Dandim 1801/Manokwari Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait saat duduk bersama anak-anak Kampung Tanah Rubuh di tepi pantai dalam pelaksanaan TMMD Ke-128. - thewasesanews.com

Membangun Peradaban dari Pesisir Manokwari Utara, Kedekatan Personal Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait Bersama Anak-Anak Kampung Tanah Rubuh Jadi Potret Humanis di Tengah Pelaksanaan TMMD Ke-128

​"Pembangunan fisik bisa hancur oleh waktu, namun pembangunan hubungan emosional di hati anak-anak akan abadi selamanya." — Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait, S.E., Dandim 1801/Manokwari.

MANOKWARI, The Wasesa News – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 di wilayah hukum Kodim 1801/Manokwari tidak hanya menonjolkan deru mesin alat berat atau derap langkah prajurit dalam mengejar target pembangunan infrastruktur fisik. Di balik ketegasan instruksi dan target pembangunan yang ambisius di Kampung Tanah Rubuh, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, terselip sebuah pemandangman yang sangat menyejukkan hati pada Rabu, 22 April 2026. Komandan Kodim (Dandim) 1801/Manokwari, Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait, S.E., tertangkap kamera sedang meluangkan waktu khusus di tengah kesibukannya yang padat untuk berinteraksi secara mendalam dan personal dengan anak-anak kampung setempat. Momen yang berlangsung secara spontan di tepian pantai tersebut menjadi simbol nyata bahwa kehadiran TNI di tanah Papua bukan sekadar tentang penegakan kedaulatan, melainkan tentang cinta, kepedulian, dan pembangunan harapan bagi generasi penerus di wilayah terpencil.

[ez-toc]

Momen Hangat Dandim 1801 Manokwari Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait Bersama Anak Kampung Tanah Rubuh di TMMD 128. - thewasesanews.com

​Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti area pinggir pantai Kampung Tanah Rubuh saat orang nomor satu di Kodim 1801/Manokwari itu memilih untuk menanggalkan sejenak atribut komandonya yang kaku dan duduk bersila bersama anak-anak di atas sebatang kayu besar yang terdampar. Tanpa ada jarak pembatas, Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait tampak asyik bercengkerama, tertawa lepas, dan mendengarkan celoteh lugu dari anak-anak pesisir yang dengan antusias mengerumuninya. Pemandangan ini seolah memecah narasi kaku mengenai sosok perwira TNI yang biasanya terlihat sangat formal. Di hadapan anak-anak Tanah Rubuh, sang Dandim hadir sebagai sosok pelindung sekaligus kawan bicara yang memberikan rasa aman serta kehangatan bagi mereka yang tinggal jauh dari hiruk-pikuk pusat kota.

​Kehadiran Dandim di tengah-tengah masyarakat, khususnya kepada kelompok anak-anak, mencerminkan implementasi wujud nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat yang menjadi jiwa dari program TMMD. Anak-anak yang biasanya merasa segan terhadap sosok berseragam doreng, kali ini justru nampak sangat ceria dan antusias. Gelak tawa mereka pecah saat Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait memberikan candaan-candaan ringan serta kata-kata motivasi agar mereka rajin bersekolah. Momen kebersamaan yang sederhana namun penuh makna ini menunjukkan bahwa pendekatan psikologis dan emosional memegang peranan yang sangat vital dalam menyukseskan pembangunan di wilayah Papua, di mana hati masyarakat harus dirangkul terlebih dahulu sebelum membangun fisiknya.

​Dalam kesempatan tersebut, Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait, S.E. menyampaikan pandangannya bahwa program TMMD Ke-128 pada dasarnya memiliki filosofi yang jauh lebih dalam dari sekadar pembangunan jalan, jembatan, atau fasilitas umum lainnya. Baginya, TMMD adalah jembatan hati untuk membangun kedekatan emosional yang permanen antara prajurit TNI dan masyarakat lokal. Ia percaya bahwa keberhasilan sebuah operasi teritorial diukur dari sejauh mana rakyat merasa memiliki dan mencintai institusi TNI sebagai bagian dari keluarga mereka sendiri. Interaksi dengan anak-anak dianggap sebagai investasi jangka panjang, karena melalui memori indah inilah, nilai-nilai nasionalisme dan kecintaan terhadap NKRI ditanamkan sejak dini dalam jiwa-jiwa muda di Manokwari Utara.

Momen Hangat Dandim 1801 Manokwari Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait Bersama Anak Kampung Tanah Rubuh di TMMD 128. - thewasesanews.com

​“Melalui pelaksanaan TMMD Ke-128 ini, kami ingin hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai aparat keamanan atau pelaksana proyek pembangunan, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Tanah Rubuh. Anak-anak yang kita lihat hari ini adalah masa depan bangsa Indonesia yang harus kita jaga, kita didik, dan kita perhatikan bersama. Jika mereka merasa dekat dengan TNI, maka mereka akan tumbuh dengan rasa percaya diri bahwa negara selalu hadir untuk mereka, bahkan di sudut pesisir terjauh sekalipun,” ujar Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait saat berbagi cerita mengenai pentingnya interaksi sosial di wilayah penugasan.

​Pelaksanaan TMMD Ke-128 di Kampung Tanah Rubuh sendiri memang dirancang sebagai program komprehensif yang meliputi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Selain kegiatan fisik seperti peningkatan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan oleh warga untuk memperlancar roda ekonomi, Satgas TMMD juga gencar melakukan berbagai kegiatan non-fisik. Mulai dari penyuluhan kesehatan guna menekan angka stunting di wilayah pesisir, penyuluhan hukum, hingga edukasi mengenai wawasan kebangsaan. Seluruh rangkaian kegiatan ini bermuara pada satu tujuan besar, yakni meningkatkan derajat kesejahteraan dan kualitas hidup warga Kampung Tanah Rubuh secara berkelanjutan, sehingga ketimpangan pembangunan dapat terus ditekan.

​Momen kebersamaan antara Dandim 1801/Manokwari dan anak-anak ini dengan cepat menjadi gambaran nyata di lapangan bahwa TMMD tidak hanya membangun infrastruktur mati, tetapi juga membangun semangat hidup masyarakat. Bagi anak-anak di Tanah Rubuh, kehadiran para prajurit TNI memberikan warna baru dalam keseharian mereka. Mereka melihat sosok-sosok yang bekerja keras di siang hari membangun desa mereka, namun tetap memiliki kelembutan hati untuk bermain bersama di sore hari. Pengalaman empiris seperti ini diharapkan dapat menginspirasi anak-anak tersebut untuk memiliki cita-cita yang tinggi, termasuk keinginan untuk mengabdi sebagai prajurit TNI di masa depan demi menjaga tanah kelahiran mereka sendiri.

​Interaksi yang dilakukan oleh Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait juga mendapat apresiasi dari para tokoh masyarakat dan orang tua di Kampung Tanah Rubuh. Mereka merasa bangga dan terharu melihat pimpinan TNI di wilayahnya bersedia duduk di atas kayu kayu lapuk hanya untuk sekadar mendengarkan cerita anak-anak mereka. Hal ini dianggap sebagai bentuk penghormatan luar biasa terhadap kemanusiaan yang melampaui batas jabatan. Kepercayaan masyarakat terhadap TNI semakin menguat, yang secara otomatis akan mempermudah koordinasi dalam setiap program pembangunan yang dibawa oleh pemerintah melalui jalur militer maupun sipil.

​Seiring dengan berjalannya waktu pelaksanaan TMMD Ke-128, progres fisik di Kampung Tanah Rubuh terus menunjukkan tren positif. Namun, bagi Dandim 1801/Manokwari, capaian persentase pembangunan fisik bukanlah satu-satunya indikator kesuksesan. Senyum lebar anak-anak Papua yang merasa terlindungi dan dihargai adalah “laporan keberhasilan” yang jauh lebih otentik. Melalui pendekatan yang menyentuh hati ini, Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait ingin memastikan bahwa saat Satgas TMMD nanti meninggalkan Kampung Tanah Rubuh, mereka tidak hanya meninggalkan jalan yang mulus, tetapi juga meninggalkan jejak cinta dan kasih sayang yang akan terus diingat oleh generasi muda di Manokwari Utara selama bertahun-tahun ke depan.

​Dedikasi yang ditunjukkan oleh prajurit Kodim 1801/Manokwari di bawah kepemimpinan Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait menjadi teladan bagi pelaksanaan tugas-tugas teritorial di wilayah lain. Di tanah Papua yang penuh dengan dinamika, pendekatan humanis adalah kunci utama untuk memenangkan hati dan pikiran rakyat. TMMD Ke-128 di Tanah Rubuh telah membuktikan bahwa dengan duduk bersama di pinggir pantai dan tertawa dengan anak-anak, TNI telah berhasil membangun benteng pertahanan terkuat, yaitu benteng kecintaan rakyat kepada negaranya. Dengan semangat “Prajurit Melayani, Rakyat Mencintai”, program TMMD ini dipastikan akan menjadi tonggak sejarah baru bagi kemajuan dan kedamaian di Kabupaten Manokwari.

Autentikasi: Pendim 1801 Manokwari

Logo The Wasesa News
Dicky

WARTA SEJATI SANTUN

Leave a Reply

error: Content is protected !!