MANADO, The Wasesa News – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah secara resmi menyalurkan Program Beasiswa Pintar kepada 3.823 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mahasiswa reguler guna mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Kepastian keberlanjutan program investasi pendidikan jangka panjang ini ditegaskan langsung oleh Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, di sela menghadiri upacara wisuda sekaligus menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Muhammadiyah Manado, Sulawesi Utara, pada Kamis (02/07/2026).
Langkah taktis penguatan kemitraan strategis dengan perguruan tinggi ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam mencetak generasi yang kompetitif dan inovatif. Melalui jaminan pembiayaan studi yang komprehensif, Pemkab Halmahera Tengah menargetkan lahirnya klaster tenaga ahli lokal yang siap menjawab tantangan pembangunan wilayah teritorial serta mempercepat roda transformasi birokrasi dan ekonomi makro di masa depan.
Meskipun berada di tengah situasi efisiensi anggaran daerah yang cukup ketat, komitmen pembiayaan pendidikan di Halmahera Tengah justru mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Otoritas eksekutif melaporkan adanya peningkatan alokasi dana secara masif, dari yang semula sebesar Rp19 miar pada tahun 2025 kini meningkat tajam menjadi Rp31,5 miliar pada tahun anggaran 2026 demi menjamin hak belajar warga teritorialnya.

”Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan dan kerja sama dengan perguruan tinggi. Pada tahun 2025 kami mengalokasikan anggaran sebesar Rp19 miliar untuk program beasiswa, dan pada tahun 2026 meningkat menjadi Rp31,5 miliar. Komitmen ini tetap kami jalankan meskipun Halmahera Tengah, sebagaimana daerah lainnya, mengalami efisiensi anggaran,” ujar Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji dalam sambutan resminya.
Ikram menjelaskan bahwa kerangka program jaring pengaman pendidikan ini didesain secara inklusif untuk memfasilitasi peningkatan kualifikasi dari jenjang Strata 1 (S1) hingga Strata 3 (S3). Penerima manfaatnya mencakup rumpun birokrasi mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga PPPK Paruh Waktu, serta kelompok mahasiswa umum yang menempuh jalur reguler.
Pemerintah daerah juga bersikap fleksibel dengan tidak membatasi pilihan perguruan tinggi bagi para penerima beasiswa di tanah air. Kendati demikian, guna menjaga mutu lulusan, Pemkab menetapkan syarat ketat di mana program studi yang dipilih wajib mengantongi akreditasi minimal Baik (B) agar kompetensi keilmuan yang diserap mahasiswa benar-benar teruji dan berdaya guna di lapangan kerja.
”Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah telah memberikan beasiswa kepada sebanyak 3.823 mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa, Sulawesi, dan Maluku Utara,” ungkap Ikram menambahkan rincian data sebaran penerima manfaat.
Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Universitas Muhammadiyah Manado diproyeksikan menjadi katalisator kerja sama berkesinambungan di bidang riset, pengabdian masyarakat, serta peningkatan kapasitas aparatur sipil. Di akhir arahannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan berharap akumulasi ilmu pengetahuan yang diraih dapat segera diaktualisasikan menjadi kontribusi nyata demi kemajuan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Halmahera Tengah.
Sumber: Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Halmahera Tengah



