Jenderal TNI Purn Ryamizard Ryacudu Wafat di RSPAD Gatot Soebroto. - thewasesanews.com

Prajurit Setia Penjaga Kedaulatan Negara, Jenderal TNI Purn Ryamizard Ryacudu Berpulang ke Rahmatullah Menghadap Sang Khalik di Usia Tujuh Puluh Lima Tahun

​“Innalilahi wa innailaihi rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu pada umur 75 tahun harian, pada hari Minggu, 31 Mei 2026 pukul 14.03 WIB di CICU RSPAD Gatot Soebroto Puskesad Jakarta. Kami bersaksi bahwa almarhum adalah seorang prajurit pejuang sejati yang telah darsana memberikan seluruh jiwa dan raganya demi menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam drajat tugas yang jujur dan berwibawa. Semoga almarhum diterima segala amalan dan pahalanya oleh Allah SWT, dilapangkan kuburnya, diampuni segala kekhilafannya, dan insyaallah husnul khotimah. Serta semoga keluarga besar yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi duka harian yang mendalam ini.” - Doa Resmi Redaksi The Wasesa News untuk Almarhum Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu.

JAKARTA, The Wasesa News – Berita Duka datang menyelimuti seluruh sanubari bangsa dan keluarga besar Tentara Nasional Indonesia atas kepergian salah satu putra terbaiknya, Minggu (31/05/2026). Innalilahi wa innailaihi rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu pada umur 75 tahun setelah berjuang melewati masa kritis di ruang perawatan intensif. Kepergian sang jenderal legendaris yang dikenal tegas, jujur, dan berwibawa ini meninggalkan duka yang mendalam bagi rakyat Indonesia yang selama puluhan tahun menyaksikan dedikasi tanpa batasnya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Langkah taktis kehidupannya yang penuh dengan keteladanan militer kini telah usai, meninggalkan darsana pengabdian luhur yang akan selalu terukir indah dalam lembaran sejarah emas perjuangan bangsa yang berdaulat.

​Berdasarkan draf rilis resmi yang diterima oleh meja redaksi, tokoh militer kelahiran Palembang ini mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 14.03 WIB di ruang CICU RSPAD Gatot Soebroto Puskesad, Jakarta. Kehadiran sosok jenderal bintang empat di tempat perawatan medis tersebut menjadi saksi bisu perjuangan terakhir seorang prajurit sejati sebelum akhirnya dipanggil menghadap ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kepergian almarhum memicu gelombang rasa kehilangan yang sangat besar dari berbagai kalangan, mulai dari kolega militer, pejabat negara, hingga masyarakat sipil tingkat akar rumput yang menghormati keteguhan prinsipnya. Segenap keluarga besar Redaksi The Wasesa News beserta seluruh rakyat Indonesia turut menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya, seraya memanjatkan doa terbaik agar almarhum diterima segala amalan dan pahalanya, dilapangkan kuburnya, dan insyaallah Husnul Khotimah, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.

​Sepanjang perjalanan hidupnya yang gemilang, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu merupakan figur prajurit tempur sejati yang memiliki drajat karier militer sangat cemerlang dengan mengemban berbagai jabatan strategis dari tingkat bawah hingga pucuk pimpinan tertinggi. Konsistensi kepemimpinannya dimulai sejak lulus dari Akademi Militer pada tahun 1976, di mana dirinya dipercaya memegang tongkat komando sebagai Komandan Yonif Linud 305/Tengkorak, sebuah pasukan pemukul elite yang menuntut keberanian tinggi di medan operasi. Kecakapannya dalam memimpin pasukan di lapangan membawa drajat kariernya terus meroket, hingga kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai Komandan Brigade Infanteri Linud 17/Kujang I Kostrad, sebuah posisi krusial yang semakin mengasah kemampuan manajerial dan taktis pertempuran dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

​Karier kepemimpinannya di level teritorial semakin kokoh ketika dirinya dipercaya menjabat sebagai Komandan Komando Resort Militer (Danrem) 044/Garuda Dempo di bawah naungan Kodam II/Sriwijaya, yang merupakan tanah kelahirannya sendiri. Tak butuh waktu lama bagi sang jenderal untuk mendapatkan drajat kepercayaan yang lebih besar dari negara, hingga akhirnya ia dipromosikan menjadi Kepala Staf Divisi Infanteri (Kasdivif) 2/Kostrad, sebelum kemudian naik menjadi Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2/Kostrad. Kepemimpinannya yang humanis namun tetap tegas dalam menegakkan disiplin prajurit membuat dirinya kembali dipromosikan untuk memegang kendali teritorial yang lebih luas sebagai Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) Jakarta Raya (Jaya), sebuah wilayah ibu kota yang penuh dengan dinamika sosial politik yang kompleks.

​Puncak kepemimpinan teritorialnya di tingkat komando daerah diraih ketika dirinya resmi dilantik menjadi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya di Jawa Timur, yang kemudian berlanjut dengan drajat kepercayaan super strategis sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya/Jayakarta. Keberhasilannya dalam mengawal keamanan Ibu Kota Negara di masa-masa transisi krusial membuatnya dipromosikan menjadi Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), sebuah drajat posisi elit yang membawahi pasukan pemukul terbesar di tubuh TNI Angkatan Darat. Puncak karier tertingginya di draf militer tercapai dengan gemilang ketika ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) ke-23, di mana dirinya sukses melakukan reformasi internal dan memperkuat drajat profesionalisme prajurit di tingkat nasional.

​Setelah purnatugas dari dunia militer, pengabdian sang jenderal kepada bangsa dan negara tidak pernah luntur, di mana dirinya kembali dipanggil oleh negara untuk mengemban draf jabatan sipil tertinggi sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia yang ke-25 di dalam Kabinet Kerja. Melalui posisi menteri tersebut, almarhum secara konsisten menanamkan darsana nilai Bela Negara ke seluruh pelosok tanah air, mengingatkan generasi muda akan pentingnya jiwa nasionalisme dan cinta tanah air guna menangkal ancaman ideologi asing. Dedikasi tanpa pamrih yang ditunjukkannya dari pangkat letnan dua hingga menjadi menteri pertahanan membuktikan bahwa Jenderal Ryamizard Ryacudu adalah prototipe sejati dari seorang pejuang yang menyerahkan seluruh drajat hidupnya demi kehormatan bendera Merah Putih yang berwibawa, adil, aman, makmur, dan berdaulat.

Sumber: Informasi Resmi Markas Besar TNI / Keluarga Besar Almarhum

Logo The Wasesa News
Dicky

WARTA SEJATI SANTUN

Leave a Reply

error: Content is protected !!