
JAKARTA, The Wasesa News – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menghadiri upacara Penutupan Pendidikan Capaja Akademi TNI yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis (16/07/2026). Momentum sakral ini menandai tuntasnya seluruh fase pembinaan akademis dan fisik para Calon Perwira Remaja (Capaja) sebelum nantinya resmi dilantik menjadi perwira muda. Kehadiran orang nomor satu di jajaran Angkatan Darat tersebut menjadi bukti dukungan moral yang kuat bagi masa depan kepemimpinan TNI.
​Sebanyak 899 Capaja dari berbagai matra mengikuti prosesi penutupan pendidikan ini dengan penuh khidmat. Rincian jumlah peserta terdiri atas 514 Taruna dari Akademi Militer (Akmil), 230 Taruna dari Akademi Angkatan Laut (AAL), dan 155 Taruna dari Akademi Angkatan Udara (AAU). Seluruh taruna tersebut dinyatakan telah memenuhi standar kelulusan kurikulum yang ketat serta siap menghadapi penugasan riil di lapangan.

​Upacara ini merupakan tonggak awal sebelum para Capaja melangkah ke jenjang profesional yang sesungguhnya di tengah tantangan global yang kian dinamis. Kasad menegaskan bahwa pendidikan di akademi telah membentuk karakter kepemimpinan, integritas, serta ketangguhan mental yang mutlak diperlukan oleh seorang perwira. Para lulusan diharapkan mampu membawa pembaruan positif dan adaptif di satuan tempat mereka mengabdi nantinya.
​”Kami sangat mengapresiasi ketangguhan, disiplin, dan dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh para calon perwira remaja ini sepanjang masa pendidikan. Kehadiran kita hari ini adalah bentuk komitmen penuh untuk menyambut regenerasi kepemimpinan TNI yang andal, berkarakter, dan senantiasa siap menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di segala medan tugas,” tegas Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., di sela-sela kegiatan.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang bertindak sebagai inspektur upacara juga memberikan wejangan penting mengenai tanggung jawab besar yang kini berada di pundak para Capaja. Alih status dari taruna menjadi perwira membawa konsekuensi moral yang berat dalam mengayomi anak buah serta menjaga nama baik institusi di mata publik.
​”Penutupan pendidikan ini bukanlah akhir, melainkan gerbang awal dari pengabdian sejati kalian kepada bangsa dan negara. Gunakan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan landasan moral yang telah ditempa di kawah candradimuka akademi untuk menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks dengan mengedepankan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit,” ujar Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam amanatnya.
Setelah melewati prosesi ini, para Capaja dijadwalkan akan mengikuti Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tahun 2026 yang akan digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada 21 Juli 2026 mendatang. Upacara pelantikan prestisius tersebut direncanakan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto selaku Panglima Tertinggi TNI. Presiden secara resmi akan mengambil sumpah jabatan dan melantik para Capaja TNI bersama Capaja Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi Perwira Remaja yang siap diterjunkan ke seluruh pelosok tanah air.

​Melalui rangkaian pembentukan yang komprehensif ini, TNI optimistis dapat melahirkan generasi perwira muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh dan setia pada NKRI. Nilai-nilai Delapan Wajib TNI diharapkan tetap melekat kuat dalam sanubari setiap perwira baru demi memberikan pengabdian terbaik untuk kemajuan bangsa.
Sumber: Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad)










