Letkol Muhammad Sadly Kawal Pembangunan KMP Yon TP Kodam XXIII. - thewasesanews.com

Letkol Ctp Muhammad Sadly Menjadi Kunci Strategis Percepatan Pembangunan KMP dan Batalyon TP di Wilayah Kodam XXIII/PW

​“Data adalah kompas dalam pembangunan, dan akurasi adalah napas dari keberhasilan teritorial. Di tangan ahli topografi yang berintegritas, lahan yang sunyi akan diubah menjadi pusat kemakmuran rakyat dan benteng pertahanan bangsa yang tak tergoyahkan.” — Redaksi Wasesa News.

PALU, The Wasesa News – Dalam upaya memperkuat pertahanan kewilayahan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, Komando Daerah Militer (Kodam) XXIII/Palaka Wira (PW) secara resmi menunjuk figur sentral untuk mengawal program strategis nasional di wilayah Sulawesi Tengah. Panglima Kodam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, memberikan amanah penting kepada Kepala Topografi Kodam (Katopdam), Letkol Ctp Muhammad Sadly, untuk menjabat sebagai koordinator sekaligus penanggung jawab utama dalam pencarian dan penyiapan lahan strategis. Langkah ini bertujuan untuk mendukung percepatan program Koperasi Merah Putih (KMP) serta pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) di wilayah hukum Kodam XXIII/PW pada Rabu (06/05/2026). Penunjukan ini mencerminkan tingginya kepercayaan pimpinan TNI AD terhadap aspek akurasi pemetaan dan legalitas lahan sebagai fondasi utama pembangunan pangkalan dan unit usaha kerakyatan berbasis militer yang berkelanjutan.

Letkol Muhammad Sadly Kawal Pembangunan KMP Yon TP Kodam XXIII. - thewasesanews.com

[ez-toc]

Letkol Muhammad Sadly Kawal Pembangunan KMP Yon TP Kodam XXIII

​Keputusan Pangdam XXIII/PW untuk melibatkan satuan Topografi (Topdam) secara mendalam merupakan bagian dari strategi percepatan pembangunan berbasis kewilayahan yang tengah gencar didorong oleh institusi TNI AD. Fokus utama dari kebijakan ini adalah mengintegrasikan dukungan teritorial terhadap penguatan ekonomi kerakyatan melalui KMP, sekaligus menyiapkan infrastruktur militer yang modern melalui Batalyon Teritorial Pembangunan (TP). Penunjukan Letkol Ctp Muhammad Sadly dinilai sebagai langkah yang sangat tepat mengingat kapasitas teknis beliau yang mumpuni di bidang topografi militer. Peran Topdam kini menjadi sangat krusial; mereka tidak hanya sekadar melakukan identifikasi lahan, tetapi juga melakukan analisis kelayakan, pemetaan geospasial yang presisi, hingga verifikasi legalitas agraria guna memastikan setiap jengkal tanah yang disiapkan telah memenuhi aspek teknis, geografis, dan hukum yang berlaku.

​Letkol Ctp Muhammad Sadly, perwira menengah TNI AD yang juga putra daerah asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, memiliki rekam jejak karier yang sangat kuat di bidang topografi dan kewilayahan. Alumni SMA Negeri 1 Bulukumba ini telah meniti karier militer dengan dedikasi tinggi hingga dipercaya memimpin satuan teknis strategis di lingkungan Kodam XXIII/PW. Sebelum menjabat sebagai Katopdam, Letkol Sadly telah mengemban berbagai penugasan teknis yang berkaitan erat dengan survei medan, pemetaan wilayah konflik dan pembangunan, serta penyediaan data geospasial untuk mendukung operasi militer maupun pembangunan teritorial. Pengalaman lapangan yang luas ini menjadikan sosok yang akrab disapa “Rimba” tersebut sebagai figur yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap kondisi medan di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya.

Letkol Muhammad Sadly Kawal Pembangunan KMP Yon TP Kodam XXIII. - thewasesanews.com

​Dalam struktur satuan tugas percepatan ini, Letkol Muhammad Sadly mengemban tanggung jawab yang sangat berat namun strategis. Ia diwajibkan melakukan inventarisasi lahan potensial secara menyeluruh, melakukan verifikasi kondisi fisik lapangan untuk memastikan kesesuaian dengan rencana pembangunan Batalyon TP, serta melakukan koordinasi lintas sektor yang intensif. Komunikasi ini melibatkan pemerintah daerah tingkat provinsi hingga kabupaten/kota guna memastikan tidak adanya tumpang tindih lahan dan terciptanya dukungan penuh dari pemangku kepentingan sipil. Sinergi antara kedaulatan data spasial militer dan kebijakan pemerintah daerah menjadi kunci agar pembangunan Koperasi Merah Putih dapat segera diwujudkan demi kemakmuran warga di wilayah Sulawesi Tengah.

​Pangdam XXIII/PW Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar dalam arahannya menegaskan bahwa akurasi data geospasial adalah pangkal dari efisiensi pembangunan. Beliau menyatakan bahwa kesalahan dalam pemilihan lokasi dapat berdampak pada kegagalan operasional dan kerugian berkelanjutan. Oleh karena itu, kehadiran Topdam yang dipimpin oleh Letkol Sadly sebagai penyedia data spasial strategis sangat menentukan apakah program KMP dan Yon TP dapat berjalan tepat sasaran. “Keberhasilan pembangunan infrastruktur teritorial sangat bergantung pada ketepatan data awal. Kita membutuhkan pangkalan yang strategis secara pertahanan namun juga fungsional secara ekonomi bagi masyarakat sekitar. Di sinilah peran Letkol Sadly dan timnya menjadi ujung tombak,” tegas Pangdam.

Letkol Muhammad Sadly Kawal Pembangunan KMP Yon TP Kodam XXIII. - thewasesanews.com

​Koperasi Merah Putih (KMP) sendiri diproyeksikan menjadi wadah ekonomi mandiri yang dikelola dengan semangat manunggal, di mana TNI AD turut membina masyarakat dalam sektor-sektor produktif. Sementara itu, Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) akan menjadi unit kerja yang memiliki kemampuan konstruksi dan pemberdayaan wilayah untuk mempercepat pembangunan di daerah-daerah yang sulit terjangkau. Keberadaan dua entitas ini di bawah bendera Kodam XXIII/PW diharapkan dapat menjadi mesin penggerak ekonomi baru bagi warga Sulawesi Tengah. Letkol Sadly memastikan bahwa pemetaan yang ia lakukan akan memperhitungkan aksesibilitas, potensi sumber daya alam lokal, serta kemudahan distribusi logistik agar KMP dan Yon TP benar-benar menjadi pusat pertumbuhan baru di wilayah tersebut.

​Dengan langkah cepat dan terukur ini, Kodam XXIII/PW menunjukkan keseriusannya dalam mengimplementasikan visi besar TNI AD untuk hadir di tengah kesulitan rakyat dan memberikan solusi nyata melalui pendekatan teritorial. Letkol Ctp Muhammad Sadly berkomitmen untuk segera menuntaskan proses inventarisasi lahan dalam waktu singkat agar proses konstruksi fisik dapat segera dimulai. Percepatan ini merupakan wujud nyata dari slogan “Palaka Wira”, yang mengedepankan keberanian dan profesionalisme dalam setiap penugasan. Harapan besar kini tertumpu pada ketajaman analisis Topdam dalam memetakan masa depan Sulawesi Tengah yang lebih maju, berdaulat, dan sejahtera melalui kemanunggalan TNI dengan rakyat yang semakin erat.

Logo The Wasesa News
Dicky

WARTA SEJATI SANTUN

Leave a Reply

error: Content is protected !!