Polres Metro Tangerang Kota Gelar Polisi Sahabat Anak. - thewasesanews.con

Membangun Karakter Disiplin Sejak Dini: Satlantas Polres Metro Tangerang Kota Pererat Kedekatan dengan Generasi Muda Melalui Program Polsanak

​“Anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas kepada mereka hari ini adalah jaminan bagi keselamatan jalan raya di masa depan.” — Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari.

TANGERANG, The Wasesa News – Upaya menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kesadaran hukum dalam berlalu lintas memerlukan pendekatan yang berkelanjutan, terutama jika dimulai dari usia emas anak-anak. Menyadari hal tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Tangerang Kota kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedukasi masyarakat melalui program inovatif “Polisi Sahabat Anak” atau Polsanak. Kegiatan edukatif yang penuh keceriaan ini digelar bersama para siswa TK Kemala Bhayangkari Metro Tangerang Kota, bertempat di Aula Polres Metro Tangerang Kota pada Kamis (30/04/2026). Melalui interaksi langsung ini, kepolisian berupaya membentuk fondasi budaya tertib berlalu lintas yang kokoh pada diri anak-anak, sekaligus menghapus stigma kaku terhadap sosok aparat penegak hukum di mata generasi masa depan.

Polres Metro Tangerang Kota Gelar Polisi Sahabat Anak. - thewasesanews.com

[ez-toc]

Polres Metro Tangerang Kota Gelar Polisi Sahabat Anak. - thewasesanews.com

​Kegiatan yang berlangsung khidmat namun santai tersebut turut dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Metro Tangerang Kota, Ny. Kamala Jauhari, yang didampingi oleh jajaran personel dari Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Metro Tangerang Kota. Kehadiran para pengurus yayasan dan personel kepolisian ini menegaskan adanya sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan dan kepolisian dalam membentuk karakter anak. Program Polsanak tidak hanya sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah strategi literasi keselamatan jalan yang dirancang khusus untuk menyesuaikan dengan psikologi perkembangan anak usia dini, sehingga pesan-pesan keselamatan dapat terserap dengan maksimal tanpa memberikan kesan menggurui.

​Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, dalam keterangannya menjelaskan bahwa pembentukan perilaku tertib di jalan raya harus diintervensi sejak dini agar menjadi kebiasaan yang melekat hingga dewasa. Menurutnya, anak-anak adalah peniru yang ulung, sehingga pemberian contoh dan pemahaman yang benar mengenai aturan jalan raya merupakan investasi jangka panjang bagi keselamatan publik di wilayah Tangerang dan sekitarnya. “Melalui kegiatan Polsanak ini, kami ingin menanamkan memori positif pada anak-anak mengenai pentingnya menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan raya, seperti kewajiban menggunakan helm standar nasional, mengenali fungsi rambu-rambu lalu lintas, hingga tata cara menyeberang jalan melalui zebra cross dengan benar,” jelas Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari.

​Selama kegiatan berlangsung, suasana Aula Polres Metro Tangerang Kota tampak riuh dengan antusiasme anak-anak yang mengikuti setiap sesi edukasi secara interaktif. Para personel Unit Kamsel menggunakan metode bermain sambil belajar yang dikemas secara menyenangkan. Mereka mengenalkan berbagai macam rambu lalu lintas melalui alat peraga visual yang berwarna-warni, memberikan simulasi sederhana mengenai fungsi lampu lalu lintas, hingga mengajak anak-anak mempraktikkan gerakan pengaturan lalu lintas yang dasar. Pendekatan interaktif ini terbukti efektif menarik perhatian para siswa TK Kemala Bhayangkari, di mana mereka tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam tanya jawab yang membangkitkan rasa ingin tahu mereka terhadap aturan hukum.

​Lebih jauh lagi, program Polsanak ini memiliki misi ganda yang sangat strategis, yakni mendekatkan sosok polisi sebagai sahabat sejati anak-anak. Selama bertahun-tahun, sering kali orang tua menggunakan sosok polisi untuk menakut-nakuti anak agar patuh, yang secara tidak langsung menciptakan jarak emosional dan rasa takut anak terhadap kepolisian. Melalui program ini, Polres Metro Tangerang Kota ingin meruntuhkan dinding pembatas tersebut. Dengan melihat polisi yang ramah, mengajak bermain, dan memberikan bimbingan dengan lemah lembut, diharapkan akan tercipta hubungan positif yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat sejak usia dini. Hal ini penting agar di masa depan, masyarakat memiliki tingkat kepercayaan dan kepatuhan hukum yang tinggi karena didasari oleh rasa cinta, bukan rasa takut.

​Kapolres juga menambahkan bahwa harapan besar dari program ini adalah lahirnya pelopor-pelopor keselamatan berlalu lintas dari lingkungan keluarga. Anak-anak yang telah mendapatkan edukasi ini diharapkan mampu menjadi “pengingat” bagi orang tua atau saudara mereka di rumah saat melakukan perjalanan. Sering kali, teguran polos dari seorang anak kepada orang tuanya yang lupa memakai helm atau menerobos lampu merah memiliki efek psikologis yang lebih kuat dibandingkan teguran dari petugas di lapangan. Dengan demikian, edukasi kepada anak-anak ini secara tidak langsung juga menyasar pada kedisiplinan orang dewasa di sekitar mereka, menciptakan efek domino positif bagi terciptanya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) yang lebih baik.

​Satlantas Polres Metro Tangerang Kota berkomitmen bahwa program Polisi Sahabat Anak ini tidak akan berhenti sampai di sini. Program ini akan terus dilaksanakan secara rutin dan bergiliran ke berbagai sekolah dan lembaga pendidikan di seluruh wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota. Dengan konsistensi dalam memberikan edukasi dini, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan faktor kelalaian manusia dapat ditekan di masa depan. Kegiatan hari itu ditutup dengan foto bersama dan pemberian cenderamata, meninggalkan kesan mendalam di hati para siswa bahwa markas polisi adalah tempat yang ramah, aman, dan penuh ilmu pengetahuan bagi mereka.

Avatar photo
Dian Pramudja

Leave a Reply

error: Content is protected !!