
PANDEGLANG, THE WASESA NEWS – Harapan warga Desa Patia, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang untuk menikmati infrastruktur kelistrikan yang layak kini mulai menemui titik terang. Setelah bertahun-tahun dihadapkan pada kondisi kabel listrik yang semrawut dan jarak antar tiang yang tidak ideal, PT PLN (Persero) ULP Labuan akhirnya memberikan respons nyata. Langkah konkret ini diambil menyusul surat resmi yang dilayangkan oleh Kepala Desa Patia, Sarna, SE, dengan nomor 141/05/Ds 2008/IV/2026 tertanggal 09 April 2026. Dalam gerakan taktis awal, pihak PLN ULP Labuan telah melakukan pemasangan 3 batang tiang listrik untuk titik-titik yang dinilai paling mendesak (urgent). Respon kilat ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kabupaten Pandeglang serta warga setempat yang telah lama mendambakan keadilan energi demi pertumbuhan ekonomi jangka panjang di wilayah tersebut.

[ez-toc]

Pemasangan tiga tiang awal ini merupakan bagian dari pengajuan total 52 batang tiang listrik yang menjadi kebutuhan vital Desa Patia. Berdasarkan laporan dari lapangan, kondisi kelistrikan sebelumnya memang sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan warga. Dalam surat permohonannya, Kades Patia Sarna, SE, memaparkan secara detail bahwa kabel listrik di desanya seringkali menumpuk pada satu tiang tumpu yang sudah tidak mampu menahan beban. Jarak tiang ke rumah warga yang terlalu jauh menyebabkan banyak kabel kendur dan bergelantungan rendah, yang mana hal ini sangat berisiko memicu korsleting listrik atau kecelakaan bagi warga yang melintas. Dengan adanya intervensi awal dari ULP Labuan, risiko bahaya di titik-titik krusial tersebut kini mulai teratasi, meski perjuangan belum sepenuhnya selesai.
Pihak PT PLN ULP Labuan mengonfirmasi bahwa pengerjaan tiga tiang darurat tersebut adalah langkah darurat untuk mengamankan jaringan yang paling berisiko. Namun, untuk sisa kebutuhan sebanyak 49 batang tiang lainnya, kewenangan teknis dan penganggaran berada di level yang lebih tinggi. Pihak ULP Labuan menyatakan bahwa seluruh dokumen rekomendasi telah diproses dan kini secara resmi diajukan ke Divisi Listrik Desa (Lisdes) UP3 Banten Selatan. “Siap pak, kemarin sudah kami pasang yang urgent 3 batang. Untuk sisanya, kami ajukan ke divisi Lisdes UP3 Banten Selatan guna proses lebih lanjut,” demikian pernyataan resmi pihak PLN ULP Labuan yang diterima oleh jajaran GWI Pandeglang.
Merespons progres ini, Perwakilan GWI Pandeglang, M. Sutisna, menyatakan bahwa pihaknya akan terus berdiri di garda terdepan untuk mengawal proses administrasi hingga fisik di lapangan. GWI menekankan bahwa apresiasi diberikan atas dasar kinerja nyata PLN yang tidak menutup mata terhadap keluhan rakyat kecil. Namun, Sutisna juga menegaskan bahwa GWI akan memantau ketat perjalanan 49 tiang sisa yang kini berada di meja UP3 Banten Selatan. Kejelasan mengenai linimasa (timeline) dan turunnya Surat Perintah Kerja (SPK) menjadi poin yang paling dinanti oleh 52 warga Desa Patia yang telah membubuhkan tanda tangan dukungan dalam pengajuan tersebut.
”Kami sangat mengapresiasi langkah awal ULP Labuan yang menunjukkan kepedulian nyata. Ini adalah bukti bahwa PLN hadir di tengah masyarakat. Namun, tugas kami belum selesai. GWI akan terus memonitor ajuan 49 tiang sisa ini hingga ke UP3 Banten Selatan. Kami menunggu Manager UP3 Banten Selatan memberikan kepastian kapan SPK bisa turun, agar warga Patia tidak lagi merasa dianaktirikan dalam hal akses energi. Infrastruktur listrik yang stabil adalah fondasi utama bagi kemajuan ekonomi desa,” ujar M. Sutisna dengan penuh ketegasan pada Senin (04/05/2026).
Dukungan masyarakat Desa Patia terhadap pengajuan ini sangat masif, mengingat listrik sudah menjadi kebutuhan primer yang mendukung segala lini kehidupan, mulai dari pendidikan hingga UMKM desa. GWI berpendapat bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, media, dan PLN seperti yang terjadi di Patia harus menjadi standar dalam penyelesaian masalah infrastruktur di Pandeglang. Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi masih menunggu konfirmasi lanjutan dari manajemen UP3 Banten Selatan terkait progres teknis pengadaan tiang tersebut. Transparansi dan kecepatan respons PLN dalam masalah ini akan menjadi catatan penting bagi publik dalam menilai kinerja pelayanan BUMN energi tersebut di wilayah Banten Selatan.







