
FAKFAK, The Wasesa News – Menhan RI Tinjau Yonif TP 808/MM: Perkuat Pertahanan, Tegaskan Prajurit Tangguh untuk Papua Barat Maju menjadi tonggak strategis dalam kebijakan modernisasi militer dan penguatan komando teritorial di wilayah Indonesia Timur saat jajaran elite pertahanan nasional melakukan inspeksi mendalam di bumi Papua Barat, Jumat (29/05/2026). Kunjungan kerja dinas tingkat tinggi yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, ke Markas Komando Batalyon Infanteri Tim Pertempuran (Yonif TP) 808/Mbaham Matta di Kabupaten Fakfak ini disambut dengan upacara kehormatan militer dan yel-yel penuh dedikasi dari ratusan prajurit pengawal perbatasan. Kunjungan ini merefleksikan komitmen tegak lurus pemerintah pusat untuk memastikan bahwa setiap jengkal wilayah kedaulatan negara, khususnya di sektor-sektor penyangga Papua Barat, memiliki benteng pertahanan yang kokoh, adaptif, serta ditunjang oleh kelayakan fasilitas pangkalan yang mumpuni.

Rombongan delegasi kementerian yang turut mendampingi Menhan RI dalam peninjauan taktis di Kabupaten Fakfak ini diisi oleh deretan perwira tinggi dan pejabat teras Tentara Nasional Indonesia, di antaranya Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si., Kepala Badan Logistik (Kabalog) Kemhan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari, S.Sos., M.Eng., Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, serta Danrem 182/Jazirah Onim Kolonel Inf Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han. Kehadiran para darsana pimpinan militer lintas matra ini mempertegas integrasi sistem komando wilayah yang solid serta keseriusan evaluasi taktis terhadap kesiapan operasional satuan infanteri yang memegang peran krusial dalam menjaga stabilitas keamanan harian dan mereduksi potensi gangguan kamtibmas di wilayah adat Mbaham Matta.

Dalam rangkaian inspeksi fisik tersebut, Menhan RI memimpin langsung peninjauan komprehensif ke berbagai sektor vital pangkalan, mulai dari kelayakan barak hunian prajurit, sarana dan prasarana latihan tempur, gudang penyimpanan munisi, hingga kesiapan logistik pendukung operasional luar ruang lainnya. Pemeriksaan melekat ini ditujukan untuk memetakan kebutuhan riil satuan di lapangan agar proses akselerasi pembangunan infrastruktur militer yang sedang berjalan dapat memenuhi standar kualifikasi tempur yang modern. Keberadaan pangkalan yang representatif dinilai menjadi instrumen kontrol sosial positif yang mampu meningkatkan moril, disiplin, serta kesiapsiagaan seluruh personel dalam menghadapi kompleksitas tantangan geostrategis yang dinamis di wilayah Papua Barat.

Atmosfer kedaulatan kian membara saat Jenderal TNI (Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pengarahan taktis secara langsung di hadapan barisan prajurit Yonif TP 808/MM. Dalam instruksinya, Menhan RI menegaskan bahwa profesionalisme, ketangguhan fisik, dan disiplin prajurit adalah pilar utama yang tidak boleh ditawar dalam mengawal pembangunan regional Papua Barat agar tumbuh menjadi wilayah yang maju dan berdaulat. Lebih lanjut, pucuk pimpinan sektor pertahanan negara tersebut mengamanatkan agar keberadaan batalyon tidak hanya dinalar sebagai kekuatan darsana pertahanan statis, melainkan wajib bertransformasi menjadi dinamisator kesejahteraan rakyat melalui keterlibatan aktif dalam dharman bakti sektor pendidikan, pelayanan kesehatan, swasembada pertanian, serta pengembangan peternakan guna memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat Papua.
Sumber: Penerangan Kodam (Pendam) XVIII/Kasuari








