
JAKARTA, thewasesanews.com – Taruni akpol perkuat pembentukan karakter generasi muda melalui penerjunan 71 Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) yang bergabung bersama ratusan taruna Akademi TNI dan Polri dalam Program Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Tahun 2026 di 73 Sekolah Rakyat yang tersebar pada 29 Subsatuan Taruna (Subsattar) seluruh Indonesia, Rabu (5/8/2026).
​Kegiatan pembinaan yang berlangsung selama lima hari sejak 1 hingga 5 Agustus 2026 ini diselenggarakan bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
​Program Taruna Bhakti merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi nasional antara Kementerian Sosial Republik Indonesia, Akademi TNI, dan Akademi Kepolisian. Agenda ini dirancang khusus untuk mendampingi para siswa baru dalam mengadaptasi kehidupan berasrama, menanamkan kedisiplinan, memupuk jiwa kepemimpinan, serta membangun semangat kebangsaan yang mandiri dan bertanggung jawab.
​Dalam perhelatan tahun ini, Polri mengerahkan total 372 Taruna Akpol, di mana 71 di antaranya merupakan taruni yang hadir memberikan sentuhan pendekatan kepemimpinan humanis, persuasif, dan inklusif kepada para siswa.

​Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menyampaikan bahwa penerjunan para Taruni Akpol ini merupakan penerjemahan langsung atas arahan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf saat melepas peserta program pada awal Agustus lalu.
​”Pesan Bapak Menteri Sosial sangat jelas, para taruna harus menjadi teladan yang membimbing dengan empati dan keteladanan. Polri menerjemahkan arahan tersebut melalui kehadiran 372 Taruna Akpol, termasuk 71 Taruni Akpol yang bergabung bersama Taruna Akademi TNI. Kehadiran para taruni semakin memperkaya proses pendampingan karena membawa nilai kepemimpinan, kepedulian, komunikasi yang hangat, serta semangat pengabdian yang dapat menginspirasi seluruh siswa,” ujar Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Brigjen Pol. Trunoyudo menjelaskan bahwa pengalaman para Taruni Akpol yang telah terbiasa menjalani pola pendidikan ketat dan kehidupan berasrama menjadi modal sosial yang sangat berharga. Pengalaman tersebut memudahkan mereka dalam merangkul para siswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah serta membangun rasa percaya diri sejak dini.
​Selama lima hari masa pendampingan, para Taruna dan Taruni Akpol bertindak sebagai kakak asuh, mentor, sekaligus role model. Mereka terlibat langsung membimbing siswa dalam berbagai aktivitas harian, mulai dari pengenalan tata tertib sekolah, manajemen waktu, kerapian tempat tidur, hingga pembiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
​Selain materi pembiasaan harian, para taruna juga memberikan pelatihan dasar baris-berbaris (PBB), pembinaan mental kepemimpinan, kerja sama kelompok, penguatan wawasan kebangsaan, kegiatan kepramukaan, pemantapan nilai-nilai keagamaan, serta pemberian motivasi berkelanjutan agar para siswa tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas.
​Kehadiran 71 Taruni Akpol juga memastikan terciptanya lingkungan belajar yang ramah, inklusif, dan saling menghargai. Hal ini selaras dengan penekanan Kemensos agar seluruh kegiatan Sekolah Rakyat terbebas dari segala bentuk perundungan (bullying), kekerasan fisik maupun seksual, serta sikap intoleransi.
​”Yang kami bangun bukan hanya kedisiplinan, tetapi juga karakter. Taruni Akpol bersama Taruna Akpol lainnya hadir sebagai kakak yang menginspirasi, membimbing, dan mendengarkan. Kami ingin setiap siswa merasakan bahwa mereka didampingi untuk tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, berkarakter, serta memiliki semangat untuk menggapai cita-cita. Itulah makna pengabdian Polri melalui Program Taruna Bhakti,” terang Brigjen Pol. Trunoyudo.
​Guna mendukung kelancaran Program Taruna Bhakti 2026, Polri secara keseluruhan menerjunkan 482 personel yang terdiri dari 372 Taruna Akpol serta 110 personel pendamping (Paping). Tim pendamping tersebut melibatkan 23 Perwira Menengah (Pamen), 77 Perwira Pertama (Pama), dan 10 personel Bintara.
​Sinergi besar yang melibatkan lebih dari 1.000 taruna gabungan Akademi TNI dan Akpol ini diposisikan sebagai investasi strategis nasional dalam mendukung pembentukan karakter generasi penerus bangsa demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Sumber: Divisi Humas Polri & Kementerian Sosial RI








