokal Bidang K3 Migas

​"Kami berharap kompetensi yang diperoleh peserta tidak hanya menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal sehingga berkontribusi dalam mendukung perkembangan industri, khususnya sektor energi di masa mendatang," ujar Manager PHSS Field Iva Kurnia Mahardi.

JAKARTA, thewasesanews.com – Phss sertifikasi 12 tenaga kerja lokal k3 migas sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas sumber dayaq manusia di sekitar wilayah operasi industri hulu minyak dan gas bumi di Provinsi Kalimantan Timur. Program fasilitasi pelatihan dan uji kompetensi Operator Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Migas ini diselenggarakan oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Migas Cepu, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2026).

​Sebanyak 12 pemuda berprestasi yang terpilih mengikuti program tersebut berasal dari lima wilayah kecamatan penyangga operasi perusahaan di Kalimantan Timur, yaitu Kecamatan Muara Badak, Marangkayu, Anggana, Muara Jawa, dan Samboja. Rangkaian program pelatihan intensif yang telah digulirkan sejak bulan Juli 2026 tersebut dirancang khusus untuk membekali para peserta dengan pemahaman mendalam mengenai standar regulasi K3, teknik pencegahan kecelakaan kerja, hingga penguasaan operasional di lingkungan industri hulu migas yang bernilai risiko tinggi.

​Langkah strategis yang ditempuh oleh PHSS ini berakar dari kecermatan perusahaan dalam membaca peta persaingan dunia kerja di sektor energi nasional yang bergerak semakin kompetitif. Di era industri modern saat ini, pemuda daerah tidak lagi cukup hanya mengandalkan ijazah pendidikan formal semata untuk menembus pasar kerja. Keberadaan sertifikasi profesi yang diakui secara nasional menjadi salah satu instrumen verifikasi terpenting bagi calon tenaga kerja guna membuktikan kompetensi teknis, kualifikasi keselamatan, serta kesiapan mental dalam menerapkan budaya Zero Accident di lapangan.

​Melalui program penyiapan tenaga kerja ini, PHSS menempatkan sertifikasi profesi bukan sekadar sebagai pemenuhan kegiatan pelatihan administratif. Lebih dari itu, sertifikasi ini diposisikan sebagai pilar penting dalam mendorong penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), khususnya pada pemenuhan tenaga kerja lokal terampil yang siap pakai. Dengan hadirnya tenaga kerja lokal bersertifikat resmi, ekosistem industri hulu migas di wilayah Kalimantan Timur dapat terus berkembang dengan topangan kapasitas masyarakat lokal setempat.

​Selama menjalani program pembekalan intensif di PPSDM Migas Cepu, para peserta ditempa dengan kurikulum komprehensif yang mencakup teori teknis dan praktik lapangan. Materi yang diberikan meliputi penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja pada kegiatan eksplorasi dan produksi migas, teknik pengoperasian alat-alat pengamanan, prosedur tanggap darurat, penanganan potensi bahaya di area kerja, hingga tata cara penyusunan laporan teknis K3 secara akurat dan profesional.

​Setelah menuntaskan seluruh modul materi dan simulasi praktik di fasilitas pelatihan, ke-12 peserta melanjutkan tahap krusial berupa uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PPSDM Migas. Melalui pengujian ketat dari para asesor independen tersebut, seluruh peserta berhasil dinyatakan lulus dan berhak memperoleh sertifikasi profesi Operator K3 Migas yang terlisensi secara nasional oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

​Manager PHSS Field, Iva Kurnia Mahardi, menegaskan bahwa penyiapan dan peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasi merupakan perwujudan komitmen jangka panjang perusahaan untuk menebarkan manfaat sosial-ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi warga lokal.

​”Kami berharap kompetensi yang diperoleh peserta tidak hanya menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal sehingga berkontribusi dalam mendukung perkembangan industri, khususnya sektor energi di masa mendatang,” ujar Manager PHSS Field Iva Kurnia Mahardi.

​Ia menambahkan bahwa lisensi K3 yang telah digenggam oleh para peserta seyogianya tidak berhenti sebagai lembaran dokumen formalitas belaka. Keahlian yang telah diuji tersebut harus dijadikan pijakan utama dalam membangun rekam jejak karier profesional, baik di lingkungan Pertamina Group, perusahaan kontraktor penyedia jasa migas, maupun sektor industri manufaktur dan energi pendukung lainnya di kawasan Kalimantan Timur.

​Manfaat konkret dari kehadiran program sertifikasi ini dirasakan langsung oleh para peserta. Dafa Fadillah, salah seorang pemuda asal Desa Bukit Raya, Kecamatan Samboja, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kesempatan berharga yang difasilitasi oleh PHSS tersebut. Menurut Dafa, pelatihan intensif di Cepu telah memberikan pengalaman transformatif yang membuka wawasan baru mengenai dunia industri migas yang sesungguhnya.

​”Kami mendapatkan banyak ilmu, keterampilan, dan relasi yang menjadi bekal berharga untuk memasuki dunia kerja. Semoga PHSS terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Dafa Fadillah dengan penuh optimistis.

Melalui pengalaman Dafa dan rekan-rekannya, terlihat jelas bahwa program pengembangan masyarakat yang dijalankan oleh PHSS mampu menjawab kebutuhan riil dunia kerja saat ini. Dengan membekali pemuda lokal menggunakan sertifikasi berstandar nasional, keberadaan perusahaan tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi tidak langsung, melainkan juga secara langsung menciptakan sumber daya manusia berdaya saing tinggi yang siap diserap oleh rantai pasok industri energi nasional.

​Manager Communication Relations & Corporate Social Responsibility (CID) PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan, menjelaskan bahwa akselerasi kapasitas generasi muda merupakan prioritas utama perusahaan dalam merealisasikan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPPM) di bidang pendidikan dan pelatihan keahlian.

​”Investasi terbaik adalah investasi pada sumber daya manusia. Melalui pelatihan dan sertifikasi berstandar nasional ini, kami ingin membekali peserta dengan kompetensi yang relevan agar memiliki peluang yang lebih besar untuk berkarier dan berkembang secara profesional,” kata Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Dony Indrawan.

Dony membeberkan bahwa program fasilitasi sertifikasi profesi ini bukanlah aksi sporadis yang baru pertama kali dilakukan. Hingga saat ini, rangkaian program pembinaan dan pelatihan keahlian yang difasilitasi oleh PHSS dan kelompok usaha PHI di Kalimantan telah sukses melahirkan lebih dari 100 tenaga kerja lokal yang memiliki lisensi serta sertifikasi kompetensi resmi di berbagai bidang teknis industri.

​Capaian impresif ini menunjukkan konsistensi Pertamina dalam memperluas aksesibilitas warga sekitar wilayah operasi terhadap pusat-pusat pelatihan kerja berkualitas tinggi. Langkah ini sekaligus menjadi strategi perusahaan untuk mengikis kesenjangan kualifikasi (skill gap) yang sering kali menjadi hambatan utama bagi pencari kerja lokal saat berhadapan dengan standar tinggi industri minyak dan gas bumi.

​Manajemen PHI berharap agar kian banyak pemuda daerah yang terdorong untuk meningkatkan kapasitas dirinya secara berkelanjutan. Dengan memegang sertifikasi kompetensi resmi, para pemuda lokal di Kalimantan Timur diharapkan tidak lagi sekadar menjadi penonton atau pencari kerja pasif, melainkan mampu mengambil peran aktif dan kepemimpinan dalam rantai nilai industri energi serta akselerasi pembangunan ekonomi daerah.

​”Dengan menghadirkan akses terhadap pelatihan berbasis kebutuhan industri, kami berharap semakin banyak generasi muda di sekitar wilayah operasi yang memiliki keterampilan unggul, berdaya saing, dan siap berkontribusi dalam pembangunan sektor energi nasional,” tambah Dony Indrawan.

​Sebagai salah satu anak perusahaan strategis PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang berada di bawah pengelolaan Zona 9, PHSS memegang peranan penting dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui aktivitas eksplorasi dan produksi minyak serta gas bumi di Wilayah Kerja Sanga Sanga, Kalimantan Timur. Dalam menjalankan seluruh roda operasionalnya, PHSS senantiasa mengintegrasikan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam setiap helai kebijakan perusahaan.

​Dalam posisinya sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang bermitra dengan pemerintah Republik Indonesia melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), PHSS bersama seluruh afiliasi PHI berkomitmen penuh untuk menyelaraskan target produksi energi dengan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan warga sekitar.

​Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diusung PHSS mencakup enam pilar utama pembangunan masyarakat, yaitu pemulihan dan kemandirian ekonomi, peningkatan mutu pendidikan, kualitas kesehatan masyarakat, pelestarian lingkungan hidup, perbaikan sarana infrastruktur publik, hingga kesiapsiagaan tanggap bencana. Melalui pendekatan holistik ini, pengembangan SDM lokal ditempatkan sebagai strategi vital untuk membangun kemandirian warga yang berkelanjutan.

​Bagi 12 pemuda lokal yang telah resmi mengantongi sertifikat Operator K3 Migas nasional dari PPSDM Cepu, keberhasilan ini menjadi pintu gerbang awal menuju pengabdian profesional. Tantangan berikutnya bagi para lulusan adalah membuktikan kualitas kompetensi, integritas, dan budaya keselamatan kerja di lapangan, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Kalimantan Timur untuk terus meningkatkan kapasitas diri di tengah pesatnya perkembangan industri energi Indonesia.

Sumber: Press Release PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) & PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI)

Avatar photo
Catur Nurmansyah

Leave a Reply

error: Content is protected !!