
TANGERANG, The Wasesa News – Guna memproteksi generasi muda dari ancaman laten narkotika, Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANNAS) bersinergi dengan BNN Kota Tangerang menggelar edukasi bahaya narkoba di SMAN 13 Ciledug, Kota Tangerang, Banten, pada Senin (13/07/2026). Kegiatan sosialisasi intensif yang dimulai sejak pagi hari ini dilaksanakan bertepatan dengan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi ratusan peserta didik baru kelas sepuluh. Agenda penyelamatan moral bangsa ini tidak hanya dihadiri oleh jajaran guru pengajar, melainkan juga diikuti secara antusias oleh para orang tua murid demi menyamakan persepsi pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini dari lingkungan keluarga.
​Sosialisasi ini difokuskan pada pengenalan jenis-jenis narkotika, sanksi hukum, serta dampak fatal penyalahgunaannya terhadap kesehatan fisik dan mental remaja. Dalam forum interaktif tersebut, para pemateri mengupas tuntas ancaman nyata dari peredaran obat-obatan terlarang golongan G seperti Tramadol, Eximer, dan Alprazolam, hingga narkotika golongan satu seperti sabu-sabu, ganja, putau, serta tembakau sintetis yang kian marak mengintai kalangan pelajar. Pengenalan zat-zat berbahaya ini dipandang krusial agar para siswa baru memiliki tameng pengetahuan sebelum bersosialisasi di lingkungan luar sekolah.

​Ketua DPW GANNAS Banten, Ahmad Yani, dalam pemaparannya menegaskan bahwa perang terhadap narkoba merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat, bukan hanya aparat penegak hukum. Ia mengimbau para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap pergaulan anak di luar rumah guna menghindari paparan zat adiktif yang dapat merusak masa depan mereka sebagai calon pemimpin bangsa. Menurutnya, pemahaman mengenai bahaya narkoba harus ditanamkan secara kokoh agar para remaja mampu menolak dengan tegas segala bentuk bujuk rayu penyalahgunaan narkotika.
​”Adik-adikku semuanya, kalian harus tahu jenis obat keras Golongan G seperti Tramadol, Eximer, Alprazolam, dan jenis narkoba seperti sabu, putau, ganja, hingga tembakau Gorilla sangat berbahaya karena merusak sel-sel otak dan darah yang dapat mengakibatkan kematian. Narkoba adalah musuh kita bersama dan tanggung jawab kita semua. Raih cita-citamu setinggi langit mulai dari sekarang dan tanamkan hidup sehat Bersinar, bersih tanpa narkoba. Belajar Yes, Narkoba No,” tegas Ketua DPW GANNAS Banten, Ahmad Yani, di hadapan ratusan siswa.
Perwakilan BNN Kota Tangerang, Arif, turut memperingatkan para siswa mengenai diversifikasi modus peredaran narkoba modern yang kini mulai dikemas dalam bentuk cairan atau liquid vape. Ia meminta para pelajar untuk tidak pernah sekali-kali mencoba atau bereksperimen dengan zat asing karena efek ketergantungan yang ditimbulkan sangat cepat dan merusak. BNN berkomitmen untuk terus mendampingi sektor pendidikan guna mendeteksi dan mengantisipasi infiltrasi narkotika di lingkungan sekolah.

​Pihak sekolah menyambut baik inisiatif kolaboratif ini sebagai langkah konkret pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di lingkungan pendidikan. Plt Kepala SMAN 13 Ciledug, Iswahyudi, menyatakan rasa terima kasihnya atas kepedulian GANNAS dan BNN yang telah meluangkan waktu memberikan pemahaman berharga bagi ekosistem sekolahnya yang kini membina ratusan siswa aktif tersebut.
​”Kami sangat berterima kasih kepada GANNAS dan BNN Kota Tangerang yang telah bersedia meluangkan waktu ke sekolah kami. Mudah-mudahan ini bukan kegiatan pertama dan terakhir, melainkan terus berkesinambungan sehingga kita bisa memberantas, atau paling tidak mengurangi korban penyalahgunaan narkoba di wilayah Ciledug ini. Harapan kami, kerja sama ini membuat kita zero atau nol kasus narkoba di SMAN 13,” tutur Plt Kepala SMAN 13 Ciledug, Iswahyudi.
Pihak BNN mengapresiasi tinggi animo para peserta, terutama para siswi dan orang tua murid yang sangat aktif mengajukan pertanyaan kritis sepanjang sesi tanya jawab berlangsung. Ketertarikan yang tinggi ini dinilai sebagai sinyal positif bahwa kesadaran proteksi dini terhadap bahaya narkoba di kalangan pelajar Ciledug sudah mulai terbentuk dengan kuat. Hal senada diungkapkan Ketua GANNAS Kota Tangerang, Buana Dias, yang mengaku kagum atas agresivitas dan rasa ingin tahu para siswa baru SMAN 13 Ciledug dalam mendalami materi pencegahan narkotika.
​Acara sosialisasi yang turut dihadiri jajaran pengurus GANNAS seperti Nasrulloh, Suyateno, Erick Hardson, serta puluhan staf pendidik SMAN 13 Ciledug ini berjalan dengan sangat tertib, lancar, dan kondusif hingga akhir sesi. Melalui pembekalan yang komprehensif pada hari pertama sekolah ini, diharapkan tercipta sinergi pengawasan yang kokoh antara pihak sekolah dan orang tua murid demi mewujudkan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan berprestasi tanpa bayang-bayang narkoba.
Sumber: Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GANNAS Banten dan BNN Kota Tangerang





